Ads Header

Pages

Selasa, 29 Desember 2009

Badai Matahari

Perlu disadari bahwa selain mengalirkan energi bersih yang berlimpah bagi kehidupan di Bumi, Matahari juga memancarkan gangguan-gangguan ke ruang antarplanet di sekitarnya dalam bentuk badai antariksa. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern saat ini, munculnya sumber gangguan di Matahari tersebut sebagian dapat diperkirakan dengan teliti

Untuk memprediksi munculnya badai antariksa, pemantauan Matahari selama 24 jam perlu dilakukan, baik melalui observatorium Matahari di muka Bumi maupun dengan satelit ilmiah dan pesawat angkasa tak berawak, seperti satelit seri GOES, Yohkoh, dan SOHO (Solar and Heliospheric Observatory). Kegiatan-kegiatan itu merupakan bagian dari kegiatan program internasional yang disebut cuaca antariksa (space weather).

Bila di Bumi dikenal suatu fenomena yang disebut Lubang Ozon, di Matahari sejak lama telah diketahui adanya fenomena yang disebut Lubang Korona (coronal hole). Korona adalah lapisan Matahari paling luar. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa pemunculan lubang korona di ekuator Matahari ada kaitannya dengan peristiwa terjadinya badai antariksa.

Karena itulah, para peneliti fisika Matahari dan para praktisi dalam bidang cuaca antariksa mengupayakan fenomena pemunculan lubang korona dipantau secara terus-menerus. Salah satunya adalah dengan menempatkan pesawat SOHO di titik stabil pada garis hubung Matahari-Bumi sejauh 1,5 juta km dari Bumi.

Telah diketahui bahwa Matahari senantiasa meniupkan “angin Matahari” ke ruang antarplanet. Dalam keadaan normal, kecepatan angin Matahari berkisar 300-400 km/detik. Namun, pada 18 Februari 2003 pukul 08:00 UT (Universal Time) lalu, kecepatan angin Matahari di sekitar Bumi mendadak melonjak dari 640 km/detik hingga mendekati 1.000 km/detik dalam waktu singkat. Ini merupakan pertanda telah terjadi badai antariksa. Apakah sumber penyebab badai antariksa?

Tertarik untuk menguak misteri peristiwa itu, penulis mencoba melakukan analisa citra satelit SOHO yang diambil dalam beberapa hari sebelum kejadian badai antariksa. Ternyata, pada tanggal 13 Februari, suatu lubang korona di daerah ekuator sedang melintas di titik tengah Matahari.

Karena Matahari berotasi sebesar 14 derajat/hari, maka lubang korona itu mencapai “posisi efektif” sekitar 2-3 hari kemudian. Posisi efektif diartikan sebagai posisi yang mudah mengganggu lingkungan Bumi.
Pada posisi efektif ini, garis- garis medan magnet dari lubang korona menembus ruang antarplanet dan tepat terhubung dengan posisi Bumi. Garis-garis medan magnet berbentuk seperti spiral ini berperilaku bagaikan “jalan bebas hambatan”, sehingga materi dari lubang korona dapat dengan mudah mengalir ke arah Bumi.

Dari pengamatan diketahui bahwa lubang korona memancarkan materi ke ruang antarplanet dengan kerapatan rendah. Oleh medan magnet Matahari, materi ini terus-menerus diarahkan dan dipercepat sehingga kecepatannya pada posisi Bumi mencapai 1.000 km/detik. Suatu kecepatan yang luar biasa.

Telah diketahui bahwa jarak lurus Matahari-Bumi kurang lebih 150 juta km. Dengan memperhatikan kelengkungan lintasan materi dari lubang korona ke posisi Bumi dan kecepatan angin Matahari berubah dari 640 km/detik menjadi 1.000 km/detik, maka dapat diperkirakan materi dipancarkan dari lubang korona 2-3 hari sebelum badai antariksa.

Dari analisa data SOHO dan GOES-14 diketahui bahwa beberapa hari sebelum peristiwa badai antariksa tidak terjadi adanya ledakan dahsyat di Matahari. Hal ini perlu dikonfirmasi ulang dengan data lain.
Penulis telah menghubungi Dr Maki Akioka dari Hiraiso Solar Observatory, Communications Research Laboratory, Jepang, untuk mengirimkan data Matahari beberapa hari sebelum badai terjadi.

Dari data tersebut terbukti lagi bahwa memang tidak terjadi suatu ledakan dahsyat di Matahari dalam kurun waktu yang dimaksud. Jadi dapat disimpulkan bahwa lubang korona ekuator adalah penyebab terjadinya badai antariksa pada 18 Februari, yang ditandai dengan peningkatan kecepatan angin Matahari secara drastis sementara kerapatan materinya menurun. Lubang korona di kutub-kutub Matahari tidak mempengaruhi lingkungan Bumi.

Matahari berputar pada porosnya sekali dalam 27 hari. Sering kali bentuk korona secara global tidak banyak berubah dalam satu atau lebih rotasi Matahari. Dengan berpedoman pada perilaku ini, tidak sulit memprediksi pemunculan suatu lubang korona pada rotasi berikutnya.

Kini masyarakat dunia dapat mengakses prediksi cuaca antariksa yang diterbitkan setiap hari melalui situs-situs web yang dikelola oleh beberapa badan dunia seperti NOAA di Amerika Serikat, CRL (Communications Research Laboratory) di Jepang, serta institusi- institusi serupa yang berlokasi di Beijing (Cina), Meudon (Perancis), dan Melbourne (Australia).

Dalam kaitannya dengan cuaca antariksa, Observatorium Matahari Watukosek mempunyai komitmen kuat untuk turut serta dalam kegiatan internasional tersebut. Kegiatan yang telah berlangsung sejak tahun 1987 adalah pengamatan “bintik Matahari” dan menentukan tingkat aktivitas Matahari yang hasilnya ditampilkan pada situs web (http://sby.centrin.net.id/~bsetia/).

