Ads Header

Pages

Selasa, 05 Januari 2010

Air Kelapa Bisa Usir Jerawat lho..


Air kelapa dikenal sebagai minuman pelepas dahaga yang menyegarkan. Disamping itu, air kelapa juga dapat menyehatkan tubuh berkat nutrisi yang terkandung di dalamnya. Jika diolah dengan benar, air kelapa juga dapat mengobati berbagai penyakit kulit seperti eksim, luka bakar, jerawat, mencegah kerutan wajah hingga mengatasi penyakit cacingan pada anak.

Mengapa? Sebab, air kelapa mengandung berbagai unsur makro dan mikro. Unsur makro yang terdapat pada air kelapa adalah karbon dan nitrogen. Unsur karbon dalam air kelapa berupa karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, sorbitol, inositol, dan lain-lain.


Unsur nitrogen berupa protein, tersusun dari asam amino, seperti alin, arginin, alanin, sistin, dan serin. Sebagai gambaran, kadar asam amino air kelapa lebih tinggi ketimbang asam amino dalam susu sapi.

Selain karbohidrat dan protein, air kelapa juga mengandung unsur mikro berupa mineral yang dibutuhkan tubuh. Mineral tersebut di antaranya kalium (K), natirum (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P), dan sulfur (S).

Jika diteliti lagi, dalam air kelapa juga terdapat berbagai vitamin. Sebut saja vitamin C, asam nikotinat, asam pantotenat, asam folat, biotin, riboflavin, dan sebagainya. Kesimpulannya, air kelapa mengandung unsur makro dan mikro yang cukup lengkap.

Berkat kandungan nutrisi yang tinggi, beberapa penyakit yang berkaitan dengan kulit seperti eksim, luka bakar dan mencegah kerutan sebagai perawatan kecantikan bisa dibantu dengan air kelapa.
Read more

Senin, 04 Januari 2010

Tehnik Terbang Burung Walet


Pernahkah anda melihat tornado atau pusaran angin puting-beliung? Semua benda yang berada di sekeliling tornado akan dibawa terbang masuk ke dalam pusarannya, seperti dihisap ke arah sumbu tornado. Mengapa begitu? Karena tekanan udara di dalam tornado lebih kecil dari tekanan udara di sekitarnya. Perbedaan tekanan udara yang ditimbulkan cukup besar untuk menarik benda-benda seperti drum minyak, atap rumah, dan bahkan seekor kerbau ke dalam pusaran tornado. Lalu, apa hubungannya dengan burung walet? Apakah burung walet mampu terbang menembus pusaran tornado? Begini ceritanya....

Ada jenis pesawat jet tempur yang dilengkapi dengan sepasang sayap yang dapat dilipat ke belakang dan dikembangkan lagi. Jenis sayap seperti ini disebut swept-wing, dan sayap jenis inilah yang memberikan kemampuan terbang cepat dan membelok tajam bagi pesawat jet tempur – seperti kemampuan seekor burung walet. Lucunya, para insinyur penerbangan sudah memanfaatkan keunikan burung ini, jauh sebelum para ilmuan memahami dan menjelaskannya. Bukan saja peswat jet tempur Amerika, F-14 Tomcat yang menggunakan teknik burung walet ini, tetapi pesawat jet penumpang jenis Concorde juga.
Kedua jenis pesawat terbang di atas membutuhkan kecepatan tinggi ketika terbang, tetapi juga kemampuan untuk memperlambat kecepatannya ketika hendak mendarat, tanpa kehilangan ketinggian, atau lebih baik dikatakan tanpa kehilangan kemampuan untuk mempertahankan ketinggian yang tepat, sebab mengurangi kecepatan berarti mengurangi daya dorong ke atas dari udara. Pernahkah anda memperhatikan seekor burung ketika hendak mendarat atau hinggap di cabang pohon? Itu juga adalah salah satu dari rahasia burung walet yang akan diungkap di sini.
Sejak tahun 1996, para ilmuan sudah tahu bahwa serangga menggunakan gejala tornado yang disebut vortex, yaitu aliran udara yang berputar, untuk terbang. Tetapi, menghubungkan bentuk khas sayap burung dengan vortex-nya serangga adalah sesuatu hal yang hampir mustahil untuk diperagakan dan diamati.
Sekitar tahun 2004, para ilmuan membuat model sayap burung walet dan menempatkannya di dalam lorong air yang berfungsi seperti lorong udara (air-tunnel). Air sengaja diberi warna agar aliran air yang timbul bisa lebih mudah diamati. Ternyata, model sayap walet dengan bentuk khusus ini menimbulkan semacam aliran vortex di bagian atas model sayap tersebur. Seperti pada tornado, tekanan rendah di dalam vortex seperti menghisap sayap burung walet ke atas.
Vortex yang terlihat di dalam percobaan water-tunnel tersebut menghasilkan dua hal, masing-masing daya angkat yang besar dan hambatan yang besar untuk semua kecepatan. Ketika terbang cepat, baik burung maupun pesawat jet dengan swept-wings akan melipat sayapnya ke belakang. Ketika akan tinggal landas atau mendarat, sayap dibentangkan kembali untuk mendapatkan daya angkat udara yang lebih besar.
Sama halnya, baik F-14 Tomcat maupun burung walet mampu membelok tajam ke atas dengan mengatur sayapnya untuk menghasilkan tornado yang menariknya ke atas. Kemampuan maneuver semacam inilah yang memampukan burung walet untuk menyambar serangga di udara. Ketika burung walet hendak mendarat, hambatan udara yang dihasilkan memperlambat terbangnya, tetapi daya angkat udara yang dihasilkan menahannya untuk tidak jatuh ke tanah karena kecepatan yang rendah, tetapi bisa mencapai dahan pohon yang ditujunya. Hal ini juga memberikan penjelasan, bagaimana kira-kira burung yang lain mendarat.

Lebih dari sayap serangga atau sayap pesawat jet tempur, sayap burung terdiri dari dua bagian. Bagian yang dekat ke badannya adalah arm-wing yang berfungsi untuk menghasilkan tekanan udara ke atas secara konvensional seperti layaknya sayap pesawat terbang. Bagian sebelah luar disebut hand-wing, yang memiliki sisi depan yang tajam, sehingga mampu menghasilkan tornado dalam posisi sedikit miring. Sementara sayap serangga harus membentuk kemiringan sebesar 25o untuk menghasilkan vortex, sayap burung walet hanya membutuhkan kemiringan 5 – 10o saja.
Selain burung albatross dan burung laut raksasa (giant petrel), semua burung memiliki konstruksi sayap yang kurang-lebih-sama. Oleh sebab itu, teknik terbang burung walet ini dapat diterapkan ke burung-burung tersebut juga.
Penjelasan di atas ini pasti akan mengubah pengertian banyak orang dalam hal bagaimana burung terbang. Tetapi haruslah diingat bahwa alam selalu berada di depan para insinyur/teknisi dan ilmuan. Di dalam hal penggunaan teknik tornado atau vortex di dalam tebang akrobatik burung walet, para ilmuan hanya baru mengupas bagian permukaan dari keseluruhan rahasia alam burung-burung. Ada banyak hal yang masih harus diungkap dan salah satunya adalah, bagaimana burung walet mengatur sayapnya untuk meningkatkan kemampuan terbangnya. Dengan terungkapnya ‘kontrol terbang burung walet’, mungkin saja terjadi bahwa di masa depan nanti, para insinyur akan dapat menciptakan semacam alat terbang dengan kecepatan, kelincahan, efisiensi dan jarak lepas-landas dan mendarat yang pendek seperti yang dimiliki serangga dan burung. Siapa tahu?
Read more

Sabtu, 02 Januari 2010

Pingsan Akibat Antibiotik? Mungkinkah?


Seorang wanita tiba-tiba saja tak sadar setelah disuntik antibiotik oleh dokter puskesmas, sayangnya dia tak mengatakan kepada si Dokter bahwa ia alergi penisilin dan memiliki riwayat asma sejak kecil. Apa yang terjadi? Jika hal ini menimpa orang-orang yang kita cintai, apa yang harus kita lakukan? Nah, artikel ini akan menjelaskannya untuk Anda. Selamat mengikuti…

Artikel ini akan membahas segala sesuatu tentang syok anafilaksis yang meliputi: sinonim, pengertian, etiologi (penyebab),
patofisiologi, manifestasi klinis, tanda penting, mutiara diagnosis, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan, diagnosis banding, komplikasi, prognosis (prediksi perkembangan penyakit), pencegahan, dan referensi.
Sinonim Syok anafilaktik, renjatan anafilaktik, anaphylactic shock.

Pengertian
Secara singkat, syok anafilaksis dapat diartikan sebagai reaksi alergi yang bersifat mendadak terhadap alergen (seperti: suntikan) yang dapat menjadi fatal (berakibat kematian).

Syok anafilaksis merupakan respon anafilaksis yang mengancam kehidupan pada orang yang terpapar dengan antigen spesifik, terjadi dalam beberapa menit, dan bermanifestasi sebagai gagal nafas (respiratory distress), pembengkakan tenggorokan (laryngeal edema), dan/atau mengencangnya otot saluran pernafasan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas (intense bronchospasm), seringkali diikuti oleh kegagalan fungsi pembuluh darah (vascular collapse) atau oleh syok yang tanpa didahului oleh kesulitan bernafas.

Ciri khas (hallmark) dari reaksi anafilaksis (anaphylactic reaction) adalah onset dari beberapa manifestasi klinis yang terjadi dalam beberapa detik hingga beberapa menit setelah terpapar dengan antigen, umumnya melalui suntikan (injection) atau dapat pula masuk melalui proses pencernaan (ingestion).

Terminologi classic anaphylaxis mengacu ke reaksi hipersensitivitas yang diperantarai oleh subclass dari antibodi imunoglobulin IgE dan IgG. Telah terjadi paparan terlebih dahulu (prior sensitization) terhadap alergen, yang memproduksi antigen-spesific immunoglobulins. Paparan berulang berikutnya (subsequent reexposure) terhadap alergen menimbulkan reaksi anafilaksis (anaphylactic reactions). Bagaimanapun juga, banyak reaksi anafilaksis yang terjadi tanpa didahului oleh riwayat terpapar alergen (documented prior expoure).

Adapun reaksi anafilaktoid atau pseudoanafilaksis (anaphylactoid or pseudoanaphylactic reactions) memperlihatkan kumpulan gejala klinis yang serupa/mirip, namun tidak melalui sistem imun (not immune-mediated).

Reaksi anafilaktoid (anaphylactoid reaction) terjadi saat agen penyerang (the offending agent) menyebabkan pelepasan langsung substansi tertentu tanpa diperantarai (dimediasi) oleh IgE.