Menurut kelompok penelitian Fisika Matahari Watukosek, Observatorium Matahari Watukosek mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai observatorium peringatan dini cuaca antariksa satu- satunya di ASEAN dalam 10 tahun mendatang. Karena itu, kerja sama dengan swasta, seperti operator satelit, para surveyor geomagnet, dan pemerintah daerah, perlu dirintis.
Dr Bachtiar Anwar Staf Peneliti LAPAN-Watukosek
Read more

Rayap: Antara Menguntungkan dan Merugikan

Setiap musim penghujan, seringkali kita diganggu oleh segerombolan laron yang mengitari lampu diruang tamu atau di ruangan lain yang bisa menjadi sangat menjengkelkan. bandel..! kata nenek. memang wajar sih, soalnya binatang yang satu ini termasuk kategori yang "pantang menyerah" dalam urusan bikin jengkel. Sudah di sapu dan dibersihkan, masih saja banyak yang berterbangan. Lampu dimatikan, mereka berjatuhan, yang akhirnya makin membuat kita sibuk dengan bulu2 yang berterbangan. Masih kata nenek sih, mereka itu sedang dalam perjalanan menuju bulan..

Lupakan saja tentang legenda laron menuju bulan dalam rangka mengikuti sayembara. Hal yg harus anda perhatikan setelah kejadian itu adalah "memberikan perlindungan yang optimal terhadap barang-barang dan bagian rumah yang terbuat dari kayu..! "
Dalam perjalanannya menuju bulan..ups.. mengitari lampu maksud saya, ada yg kemudian jatuh cinta kepada rekan sekelompoknya. Nah, sepasang laron yg sudah saling jatuh hati ini akhirnya jatuh beneran ke lantai (tanah) menanggalkan sayapnya dan kemudian diiringi rasa cinta mereka bergandengan (seperti anak kecil main kereta-keretaan) mencari lubang yang dapat dipakai untuk berbulan madu.


Dalam rumah tangga laron (Ordo Orthoptera) yg masih beranggotakan 2 personal inilah awal sebuah kerajaan dibentuk. Mula-mula semua pekerjaan mereka lakukan sendiri, seperti menggotong telur ke sudut penetasan, menyingkirkan tanah longsor, menutup celah bocor, dan berbagi makanan tentunya. Namun ketika sudah banyak telur yang menetas, maka "raja dan ratu" laron tadi sudah resmi dinobatkan.
Pekerjaan pun diambil alih oleh anak-anak laron sebagai rakyat jelata, mereka disebut rayap, alih-alih laron seperti bapak-ibunya.
Sementara itu, sang ratu laron hanya bertugas berkembang biak. bertelur dan terus bertelur. Tidak tanggung-tanggung, satu hari ratu laron bisa menghasilkan 18ribu telur. Yupz, 30 butir tiap menit selama 10 jam kerja. Ya, meskipun kadang2 dia juga mengambil cuti barang beberapa hari. bahkan ratu Macrotermes Natalensis dari afrika pernah dihitung sampai 80ribu butir telur perharinya.
Ratu rayap yg terus-menerus bersalin ini bisa berumur panjang sampai 20 tahun. karena selain kerjanya cuma seperti itu, mulai dari pelayanan sampai gizi makanan ditanggung terjamin. Makan-nya di suapin loh..!



ukuranya bisa mencapai 15 cm seperti jenis Macrotermes natalensis.


Anak-anak mandul yang militan


Anak-anak yg menetas dari telur kerajaan rayap ini berbeda-beda sosok tubuhnya. Ada yang mempunyai rahang yang luar biasa besarnya, sehingga ditugaskan sebagai serdadu. Kasta perajurit bagian gigit-menggigit ini bisa jantan dan bisa betina, tetapi semuanya mandul karena alat kelamin mereka tidak tumbuh sempurna. Dan kasta yg lainnya adalah saudara para rayap serdadu ini. Mereka memiliki rahang yg tidak begitu besar namun cukup kuat untuk menggerogoti kayu mati sampai keropos. Juga bertugas menyuapi  anak2 dan sang ratu selain menggotong apa saja yg perlu digotong. Mereka juga dari jantan dan betina. Dan kesemuanya mandul.


Kemandulan masal ini karena dulu telur yg ditetaskan menjadi mereka ini tidak dibuahi. Semacam telur hermafrodit. Kalau ada telur yg dibuahi oleh sperma sang raja rayap, anak yg kemudian lahir tentu saja normal. Tetapi ternyata sang ratu punya kebijakannya sendiri. Kalau ia memandang perlu agar sang anak tidak tumbuh menjadi anak subur, maka ia akan memberikan hormon feromon primer yg akan membuat macet perkembangan kelamin anak tersebut (yg nantinya akan terus menjadi robot mandul). Yang diberikan lewat mulut ketika anak bertugas menyuapi ibunya. Namun ketika sang ratu memandang perlu untuk menghasilkan anak yg akan meneruskan generasinya, ia tidak memberikan hormon pencegah dan membiarkan anak itu tumbuh menjadi mahluk berkelamin~bisa jantan, bisa betina~, yg nantinya akan kita sebut laron. 





Untuk memberikan makan anak2 yg masih lemah perutnya, mereka bercocok tanam jamur. Mereka mengunyah kayu sampai lumat, dan kemudian membuat wadah2 berongga seperti "spons" untuk perkembang-biakannya. Jamur ini dipanen dan dimakan bersama tempat penanamannya.
selama diperintah oleh bapak-ibunya, para rayap pekerja ini terus mengganyangi kayu lapuk agar teruarai lebih lanjut lagi menjadi bahan organik. Dalam usus para coptotermes ini, banyak terpelihara bakteri dan Flagellata (protozoa yg bercambuk). Mahluk piaraan ini mengeluarkan enzim pencerna selulosa kayu sampai menjadi zat pati yg lebih sederhana. Zat yang berupa tepung ini kemudian dimakan oleh bakteri dan flagellata itu. Tapi selebihnya juga diserap oleh tubuh rayap yang memeliharanya. Tetapi yang tampak adalah, rayap itu menggerogoti perabotan dan peralatan kayu kita.  Suatu keuntungan bagi alam plus perusahaan pembasmi rayap, yang menjengkelkan para kepala rumah tangga.
so, perlindungan lebih awal mungkin akan lebih mengefisiensikan pengeluaran biaya anda.
Read more

Senin, 28 Desember 2009

Seni Fraktal: Pola Fraktal Unik Secantik Batik

Batik (kain batik) adalah salah satu karya seni yang dimiliki bangsa Indonesia. Berkembang pesat di Jawa, kain batik juga dapat ditemukan di Sumatra, Bali dan tempat lain di Indonesia. Hal lain yang membanggakan, banyak turis mancanegara yang menggemari kain batik Indonesia.

Yap...
Batik Indonesia memang khas, unik dan cantik. Kain batik Indonesia memiliki motif yang beragam. Ada yang bergambar awan, pola geometris hingga bentuk hewan dan tumbuhan. Ada pula motif yang dipengaruhi geometri gaya Islam, Belanda, India dan China.

Meski sudah berusia ratusan tahun, batik tetap bertahan. Desainer batik seakan tidak kehabisan ide untuk membuat desain baru yang menarik.

Didesain bersama matematika

Disadari ataupun tidak, ada matematika di batik. Kita dapat menjumpai aneka bentuk geometri pada kain batik. Ada pola yang terlihat sederhana, ada pula pola yang dirancang secara detil dan rumit.

Meski terlihat rumit, pola geometri pada batik tradisional selalu dapat digambar menggunakan tangan.

Nah, bagaimana bila kita menginginkan pola yang lebih detil dan makin rumit? Masihkah kita dapat mengandalkan keterampilan tangan untuk mendesainnya? Dapatkah matematika membantu para perancang batik untuk menghasilkan desain yang lebih baru? Adakah bentuk geometri yang belum dieksplorasi oleh desainer batik?

Bila sekadar membuat rancangan baru, tentu matematika dapat membantu. Apalagi kini geometri fraktal makin dikenal orang. Geometri fraktal sebagai bagian dari matematika dapat dieksplorasi untuk menghasilkan motif kreatif. Pola-pola yang dihasilkan dari geometri fraktal pun terlihat makin detil dan rumit. Tentu saja, untuk mendesainnya kita memerlukan bantuan komputer.
Read more

Asal Mula Alam Semesta , Keajaiban Ilmiah Al Qur'an

Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta.
Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa 'gumpalan asap' (yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang, The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.). Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan 'gumpalan asap' semacam itu

Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi 'asap' semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ
"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,... " (Al Fushshiilat, 41: 11)

Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari 'asap' yang homogen ini. Allah telah berfirman:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya." (Al Anbiya, 21:30)

Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman. Ia berkata: "Jika menilik tempat asal Muhammad... Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya." Ia juga berkata: "Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu."
Read more

Minggu, 27 Desember 2009

Makhluk Seberat 25-30 Ekor Gajah


Penghuni terbesar lautan adalah ikan paus. Jenis ikan paus yang dikenal sebagai “ikan paus biru” mempunyai berat lebih dari 150,000 kilogram dan panjangnya lebih dari 30 meter. Untuk bisa lebih membayangkan ukuran ikan paus ini, coba lihat bangunan bertingkat lima, ikan paus biru panjangnya sama dengan tinggi bangunan tersebut. Sementara itu, ingat bahwa berat ikan paus sama dengan berat 25 sampai 30 ekor gajah.

Baiklah, bagaimana seekor ikan raksasa dapat menyelam hingga kedalaman 800 – 1000 meter dan kembali ke permukaan dengan mudah? Sebagai contoh, bayangkan sebuah kapal dengan bobot 150 ton dan panjang 30 meter. Jika kapal itu tenggelam ke dasar laut sedalam 1000 meter, akan membutuhkan operasi besar-besaran selama bertahun-tahun untuk mengangkatnya kembali. Namun dengan ijin Allah, seekor paus dapat muncul ke permukaan dalam waktu 15 – 20 detik saja. Karena tulang ikan paus terbuat dari bahan berongga yang terisi minyak, ia dapat dengan mudah mengapung di permukaan air.

Ikan paus juga sangat terampil menyelam. Allah telah menciptakan tubuhnya sangat tahan terhadap tekanan yang tinggi di kedalaman air laut. Oksigen yang mengalir dalam darah dan otot-ototnya bercampur dengan zat-zat kimia memberinya tenaga saat di dalam air atau saat tidak bernapas. Paus mempunyai sistem peredaran darah yang khas yang dapat mengalirkan darah secara langsung dari organ menuju otak. Melalui cara ini, sampai saat ikan paus muncul di permukaan air untuk bernapas, ia tetap dapat mengirim oksigen di dalam tubuhnya secara langsung ke otak, organ yang paling membutuhkan oksigen.


Sistem hebat yang membuat kagum para ilmuwan ini adalah perwujudan dari kehebatan Allah. Melalui cara ini ikan paus dapat tetap berada di bawah laut selama kurang lebih 15 – 20 menit tanpa bernapas. Selain itu, tidak seperti manusia, ikan paus tidak menderita ‘bend’ (kejutan) ketikan muncul secara cepat ke permukaan air.