Etiologi (Penyebab)
Penyebab syok anafilaksis adalah reaksi antigen-antibodi. Antigen yang berperan adalah imunoglobulin E (IgE). Adapun beberapa faktor yang bertanggung jawab atas terjadinya syok anafilaksis antara lain:
1.    Hapten, seperti: antibiotik, beta-laktam, penisilin, sefalosporin, amfoterisin B, nitrofurantoin, kuinolon, sulfonamid, streptomisin, vankomisin, obat-obatan lainnya (terutama yang diberikan secara intravena), aspirin, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), media kontras, demeclocycline, protamine, anestesi lokal (procaine, lidocaine), polisakarida (dextran dan thiomersal sebagai bahan pengawet vaksin), agen kemoterapi (carboplatin, paclitaxel, doxorubicin), pelemas otot atau muscle relaxants (suxamethonium, gallamine, pancuronium), vitamin (thiamine, asam folat), agen diagnostik (sodium dehydrocholate, sulfobromophthalein), bahan kimia yang berhubungan dengan pekerjaan (ethylene oxide).
2.    Berbagai produk serum, seperti: imunoglobulin, imunoterapi untuk penyakit alergi, serum heterolog.
3.    Makanan, misalnya: seafood, kacang-kacangan, biji-bijian, kerang, buckwheat (Fagopyrum esculentum), putih telur, susu, biji kapas, jagung, kentang, beras, polong-polongan, jeruk, coklat, dsb.
4.    Racun (venom), contohnya: sengatan serangga terutama golongan Hymenoptera (lebah, tawon, semut, fire ants [semut api], ichneumons [musang/luwak Afrika Utara]).
5.    Hormon tertentu, seperti: insulin, ACTH (adrenocorticotrophic hormone), TSH (thyroid-stimulating hormone), ADH (= antidiuretic hormone, vasopressin), hormon paratiroid (parathormone).
6.    Enzim tertentu, seperti: chymopapain, L-Asparaginase, trypsin, chymotrypsin, penicillinase, streptokinase.
7.    Lainnya, seperti: seminal fluid (air mani), berbagai produk yang terbuat dari karet latex.
Adapun beberapa agen penyebab reaksi anafilaktoid adalah:
1.    Berbagai reaksi yang diperantarai oleh komplemen (complement-mediated reactions), misalnya: darah, serum, plasma, plasmanate (bukan albumin), imunoglobulin.
2.    Nonimunologic mast cell activators, seperti: opioid, media radiokontras, dextran, neuromuscular blocking agents, dsb.
3.    Modulator asam arakidonat, contohnya: obat anti-inflamasi nonsteroid, tartrazine (mungkin).
4.    Belum diketahui penyebabnya (idiopathic), sebagian besar kesimpulan dibuat setelah evaluasi yang menyeluruh.

Patofisiologi
Syok anafilaksis terjadi setelah pajanan antigen terhadap sistem imun yang menghasilkan degranulasi sel mast dan pelepasan mediator. Aktivasi sel mast dapat terjadi baik oleh jalur yang dimediasi (diperantarai) oleh imunoglobulin E atau IgE (anafilaktik) maupun yang tidak dimediasi oleh IgE (anafilaktoid).

Mediator radang meliputi: histamin, leukotrien, triptase, dan prostaglandin. Bila dilepaskan, mediator ini menyebabkan peningkatan sekresi mukus, peningkatan tonus otot polos bronkus, edema saluran nafas, penurunan tonus vaskular, dan kebocoran kapiler. Konstelasi mekanisme tersebut menyebabkan gangguan pernafasan dan kolaps kardiovaskuler.

Manifestasi Klinis
Dapat terjadi reaksi atau gangguan di beberapa sistem organ dalam hitungan detik-menit setelah terpajan antigen:
A.    Sistem cardiovascular (jantung dan pembuluh darah), yang ditandai dengan: palpitation (irama jantung yang cepat dan tidak teratur), tachycardia (jantung berdenyut cepat, lebih dari 100x/menit), hipotensi (tekanan darah rendah), syok, pingsan, dan pada pemeriksaan ECG (electrocardiogram) ditemukan: aritmi, T mendatar/terbalik, irama nodal, fibrilasi ventrikel sampai asistol.
B.    Sistem respiration (pernafasan), yang ditandai dengan: rhinitis (radang selaput lendir hidung), bersin, rasa gatal di hidung, batuk, sesak nafas, mengi, stridor (mengorok), suara serak, gawat nafas, tachypnoea (nafas yang sangat cepat) hingga apnoea (henti nafas).
C.    Sistem gastrointestinal (pencernaan), yang ditandai dengan: mual, muntah, sakit/nyeri perut, diare, kram perut.
D.    Sistem integumentary/cutaneous (kulit), yang ditandai dengan: pruritus (gatal), urticaria (biduran, kaligata, gatal), angioedema (biduran yang berat, parah, berlanjut, rasa geli tidak gatal, ditandai dengan pembengkakan bibir, mata, tangan, lidah, uvula [tekak]).
E.    Sistem penglihatan, yang ditandai dengan: gatal, merah bengkak, lacrimation (mata berair).
F.    Sistem saraf pusat, yang ditandai dengan: disorientation (merasa bingung atau tidak sadar akan tempat, ruang, waktu), halusinasi, kejang, koma.
Manifestasi klinis di atas tidak semuanya ada atau muncul bersamaan pada penderita, bisa jadi hanya satu, dua, atau beberapa yang dialami penderita.