Kalian mungkin akan bertanya apa itu ‘bend’. ‘Bend’ adalah rasa sakit akibat penurunan tekanan di sekitar kita secara tiba-tiba. Saat penyelam ingin menyelam jauh ke dalam air, mereka berhenti sejenak di kedalaman tertentu dan menyesuaikan tubuhnya dengan tekanan di sekitarnya agar tidak terpengaruh oleh perubahan tekanan air. Cara ini membuat mereka mampu menyelam sangat dalam secara perlahan-lahan. Tapi ingat mereka perlu berhenti dan beristirahat pada jarak tertentu selama mereka kembali ke permukaan air. Jika tidak, pembuluh darah penyelam akan sakit atau pecah yang dapat mengakibatkan kematiannya. Ikan paus tidak mempunyai masalah tersebut, karena Allah telah memberi makhluk hidup apa yang diperlukan untuk hidup di lingkungannya. Ikan laut dapat hidup di lautan seperti halnya manusia yang dapat hidup di daratan.

Kalian mungkin tahu bahwa ikan paus menyemburkan air dari lubang di atas kepalanya. Tahukah kalian bahwa lubang itu memang hidungnya? Ikan paus menggunakan hidungnya hanya untuk bernapas. Banyak orang berpikir bahwa ikan paus hanya menyemburkan air dari lubang tersebut. Yang benar adalah, ikan paus melepaskan udara dari dalam paru-parunya. Karena udara ini mengandung uap air dan suhunya lebih panas daripada udara luar, ini tampak sebagai air dari kejauhan.


Seperti mamalia lainnya, ikan paus juga menyusui anaknya. Tapi bayi ikan paus tidak menyusu induknya karena mereka beresiko menelan air laut. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, air laut berbahaya bagi ikan paus. Yang menarik, seperti halnya ikan lumba-lumba, ada otot yang mengelilingi kelenjar susu ikan paus betina. Ketika ikan paus menggerakkan otot ini, tekanan yang dihasilkan membuat induk tersebut mampu menyemprotkan air susu langsung ke dalam mulut bayinya. Air susu ikan paus berbeda dengan yang biasa kita kenal. Bentuknya hampir seperti padatan dan sangat berlemak. Karena wujudnya seperti itu, air susu tersebut tidak dapat tercampur dengan air laut. Zat yang diminum – atau lebih tepatnya dimakan – bayi ikan paus tersebut akan terlarut di dalam perut. Makanan yang terlarut ini juga mengandung air yang dibutuhkan oleh bayi ikan paus. Seperti yang telah kita ketahui, Allah telah menyediakan bayi ikan paus dengan makanan yang paling sempurna.

Lapisan berminyak, yang tembus pandang menutupi mata ikan paus untuk melindunginya dari berbagai dampak membahayakan dari air laut. Ikan paus mempunyai indera peraba dan pendengaran yang tajam. Ia mengetahui arah di dalam air dengan mengikuti gema suara yang dibuatnya. Cara kerja indera tersebut mirip dengan radar. Sesungguhnya, keistimewaan ikan paus ini menjadi ilham bagi pembuatan radar. Para ilmuwan mempercayai bahwa suara-suara yang ditimbulkan oleh ikan paus berisi bahasa yang sangat rumit. Bahasa ini sangat penting dalam hubungan dan komunikasi di antara mereka.
Read more

Sabtu, 26 Desember 2009

Nenas : Antara Enak dan Kesan Sampingan


Nenas merupakan sejenis buah tropika yang lazat. Ia merupakan sejenis buah yang mempunyai kandungan mineral dan vitamin yang cukup tinggi. Ramai di kalangan kita menggemarinya sebagai makanan pencuci mulut yang menyegarkan disamping kegunaan lain seperti jem nenas, halwa, jeruk, tat nenas atau dimakan mentah begitu sahaja. Bagi penggemari nenas, mungkin mereka pernah mengalami luka-luka kecil di dalam mulut selepas memakan nenas dalam kuantiti yang agak banyak. Bagi ibu-ibu yang mengandung, pantang larang orang melayu tidak membenarkan mereka memakan nenas. Tajam dan berbahaya terhadap kandungan, katanya!. Entah benar atau pun sekadar mitos, tidak pernah pula dibuat kajian mengenainya.

Walaubagaimanapun, terdapat komponen bahan kimia pada buah nenas yang boleh menyebabkan luka kecil pada tisu mulut sekiranya diambil secara berlebihan. Bahan kimia tersebut dinamakan enzim bromelain. Enzim ini merupakan salah satu dari kumpulan enzim protease yang dapat menghidrolisis (menguraikan) protein. Enzim protease sebenarnya terdapat di dalam hampir semua jenis buah-buahan, namun tahap protease di dalam nenas dicatatkan paling tinggi berbanding buah-buahan yang lain. Oleh yang demikian, sedikit sebanyak ia akan mempengaruhi si pemakannya dengan cara merungkaikankan ikatan protein pada mulut yang akhirnya menyebabkan luka kecil.



Salah satu pemerhatian yang dibuat untuk membuktikan kewujudan enzim ini ialah semasa pembuatan agar-agar buah. Dalam proses pembekuan agar-agar yang menggunakan gelatin, semasa fasa penyejukan sekiranya dimasukkan kiub-kiub nenas segar di dalamnya. Dalam tempoh tertentu, sepatutnya hasil yang diperolehi ialah agar-agar nenas yang kenyal namun sebaliknya yang berlaku. Agar-agar tidak akan mengeras malah tetap cair dan hancur walaupun dibiarkan dalam tempoh yang lama. Hal ini tidak berlaku sekiranya kita memasukkan buah strawberry, peach, tembikai dan sebagainya. Ia membuktikan kewujudan enzim bromelain di dalam kumpulan protease dengan kadar yang tinggi di dalam buah nenas yang akan menguraikan ikatan protein di dalam gelatin yang digunakan dalam proses pembuatan agar-agar.