Tanda Penting
1.    Nadi cepat atau kecil, sampai tidak teraba.
2.    Tensi turun sampai tidak terukur.
3.    Anggota gerak, terutama kaki, terasa dingin.
4.    Keringat dingin.

Mutiara Diagnosis
Menurut Bongard FS dan Sue DY (2003), ada enam essentials of diagnosis:
1.    Cutaneous flushing, pruritus (gatal).
2.    Abdominal distention, nausea (mual), vomiting (muntah), diare.
3.    Sumbatan jalan nafas (airway obstruction) karena edema laring.
4.    Bronkospasme, bronchorrhea, edema paru-paru.
5.    Takikardi, syncope (pingsan sesaat karena berkurangnya aliran darah ke otak), hipotensi.
6.    Cardiovascular collapse.

Pemeriksaan Penunjang
- Diperlukan EKG dan analisis gas darah untuk penegakan diagnosis.
- Peningkatan hematokrit umum ditemukan sebagai hasil hemokonsentrasi dari permeabilitas pembuluh darah.
- Serum mast cell tryptase biasanya meningkat.

Penatalaksanaan
Ada beberapa langkah/penanganan menurut para ahli yang akan dijelaskan berikut ini.
Menurut Prof. DR. Dr. A. Halim Mubin, SpPD., MSc, KPTI. (2008):
a.    Istirahat
-    Penderita ditelentangkan pada dasar yang agak keras.
-    Kaki ditinggikan sekitar 30-40 derajat.
-    Bila penderita tidak sadar, lakukan trias gerakan:
1.    Kepala diekstensi.
2.    Mandibula (rahang bawah) didorong ke depan.
3.    Mulut dibuka.
-    Bila penderita apneu, segera lakukan ventilasi buatan dan dibantu oksigen murni 100%.
-    Bila jalan nafas tersumbat akibat edema laring, pasanglah intubasi trakea.
-    Bila terjadi henti jantung (cardiac arrest), lakukanlah kompresi jantung 15x dengan kecepatan 80-100x per menit diikuti 2x ventilasi.
-    Diberi cairan atau cairan koloid seperti albumin.
-    Observasi haruslah dilakukan dalam 2-4 jam.
b.    Diet
c.    Medikamentosa
c.1. Obat pertama:
-    Adrenalin: dosis 3-5 mL IV larutan 1:10.000.
-    Adrenalin: dosis 0,3-0,5 mL im/sk larutan 1:1000 bila keadaan ringan, diulangi setiap 5-10 menit, cukup 1-4x suntikan. Adrenalin intrakardiak jika ada bendungan vena.
-    Jika hipotensi tidak membaik dengan adrenalin, berikan adrenalin IV 1-5 mL larutan 1:10.000 dalam salin + 1 liter dalam 15-30 menit pertama dan seterusnya sampai 6 liter/12 jam.
-    Anti-H2 reseptor terkadang bermanfaat untuk hipotensi.
-    Bila renjatan belum teratasi juga, dapat diberikan vasopresor, seperti: dopamin 2-20 mg/kg BB/menit.
-    Kortikosteroid seperti: hidrokortison 5 mg/kgBB setiap 4-6 jam pada renjatan berkepanjangan dan spasme bronkus.
c.2. Obat alternatif
- Aminofilin, bila ada bronkospasme. Dosis: 5-6 mg/kg per infus selama 20 menit dilanjutkan 0,4-0,9 mg.kg BB/jam plus oksigen 4-6 liter per menit.
- Kortikosteroid/hidrokortison, 100-200 mg, intravena (IV).
- Antihistamin: difenhidramin 50-100 mg IV perlahan-lahan untuk menghilangkan pruritus (gatal).
- Saat penderita dipulangkan berikanlah kortikosteroid.
d.    Intubasi trakea/trakeostomi/krikotiroidotomi untuk pemberian oksigen.
e.    Kompresi jantung luar.
Menurut dr. Ery Leksana, SpAn.KIC (2004): tindakan yang perlu secepatnya dilakukan pada penderita syok anafilaksis ialah:
v    Baringkan pasien dengan posisi syok (kaki lebih tinggi).
v    Adrenalin: dewasa 0,3-0,5 mg sc; anak-anak 0,01 mg/kg sc (larutan 1:1000).
v    Pasang infus NaCl 0,9 %.
v    Kortikosteroid: dexamethasone 0,2 mg/kg iv.
v    Bila terjadi bronkospasme, berikanlah aminofilin 5-6 mg/kg IV bolus pelan-pelan dan lanjutkan drip 0,4-0,9 mg/kg/menit.

Fungsi adrenalin adalah untuk meningkatkan kontraktilitas miokard, vasokonstriksi vaskuler (penyempitan diameter pembuluh darah), meningkatkan tekanan darah, dan bronkodilatasi (pelebaran saluran nafas).

Menurut AZ RIfki (1999): penanggulangan syok anafilaksis memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada keadaan gawat. Sebenarnya, pengobatan syok anafilaksis tidaklah sulit, asal tersedia obat-obat emerjensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan secepat mungkin. Hal ini diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat organ tubuh menetap.