Enzim bromelain yang terdapat pada nenas juga merupakan sejenis sistem perlindungan dirinya. Contohnya, adakah di kalangan kita pernah melihat serangan ulat dan serangga pada buah nenas. Tentu tidak bukan? Namun ulat dan serangga sangat gemar menyerang buah-buahan lain seperti jambu, tembikai, epal dan sebagainya.
Read more

11 Fakta Tentang Kopi Yang Anda Perlu Tahu


Di negara-negara beriklim sejuk, meminum kopi menjadi amalan lazim bagi penduduknya. Di Finland misalnya, aktiviti minum kopi setiap hari dilakukan sekerap 3 jam sekali di waktu pejabat. Di Kanada, kopi menjadi satu minuman penting dalam rutin harian warganya. Tidak mengira tempat dan waktu, di mana-mana sahaja kelihatan orang membawa cawan kopi atau minuman seumpamanya.Tidak hairanlah, kedai-kedai kopi pelbagai jenama muncul seperti cendawan tumbuh selepas hujan di seluruh dunia termasuk di negara kita Malaysia. Dan kopi seolah-olah menjadi fenomena baru warga dunia zaman kini. Sebut sahaja Starbucks, Second Cup, Tim Horton, Gloria Jeans Cafe, Kopitiam, Warung Kopi Pak Ali atau Kedai Kopi Ah Beng semuanya menjual pelbagai jenis minuman berkafein ini. Catatan pendek ini mengajak pembaca menyemak fakta-fakta tentang kopi.


1. Kopi ditemui oleh kambing

Kira-kira seribu tahun dahulu di pergunungan afrika, sekawan kambing terjaga malam setelah memakan biji kopi merah. Pengembala kambing mendapati kambing ternakannya memakan biji dan daun kopi dengan kuantiti yang banyak. Mulai dari saat itu, manusia mula belajar meminum kopi.

2. Kopi yang baik bergantung pada kaedah memanggang dan penghancurannya.

Jika ingin menikmati rasa kopi sebenar yang enak, ia bergantung pada kaedah penyediaanya iaitu memanggang dan mengisarnya. Semasa memanggang, minyak dari biji kopi akan keluar dan minyak ini akan menambah rasa kopi. Kandungan kafein di dalam kopi berasal dari minyak yang terbit dari hasil pemanggangan biji kopi ini dan jumlahnya bergantung berapa lama ia berada di bahagian paling dasar. Kopi biasa mempunyai kandungan kafein yang lebih tinggi berbanding espresso dan cappucino. Pemanggangan yang lama juga akan menghasilkan kafein yang berlebihan.

3. Kafein bukanlah penyebab rasa pahit kopi

Ramai orang yang beranggapan, semakin pahit rasa kopi, maka makin tinggilah kafeinnya. Hakikatnya tidak!

4. Pengurangan kafein menggunakan bahan kimia

Untuk mengurangi kandungan kafein dalam kopi, sejenis kimia iaitu methylene chloride digunakan.

5. Pengurangan kafein (nyahkafein / decaffein) di dalam kopi tidak menyebabkan kafein hilang 100%

Penyingkiran kafein atau decaffein atau bebas kafein bukanlah menghilangkan 100% kafein kopi. Ia masih kekal di dalam kopi dengan kuantiti yang lebih sedikit. Dengan bahasa mudah, meminum 10 cawan kopi yang dinyahkafein, sama seperti meminum 2 cawan kopi berkafein.

6. Kopi boleh menyegarkan dan berupaya mengurangi rasa mengantuk

Fakta ini mungkin telah diketahui ramai. Meminum kopi berupaya membuatkan kita menahan diri dari mengantuk dan tertidur terutamanya di waktu malam. Bagi penggemar kopi yang tidak bertujuan untuk berjaga malam, sebaiknya minumlah kopi 6 jam lebih awal untuk tidak mengganggu jadual tidur.

7. Kafein boleh mengurangi rasa sakit

Menurut satu kajian, meminum kopi dalam kuantiti yang sederhana mampu mengurangi rasa sakit dan lenguh selepas bersukan. Ia lebih berkesan kepada mereka yang bukan peminum kopi tegar.

8. Kafein boleh meningkatkan rasa ghairah seks

Kajian yang dijalankan ke atas tikus di makmal membuktikan fakta ini. Dan sekali lagi, ia berkesan untuk mereka yang bukan peminat kopi tegar

9. Kopi sebenarnya baik untuk kesihatan

Sebenarnya kopi memiliki agen antioksidan dan ia baik untuk kesihatan sekiranya tidak keterlaluan mengambilnya

10. Kafein boleh membunuh

Benar sekiranya seseorang mengambil kopi dengan kadar yang tinggi melebihi sehingga 80-100 cawan sehari. Jangan mencubanya!

Tambahan fakta dari Tukang Catat

11. Harga secawan kopi lebih mahal dari harga satu liter petrol
Read more

Keunikan Semut !


Sekali pandang, semut adalah sejenis makhluk kecil yang tidak memberikan apa-apa manfaat dalam kehidupan manusia. Namun begitu, makhluk kecil ini mendapat perhatian istimewa dalam agama islam sehinggakan di dalam kitab suci Al Quran sendiri ada suatu surah khas yang dinamakan semut iaitu Surah Al-Naml. Kehidupan semut juga agak unik. Bayangkan bagaimana beribu-ribu ekor semut di dalam koloni mereka dapat mengenali antara satu sama lain. Pernahkah kita memerhatikan pergerakan semut sewaktu ia berjalan dan berjumpa semut lain. Semut-semut seakan-akan bercium atau bersentuhan antara satu sama lain. Seolah-olah mereka kenal antara satu dengan yang lain di dalam sebuah kumpulan semut yang berjumlah puluhan ribu pada satu-satu masa.