Kalau terjadi komplikasi syok anafilaksis setelah kemasukan obat atau zat kimia, baik peroral maupun parenteral, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah:
1.    Segera baringkan penderita pada alas yang keras. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena, dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah.
2.    Penilaian A, B, C dari tahapan resusitasi jantung paru, yaitu:
A.    Airway ‘penilaian jalan napas’. Jalan napas harus dijaga tetap bebas, tidak ada sumbatan sama sekali. Untuk penderita yang tidak sadar, posisi kepala dan leher diatur agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan napas, yaitu dengan melakukan ekstensi kepala, tarik mandibula ke depan, dan buka mulut.
B.    Breathing support, segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tanda-tanda bernapas, baik melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung. Pada syok anafilaktik yang disertai udem laring, dapat mengakibatkan terjadinya sumbatan jalan napas total atau sebagian. Penderita yang mengalami sumbatan jalan napas sebagian, selain ditolong dengan obat-obatan, juga harus diberikan bantuan napas dan oksigen.
Penderita dengan sumbatan jalan napas total, harus segera ditolong dengan lebih aktif, melalui intubasi endotrakea, krikotirotomi, atau trakeotomi.
C.    Circulation support, yaitu bila tidak teraba nadi pada arteri besar (arteri karotis atau arteri femoralis), segera lakukan kompresi jantung luar.
Penilaian A, B, C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru.
3.    Segera berikan adrenalin 0,3-0,5 mg larutan 1:1000 untuk penderita dewasa atau 0,01 mg/kg BB untuk penderita anak-anak, intramuskular. Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2-4 ug/menit.
4.    Jika terjadi spasme bronkus dimana pemberian adrenalin kurang memberi respons, dapat ditambahkan aminofilin 5-6 mg/kgBB intravena dosis awal yang diteruskan 0,4-0,9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus.
5.    Dapat diberikan kortikosteroid, misalnya hidrokortison 100 mg atau deksametason 5-10 mg intravena sebagai terapi penunjang untuk mengatasi efek lanjut dari syok anafilaksis atau syok yang membandel.
6.    Bila tekanan darah tetap rendah, diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi syok anafilaksis. Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah jantung serta mengatasi asidosis laktat. Pemilihan jenis cairan antara larutan kristaloid dan koloid tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. Pada dasarnya, bila memberikan larutan kristaloid, maka diperlukan jumlah 3-4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma. Biasanya, pada syok anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20-40% dari volume plasma. Sedangkan bila diberikan larutan koloid, dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan perkiraan kehilangan volume plasma. Tetapi, perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin.
7.    Dalam keadaan gawat, sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit, karena dapat meninggal dalam perjalanan. Kalau terpaksa dilakukan, maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung.
8.    Kalau syok sudah teratasi, penderita jangan cepat-cepat dipulangkan, tetapi harus diawasi atau diobservasi terlebih dahulu selama kurang lebih 4 jam. Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2-3 kali suntikan, haruslah dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi.

Diagnosis Banding
Beberapa gangguan (disorders) yang umum dijumpai di ICU yang mirip dengan syok anafilaksis dan reaksi anafilaktoid adalah:
1. Infark miokard
2. Iskemi miokard
3. Syok septik
4. Emboli paru (pulmonary embolism)
5. Tersedak saat makan atau disuapi (aspiration of feedings)
6. Bronkitis
7. Eksaserbasi akut dari penyakit paru obtruktif kronis/PPOK (acute exacerbation of COPD)
8. Gangguan/serangan kejang (seizure disorders)
9. Hipoglikemia
10. Stroke (= CVA, cerebrovascular accidents, apoplexies)
11. Scombroid poisoning, yang terjadi dalam waktu 30 menit setelah mengonsumsi ikan basi (spoiled fish), termasuk ikan tuna, mackerel, atau ikan lumba-lumba (mahi-mahi).
12. Angioedema
13. Serangan asma (asthma attacks)
14. Panic disorder
15. Vasovagal reactions.
Komplikasi
Bila tidak segera diatasi, syok anafilaksis dapat berlanjut menjadi syok irreversible dan berbagai kerusakan organ tubuh.

Prognosis (Prediksi Perkembangan Penyakit)
Prognosis dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1.    Beratnya penyakit.
2.    Tenaga yang menangani.
3.    Peralatan dan ketersediaan obat.
4.    Waktu (cepat-tepatnya) penanganan.
5.    Waktu pemaparan alergen, lama antara masuknya alergen dengan timbulnya gejala, semakin lama semakin mudah tertolong.
6.    Cara pemberian obat dan dosis alergen; pemberian secara intravena dan dosis tinggi, maka prognosisnya buruk.
7.    Frekuensi kejadian reaksi anafilaksis terhadap antigen yang sama, semakin sering semakin buruk prognosisnya.
Mortalitas (angka kematian) mencapai 3-9%, 50-80% pada jam pertama.

Pencegahan
1.    Dalam membeli obat, terutama antibiotik, sesuai dengan resep dan petunjuk dokter.
2.    Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan riwayat alergi terhadap banyak obat, mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaksis. Sebaiknya ia mencatat riwayat penyakit dan obat apa saja yang membuat dirinya alergi lalu memberitahukan kepada dokter saat berobat.
3.    Menghindari makanan yang berisiko menyebabkan alergi, seperti: seafood, udang, kerang, susu, telur, dsb.
4.    Penting menyadari bahwa tes kulit negatif, pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut, tetapi tidak berarti pasti penderita tidak akan mengalami reaksi anafilaksis. Orang dengan tes kulit negatif dan memiliki riwayat alergi positif masih berkemungkinan mengalami reaksi anafilaksis sebesar 1-3%. Jika tes kulit positif, maka kemungkinannya akan naik menjadi 60%.
5.    Selalu tersedia obat penawar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi anafilaksis dan adanya alat-alat bantu resusitasi kegawatan.