Ahli kimia dan biologi telah bergabung untuk merungkai misteri dan rahsia di sebalik keunikan serangga jenis semut ini yang tidak dipecahkan sejak berabad-abad lamanya. Saintis kimia dan biologi berusaha untuk menemukan sejenis sebatian kimia yang tersimpan di dalam jasad semut yang membolehkan mereka berinteraksi, kehidupan mereka yang tersusun, teratur, tekun dan juga berdisiplin dalam menjalankan kehidupan sebagai seekor semut di alam ini.

Saintis di Eropah dan Finland telah membuat kesimpulan awal bahawa sejenis semut yang dikenali sebagai Formica Exsecta memiliki sebatian kimia campuran alkena dan komposisi setiap sebatian kimia jenis alkena tersebut adalah unik dan berbeza antara satu dengan yang lain. Kajian awal tentang tingkah laku semut yang dijalankan menunjukkan bahawa, perubahan kecil yang dilakukan ke atas komposisi sebatian kimia yang dimiliki oleh semut akan memberikan reaksi dan tingkahlaku berbeza bagi setiap semut tersebut.

Menurut Stephen Martin dari Universiti Sheffield United Kingdom, mekanisme komunikasi dan interaksi antara beberapa koloni semut dalam kategori atau spesis yang berlainan adalah satu fenomena unik yang cuba dikaji oleh saintis. Kumpuan penyelidik yang diketuai oleh beliau memulakan penelitian dengan melihat tingkahlaku semut-semut dari satu koloni yang sama dengan meletakkan telur-telur mereka di dalam sarang koloni semut yang lain. Mereka ingin mengkaji mengapa situasi tersebut berlaku.



Selain itu, satu lagi fenomena yang cuba untuk difahami oleh saintis ialah tentang bagaimana semut-semut ini mampu mengenali ribuan semut lain di dalam sarang dan koloni mereka, namun akan mula bertindak agresif dan menyerang kumpulan semut yang datang dari koloni lain. Hipotesis awal menunjukkan sebatian kimia yang ada pada semut ini mempengaruhi setiap tindak tanduk semut.

Semut yang dipilih untuk kajian ini ialah jenis Formica. Execta yang merupakan spesis terbaik untuk mengkaji komposisi kimia yang dimiliki oleh koloni semut bagi memecahkan rahsia komunikasi serangga ini menurut Profesor Stephen Martin. Spesis F.Execta menghasilkan sebatian campuran kimia alkana dan alkena, dan untuk mengetahui rahsia ini semut merupakan serangga yang paling baik untuk tujuan tersebut.

Seorang lagi saintis kimia dari Universiti Keele, United Kingdom iaitu Profesor Falko Drijfthout menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometry untuk mempelajari profil alkena yang terhasil dari setiap koloni semut. Dalam kajian beliau, Drijthouft menemui dalam satu koloni, profil alkena hampir sama dengan semua semut yang lain yang menunjukkan bahawa mereka menggunakan hanya alkena dan bukan alkana untuk melihat koloni musuh yang cuba menyusup masuk ke dalam koloni mereka.

Salah satu kaedah ujikaji yang dijalankan ialah dengan mencelup semut yang diambil dari satu koloni ke dalam bahan kimia heksana iaitu sejenis pelarut universal untuk memecahkan komposisi bau berasaskan alkena yang sedia ada pada badan semut tersebut. Selepas dineutralkan menggunakan heksana, semut tadi kemudiannya direndam pula ke dalam alkena dan diletakkan semula ke dalam koloninya yang sama. Dari pemerhatian pengkaji, semut tadi kemudiannya terus diserang oleh semut-semut lain walaupun ia datang dari kumpulan atau koloni yang sama. Ujikaji lain pula dilakukan dengan menggunakan alkena-alkena jenis berlainan untuk koloni semut yang sama dan keputusan jelas menunjukkan sebatian kimia alkena yang berbeza akan membuatkan kumpulan semut ini tidak dapat mengenali ahli koloni mereka sesama sendiri.

Menurut Martin, penemuan awal kajian ini adalah sangat penting bagi kumpulan saintis dalam mempelajari biologi dan kimia koloni serangga yang telah mengkaji tentang keunikan kehidupan semut. Ia seolah-olah memberikan satu penanda atau kod-kod tertentu kepada semut dalam berkomunikasi dan interaksi sesama mereka. Penemuan sebatian kimia jenis alkena di dalam semut mungkin boleh diaplikasi dalam penciptaan teknologi terkini sistem pengecaman yang semakin hari semakin kompleks. Teknologi sistem pengecaman manusia umpamanya menjadi semakin penting apabila saban hari kita dikejutkan dengan berita-berita penjenayah yang gagal dikesan dengan teknologi yang sedia ada. Kemungkinan penyelidikan Profesor Stephen Martin dan Falko Drijfthout tentang komposisi kimia di dalam serangga semut dapat dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Banyak kemungkinan yang boleh berlaku dalam dunia sains dan penyelidikan.
Read more

Teknologi Sensor MEMS Dalam Pertanian


Antara isi kandungan ucapan bekas Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Hj Ahmad Badawi sewaktu membentangkan RMK9, beliau menyebut “ pembangunan sektor pertanian bukan hanya dapat menjana sumber pertumbuhan ekonomi baru, malah dapat membantu usaha merapatkan jurang sosioekonomi di dalam negara, sekaligus memenuhi agenda membasmi kemiskinan. Dengan itu, kerajaan akan membangunkan program “pertanian baru’ dengan memberi tumpuan kepada usaha meningkatkan nilai rantaian serta meneroka aktiviti berasaskan pertanian yang mempunyai nilai tambah yang tinggi, perladangan komersil berskala besar dan menggunakan ICT serta memanfaatkan sepenuhnya potensi dalam bioteknologi”.