Referensi
1.    American Heart Association. Circulation. Part 10.6: Anaphylaxis. 2005;112;IV-143-IV-145.
2.    Bongard FS, Sue DY. Current Critical Care Diagnosis & Treatment. Second Edition. Lange Medical Books/McGraw-Hill. USA. 2003;11:259-261.
3.    Fauci, Braunwald, Kasper, Hauser, et.al. (Ed). Harrison’s Principles of Internal Medicine. 17th Edition. The McGraw-Hill Companies, Inc. 2008. Chapter 311.
4.    Greenberg MI (Ed). Greenberg’s Text-Atlas of Emergency Medicine. Lippincott Williams & Wilkins. USA. 2005.
5.    Leksana E. Terapi Cairan dan Elektrolit. SMF/Bagian Anestesi dan Terapi Intensif. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang. 2004:19.
6.    Mubin H. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam: Diagnosis dan Terapi. Edisi 2. EGC. Jakarta. 2008:729-733.
7.    Rifki AZ. Syok dan Penanggulangannya. Simposium Sehari: Beberapa Aspek Klinis Pemberian Cairan Parenteral Secara Rasional. PAPDI Cab. Padang, 18 September 1999.

Software Penunjang
8.    Electronic Dictionary of Medicine v1.0. Peter Collin Publishing. Teddington. UK. 1999.
9.    Kamus 2.04. Freeware by Ebta Setiawan 2006-2009.
10.    Lewis A. WordWeb 3.01. Freeware by Princeton University. 2004.
foto:files2.prefabmarkets.com
Read more

Mantel Ajaib

Mantel yang dapat membuat benda tidak terlihat sebentar lagi akan menjadi kenyataan, kata para ilmuwan di Inggris dan Amerika Serikat. Perubahan terhadap rincian struktural sub-panjang gelombang, bukan pada komposisi kimia dari material-material ini, akan membuat benda menghilang sebelum dapat dideteksi oleh mata, klaim tim peneliti ini.

Sir John Pendry, dari Imperial College London, telah merintis bidang meta-material, dimana nuansa-nuansa struktur, bukan sifat kimiawi, mengendalikan sifat-sifat benda. Untuk berinteraksi dengan cahaya dan menghasilkan sifat-sifat yang menurut Pendry “sulit atau tidak mungkin ditemukan di alam”, satu-satunya kondisi yang harus diberikan pada material adalah bahwa sifat-sifatnya harus lebih kecil dari panjang gelombang cahaya yang datang.

Material-material ini bisa dibuat dari kawat, yang bisa membawa arus, dan kumparan, yang membentuk medan magnet. “Tidak jadi masalah apakah kawat terbuat dari tembaga atau perak,” kata Pendry, “Anda tidak perlu berurusan dengan atom-atom. Yang perlu anda lakukan adalah meletakkan sebuah struktur disana yang lebih kecil dari cahaya.”

Pendry telah menunjukkan bahwa medan elektromagnetik bisa dialihkan di sekitar sebuah benda sesuai keinginan dengan merubah struktur sebuah material. Ini mendorong timnya merancang sebuah material penyelubung yang bisa merintangi aliran cahaya, mirip dengan air dalam arus yang dirintangi oleh sebuah hambatan sehingga aliran air berbelok arah; setelah jauh dari rintangan ini air yang mengalir menunjukkan tidak ada tanda-tanda bahwa air tadinya dibelokkan. Ketika gelombang-gelombang cahaya bergabung, objek yang telah merintanginya tidak bisa dilihat.

Pendry mengibaratkan alat penyelubung tersebut dengan sebuah fatamorgana di jalanan yang panas, dimana suhu yang terus berubah mengubah indeks refraktif udara di atas permukaan jalan tersebut sehingga menghasilkan munculnya citra aneh yang mirip langit. Dengan mengontrol proses ini, efek-efek optik bisa dihasilkan sehingga menyebabkan ketidaknampakan.

Tetapi ada pertentangan yang timbul dalam bidang metamaterial. Ulf Leonhardt di University of St Andrews, Inggris, mengklaim tidak mungkin membuat alat penyelubung yang bisa mencapai ketidaknampakan secara sempurna, “seseorang tidak akan pernah bisa bersembunyi secara sempurna dari gelombang,” kata dia.


Pendry tidak setuju. Dengan piranti spesifik panjang gelombang yang dia buat, cahaya dengan panjang gelombang tertentu bisa membuat sebuah objek tidak tampak secara sempurna. Sebuah penyelubung bisa membuat suatu benda tidak terlihat pada panjang gelombang merah, tetapi ketika cahaya bergeser ke panjang gelombang hijau dan biru, sebagian dari benda tersebut akan terlihat, kata dia, dengan menambahkan bahwa, dengan bantuan rekan-rekannya di Duke University, Amerika Serikat, material-material ini akan dibuat dalam waktu dekat.

Pendry mengatakan bahwa untuk menghasilkan material penyelubung yang diharapkan, yang menggunakan panjang gelombang panjang sekitar 3cm, suatu generasi material baru diperlukan. “Ini sekarang menjadi penting. Kami telah memiliki segala sesuatu yang kami ketahui yang bisa kami lakukan jika konsep kimia ini benar,” ungkapnya ke Chemistry World. Dia berharap agar logam-logam dan aloy-aloy baru akan dibuat dan digunakan pada benda-benda penyelubung tidak hanya untuk digunakan dalam militer, tetapi juga pada hal-hal seperti penyelubungan sebuah benda dalam peranti radar pengontrol lalu lintas udara

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/
Read more

Air Minum Terkontaminasi Kokain, Bumbu Masakan, dan Zat Kimia


Siapa bilang air minum yang dikonsumsi manusia sudah terjamin aman? Sebuah tim peneliti asal Washington telah menemukan bekas bumbu-bumbu masak dan penyedap rasa dalam air di daerah Selat Puget. Richard Keil yang mengepalai program Suara Rakyat sekaligus Rektor Universitas Washington, melakukan penyelidikan tentang perilaku manusia hingga bisa mempengaruhi kualitas air minum. Keil dan timnya telah mengikuti jejak bahan-bahan makanan ini hingga memasuki selat selama beberapa masa liburan.

Misalnya, pengharum makanan seperti thyme dan sage biasanya digunakan selama perayaan Thanksgiving, penggunaan kayu manis sepanjang musim dingin, coklat dan vanila selama akhir pekan (sepertinya berasal dari pesta yang banyak menghidangkan kue, gulali, dll) dan sisa kue waffel serta karamel jagung menjadi meningkat sekitar pekan keempat bulan juli.

Ketika bumbu-bumbu dan penyedap masakan menggejolak di belahan Amerika Serikat, sebagian besar mereka menggunakan fasilitas saluran pembuangan kotoran melalui air. Di daerah sekitar Selat Puget, tim ini menemukan residu bumbu yang terdapat dalam limbah air dan memasuki lalu lintas perairan selat. Misalnya saja, tim menemukan sekitar 6 miligram panili tiap liter sampel air. Selanjutnya Keil dan rekannya melakukan sebuah percobaan untuk mempelajari apakah bahan-bahan masakan ini merugikan reproduksi gurita di Selat Puget.

Sementara itu, ketika seseorang baru saja mengkonsumsi obat-obatan terlarang, seperti heroin, kokain, ganja, dan ekstasi. Produk keras dari zat-zat ini dilepaskan ke dalam saluran pembuangan air limbah yang berasal dari urin dan tinja orang yang bersangkutan. “Hasil sampingan ini seringkali tidak tuntas dihilangkan selama proses perlakuan pembuangan kotoran, ” jelas Sara Castiglioni dari Institut Penelitian Farmakologi Milan, Italia. Dengan artian bahwa kandungan obat-obatan yang terdapat dalam air limbah dapat memasuki air tanah dan permukaan air tanah, yang secara bersamaan merupakan sumber utama air minum bagi banyak orang.

Misalnya saja, studi yang dilakukan pada 2008 menunjukkan 22 dari 24 sampel air minum ditemukan sebuah hasil sampingan berupa kokain di Spanyol, walaupun sudah melalui penyaringan yang seteliti mungkin dan ada proses perlakuan.

Di samping itu, penelitian sebelumnya telah menyatakan sisa bahan-bahan farmasi melambung tinggi hingga 20 kg mengalir di Sungai Po –sungai terpanjang di Italia – tiap hari. Castiglioni mengatakan bahwa zat-zat ini sungguh termasuk kontaminan yang tidak diketahui, dan mereka muncul sekarang di lingkungan dalam jumlah yang sangat besar, terutama bahan-bahan hasil farmasi.

Untuk membatasi aliran zat-zat ini, beberapa ahli telah menyarankan untuk membuat apotek yang ramah lingkungan, yang akan disediakan bagi pelanggan untuk mengirimkan kembali obat-obatan ke apoteker atau justru ke pembuatnya langsung untuk dibilas atau dibuang ke alam liar.

Aturan EPA (Badan Lingkungan Hidup) saat ini mengatakan bahwa lebih dari 90 kontaminan harus di saring terlebih dahulu di sistem air minum, jelas Cynthia Dougherty, direktur air tanah dan air minum. Dosis tinggi yang secukupnya dalam bahan kimia –ditemukan sekurang-kurangnya 4% dalam air minum di Amerika Serikat – dapat mengurangi pemasukan Yodium pada kelenjar tiroid seseorang. Menurut EPA jika hal ini terus dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, pengurangan Yodium dapat memicu hipotiroid.

Menurut Dougherty, setidaknya jika memiliki pemahaman terhadap sumber air minum yang kita minum dan tahu apa yang terjadi, kita menjadi warga yang lebih berpendidikan dalam menghadapi isu-isu ini.

Diterjemahkan secara bebas dari news.nationalgeographic.com
Read more

Jumat, 01 Januari 2010

Inilah Makanan dan Minuman Para Astronot


Pada saat pengiriman pesawat ulang alik ke luar angkasa untuk pertama kalinya, para astronot mengalami kesulitan dalam urusan penyediaan makanan dan minuman bagi mereka.

Tidak ada yang tahu sebelumnya apakah para astronot dapat memakan makanan padat atau cairan dengan kondisi tanpa bobot dan akan seperti apakah rasa nya.

Mulanya, pada pengiriman ke angkasa luar, makanan dan minuman tersebut disediakan dalam bentuk cairan dan pasta, dan urusan rasa tidak diprioritaskan.