Sementara itu dalam ucapan perasmian Perhimpunan Agung UMNO 2007, beliau antara lain menyebut “ kerajaan akan berusaha memastikan berlakunya satu transformasi, iaitu berlakunya penghijrahan daripada pertanian tradisional kepada pertanian moden, pertanian yang menggunakan ICT dan bioteknologi, dalam hasrat mendapatkan pulangan lebih besar terhadap usaha-usaha yang dilaksanakan. Melalui pendekatan baru ini, barulah sektor pertanian berupaya memberi impak secara langsung terhadap usaha membasmi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan”

Dua petikan ucapan Perdana Menteri di atas sudah cukup untuk menggambarkan betapa kerajaan begitu serius untuk menjadikan pertanian sebagai salah satu sumber ekonomi negara yang dapat menjamin kegemilangan seluruh rakyat di negara ini. Namun begitu, satu perubahan drastik perlu dilakukan dengan menggabungkan teknologi seperti ICT dan bioteknologi dalam usaha melipatgandakan hasil pertanian negara



Pertanian di seluruh dunia pada masa kini telah bergerak pantas bagi memaksimumkan pengeluaran dan penuaian hasil. Terkini ialah satu konsep pertanian baru yang dikenali dengan pertanian tepat (precision agriculture) telah diperkenalkan. Pertanian tepat yang juga dikenali sebagai ‘pengurusan tapak ladang secara spesifik’ merujuk kepada jaringan teknologi maklumat (ICT) yang digunakan dalam pertanian komersil dan berskala besar. Teknologi pertanian tepat yang digunakan termasuklah peralatan komputer, sistem pengawasan satelit, sistem maklumat geografi, alat pemanduan arah automatik, peranti sensor tanpa wayar kawalan jauh dan juga telekomunikasi.

Dalam membangunkan teknologi ini, MIMOS Berhad telah diberikan tanggungjawab oleh kerajaan untuk membangunkan sensor pintar tanpa wayar untuk kegunaan pertanian tepat menggunakan teknologi MEMS (MicroElectroMechanicalSystems). Teknologi MEMS merujuk kepada proses menghasilkan struktur mekanikal mikro atau pun mesin mikro yang dikenali sebagai peranti yang diciptakan khusus untuk menjalankan sesuatu fungsi dengan julat saiz beberapa milimeter sehingga mikrometer. Peranti yang lebih kecil dari saiz mikrometer sehingga mencapai saiz nanometer dikenali sebagai NanoElectroMechanical Systems (NEMS).

Sensor tanpa wayar MEMS untuk pertanian berfungsi sebagai alat peranti pengukur tahap kelembapan, suhu, keasidan atau kealkalian sesuatu kawasan tanah yang akan sedang dibangunkan untuk pertanian. Selain itu ia juga dapat memberikan maklumat tepat tentang tahap kesuburan tanah termasuk mengukur kandungan bahan nitrat, kalium dan fosfat di dalamnya. Pengesan tanpa wayar MEMS tersebut berbentuk seperti pen yang direkabentuk untuk ditanam di dalam tanah bagi mengesan keadaan tanah tersebut dari segi keasidan, kealkalian, kandungan mineral dan sebagainya. Maklumat ini sangat penting untuk petani-petani moden sebelum mereka memulakan kegiatan pertanian yang terancang bagi memperolehi hasil tuaian yang optimum. Dengan harga yang dijangka kurang dari RM100 seunit berbanding dengan teknologi sedia ada yang menelan kos sehingga RM2000-RM3000 seunit, ia dijangka akan menembusi pasaran tidak lama lagi.

Menurut Ketua Penyelidikan Microsystem&MEMS Cluster, MIMOS Berhad, Prof Dr Masuri Othman, satu set lengkap sensor MEMS bersaiz sebesar pen dan komponen elektronik utamanya bersaiz mikro yang hanya boleh dilihat di bawah mikroskop berkuasa tinggi. Teknologi hibrid yang digunakan menggabungkan tiga peranti sensor utama iaitu sensor, elektronik dan peranti tanpa wayar dengan gabungan beberapa teknologi lain seperti maklumat geografi, ramalan cuaca dan kawalan tindakbalas. Selain meningkatkan hasil keluaran ladang dan pengurusan penanaman yang lebih baik, sensor ini juga dapat membantu petani mengurangkan impak cuaca ke atas penanaman apabila peranti itu dapat memberikan isyarat kepada petani apabila berlaku perubahan cuaca. Menurut beliau lagi, antara isu-isu yang dihadapi oleh petani di Malaysia ialah tidak berkemampuan untuk mengamalkan kaedah pertanian tepat dengan segala masalah-masalah asas lain seperti kos yang tinggi, tapak ladang yang kurang sesuai dan sebagainya yang dihadapi oleh mereka. MIMOS diberi tanggungjawab untuk membangunkan suatu kaedah yang dapat mengurangkan kos dan pada masa yang sama mampu memberikan pulangan yang lumayan lantas dapat meningkatkan sosioekonomi para petani.

Dalam perkembangan teknologi pertanian, negara kita berada dalam generasi keempat dengan menghasilkan sensor berskala kecil, lebih praktikal, berharga murah, memiliki fungsi pengesanan serta mampu berkomunikasi tanpa wayar untuk memberikan maklumat kepada petani untuk tujuan pemprosesan dan kawalan. Sensor tanpa wayar ini diletakkan di lokasi-lokasi strategik di kawasan tanaman dan ia berkomunikasi antara satu sama lain memberikan maklumat dari masa ke semasa kepada petani tanpa jalinan wayar yang berselirat.


Baru-baru ini MIMOS Berhad dan Institut Kejuruteraan Mikro& Nanoelektronik (IMEN) , Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) telah menjalinkan kerjasama penyelidikan membangunkan teknologi sensor untuk kegunaan pertanian tepat (precision agriculture) dalam usaha untuk meningkatkan persaingan dalam bidang pertanian moden pada masa kini. MIMOS akan bekerjasama dengan penyelidik UKM secara berterusan bagi meningkatkan lagi inovasi dan ciptaan-ciptaan baru teknologi pertanian bersesuaian dengan saranan dan hasrat kerajaan bagi meningkatkan hasil pertanian negara khususnya di samping berusaha untuk mengatasi krisis makanan dunia.
Read more

Pemanasan Global & Gas Rumah Hijau: Negara Maju Mesti Bertindak


ISU pemanasan global adalah antara isu dunia yang menarik perhatian buat masa ini. Pemanasan global disebabkan antara lainnya oleh kehadiran banyak gas karbon dioksida di atmosfera. Pemanasan global juga pencetus fenomena iklim ekstrim yang menghasilkan pelbagai malapetaka seperti ribut taufan dan banjir di seantero dunia.

Bagi tempoh 1997 hingga 2008, pengeluaran karbon dioksida di dunia berikutan penggunaan bahan bakar fosil meningkat 31 peratus. Warga dunia mahu agar ‘kelajuan’ pemanasan global dapat dikurangkan.

Ia bermakna jumlah gas karbon dioksida harus dikurangkan, kerana jika tidak kita akan menghadapi tekanan lebih berat lagi. Kehidupan yang dilalui bertambah sulit ketika malapetaka itu berlaku dan juga ketika tempoh pasca-malapetaka. Berbilion-bilion dolar kerugian akan dialami akibat kemusnahan harta benda dan nyawa.

Banyak program pertanian dan perikanan akan terjejas kerana berlakunya perubahan musim yang dramatik selain mengancam banyak spesies. Semua samudera di dunia naik 1.5 inci. Suhu dunia akan meningkat, lantas menimbulkan ketidakserasian kepada warga dunia. Beratus-ratus bongkah ais dari kedua-dua kutub bumi cair dan menjejas cuaca dunia.

Lihat betapa fenomena musim panas dan kebakaran hutan semakin parah di seluruh dunia, dari Amerika Syarikat (AS) bahagian barat hingga Australia. Suhu dunia 12 tahun terakhir ini didapati lebih panas 0.4 darjah Celsius berbanding 12 tahun sebelum 1997.

Senario alam sekitar ini menakutkan warga dunia. Sepuluh tahun dulu, ilmuwan metereologi tidak menyangka perubahan iklim akan berlaku seteruk yang terjadi kini, jika tiada lagi tindakan drastik diambil, pasti lebih banyak berita buruk berkaitan alam sekitar yang akan menyusuli nanti.


Mengikut World Resources Institute, AS dan China adalah penyumbang besar terhadap pemanasan global. Kedua-dua negara itu menyumbang sekitar 37.5 peratus daripada pelepasan gas rumah hijau global. Negara maju lain seperti di Eropah dan Jepun turut menyumbang kepada pelepasan karbon dioksida.

Untuk mengurangkan pelepasan karbon dioksida, negara maju diwajibkan mengurangkan pengeluaran gas rumah kaca atau bersamaan dengan pengeluaran karbon dioksida. Permintaan itu pernah dibuat melalui persetujuan Protokol Kyoto, satu perjanjian untuk menangani pemanasan global yang diterima 187 negara pada 11 Disember 1997 yang akan berakhir pada 2012.

Ironinya, AS, sebuah negara paling maju dan tidak kurang lantang mengenai isu alam sekitar dan juga China dan India, tidak mahu terikat dengan protokol berkenaan. Kini 192 anggota dalam Konvensyen Rangka Kerja Mengenai Perubahan Iklim, tajaan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) mahukan satu perjanjian baru dan meminta AS, memberi komitmen yang tidak berbelah bagi mengatasi masalah pelepasan karbon dioksida.

Sidang Kemuncak mengenai Perubahan Iklim akan diadakan di Copenhagen, Denmark pada 7 hingga 18 Disember baru-baru ini. Negara membangun mahu memberi tekanan kepada negara maju. Mereka mahu perjanjian atau persetujuan baru itu yang akan mula beroperasi pada 2013 nanti, dapat mengurangkan pelepasan karbon dioksida sebanyak 20 hingga 40 peratus menjelang 2020.

Negara maju dituntut juga menghulurkan berbilion dolar bagi ‘membeli’ pengurangan pengeluaran karbon dari negara sedang membangun atau negara miskin dan memberikan teknologi mesra alam kepada negara sedang membangun.

Negara membangun seperti China, India, Indonesia dan Brazil yang digolongkan sebagai pengeluar karbon dioksida ke-10 terbesar dunia, dituntut juga mengurangkan pengeluaran gas berkenaan. Apakah negara kaya mahu menyerah dana sejumlah AS$400 bilion atau satu peratus Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK) kepada negara miskin hanya atas dasar kepercayaan?


Soalnya sekarang apakah kesepakatan dalam menangani isu pemanasan global di Copenhagen, Denmark itu nanti akan menjadi kenyataan sedangkan Protokol Kyoto tidak membawa signifikan yang membanggakan.

Janji dalam bentuk dokumen tidak dipenuhi. Namun, PBB masih berharap sidang di Copenhagen nanti boleh menghasilkan kesepakatan dengan kewajipan yang lebih berat lagi bagi negara maju. Presiden AS, Barack Obama mahukan perjanjian di Copenhagen itu menjadi kenyataan dengan segera untuk beroperasi.

Andai kata kesepakatan Copenhagen diterima, bagaimana pula isu pemantauan pengeluaran karbon itu akan dibuat? Ini satu persoalan penting kerana bagaimana kita hendak membandingkan pengeluaran karbon satu negara dengan satu negara yang lain?

Beretorik pada sidang kemuncak mungkin lebih mudah daripada melaksanakan program mengatasi pemanasan global. Maka fenomena pemanasan global akan terus berlanjutan.
Read more