Lalu, pada tahun 1960-an makanan dan minuman untuk astronot yang dikemas dalam baki ditemukan. Bakinya dapat dilekatkan pada badan astronot agar tidak berterbangan. Kebanyakan, makanan ini dikeringkan dan harus ditambahkan air sebelum dimakan.

Sekarang ini, makanan dan minuman bagi para astronot sudah dibuat bervariasi seperti: Sup yang disediakan dalam tube, ikan dan daging kalengan, jus, kopi, teh, dll. Ada pula beberapa yang dihaluskan dan dikeringkan secara khusus, yang apabila ditambahkan air, akan kembali ke bentuk aslinya.







Para astronot biasanya disuguhkan makanan 4 kali dalam sehari: Sarapan, sarapan kedua,makan siang, dan makan sore dengan jumlah kalori 3.200 perharinya. Sesuai peraturan dan pengawasan diet seimbang dari dokter.



Menu nya:


Sarapan pertama: daging panggang yg didinginkan, kentang, roti gandum , buah dan kopi.

Sarapan kedua: keju, biscuit dan jus apel.

Makan siang: ikan, sup sayur, roti, anggur, jus plum, dan prem.

Makan sore: hamburger dengan telur, keju cottage dengan kacang-kacangan, roti gandum, permen dan teh.

Namun, untuk masa sekarang ini, setiap anggota awak pesawat ruang angkasa telah diijinkan memilih apa yang ingin dimakan.

Setelah 60-80 hari di luar angkasa, banyak astronot merasa berkurang nafsu makannya dan rasa makanan berubah. Hal ini disebabkan perubahan dalam metabolisme dan perubahan yang terjadi dalam tubuh. Selain itu, mereka mengalami kebosanan dengan menu yg disuguhkan. Para peneliti masih menyelidiki dan mencari solusi akan hal ini.


Dan setelah ditemukan cara mendaur ulang minuman dari air kencing dan air kotor tanpa menggunakan daya gravitasi sama sekali, para astronot mulai mengkonsumsi air minum dari air tersebut dan mulai mempergunakannya utk kegiatan mereka sehari-hari di luar angkasa. Kata mereka," hasil daur ulang air minuman tersebut jauh lebih baik daripada hasil daur ulang air minuman di bumi".


Read more

Jangan Abaikan Sinyal Tubuh

Anda pasti pernah mengalami kedutan, cegukan, atau telinga berdenging. Sayangnya, sebagian besar dari anda seringkali mengabaikan tanda-tanda tubuh tersebut.

Padahal menurut Dr.Karen Wolfe, penulis buku "Create The Body Your Soul Desires", mengatakan bahwa tubuh yang mengalami kedutan atau cegukan bisa menjadi pertanda bahwa tubuh anda sedang mengalami gangguan ringan.

Namun meskipun gangguan tersebut tergolong ringan, tidak berarti anda harus mengabaikannya. Sebab, dengan memahami sinyal yang diberikan oleh tubuh diharapkan anda dapat lebih peduli pada tubuh sehingga tubuh menjadi lebih sehat.



Kedutan Pada Kelopak Mata Gerakan tak sadar yang diberikan oleh bagian tubuh anda ini menandakan bahwa tubuh anda kurang beristirahat dan tidur. Bahkan para ahli kesehatan sepakat, 99% kekejangan pada mata disebabkan karena tubuh anda didera stress dan lelah yang amat sangat.
http://blogs.creativeloafing.com/dailyloaf/files/2009/05/stress.jpg
Tidak ada cara lain yang bisa anda lakukan untuk menghentikan kedutan pada mata ini selain membiarkan tubuh dan mata anda untuk beristirahat. Mengompres mata anda dengan air hangat untuk beberapa saat juga sangat membantu.

Sering Menguap 

Menguap tidak selalu berarti mengantuk. Menguap, juga merupakan sinyal dari alam bawah sadar anda bahwa tubuh anda kurang bergerak. Misalnya, anda terlalu serius bekerja sehingga menghabiskan lebih dari 5 jam duduk di depan komputer.
http://formulasehat.com/wp-content/uploads/2009/04/wanita-menguap.jpg
Terlalu banyak menguap bisa juga berarti bahwa oksigen di dalam otak anda sedang menurun jumlahnya. Hati-hati, kondisi ini bisa menurunkan tingkat kewaspadaan serta konsentrasi anda terhadap pekerjaan dan lingkungan di sekitar anda.

Cegukan

Anda cegukan padahal anda tidak sedang makan apapun. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tubuh anda sedang mengalami stress. Hal ini karena cegukan melepaskan hormon stress ke dalam aliran darah, kemudian merangsang serat syaraf secara berlebihan.
http://1.bp.blogspot.com/_7pan0SkdZnE/SvExBWWcZKI/AAAAAAAAAI0/rTAPT6FTcSc/s320/cegukan.jpg
Akibatnya, terjadi kontraksi otot tak sadar yang terletak di dekat pita suara hingga menimbulkan bunyi. Cara termudah untuk meredakan cegukan anda adalah dengan cara menelan sedikit gula pasir.
Butiran gula pasir akan menstimulir ujung saraf di balik kerongkongan sehingga menghambat impuls syaraf lainnya, sehingga cegukan pun reda.

Kaki Kram 

Apakah anda sering mengalami kaki kram secara intens setiap malam? Kram kaki merupakan sinyal tubuh yang mengisyaratkan bahwa tubuh anda sedang mengalami dehidrasi, kekurangan kalsium dan magnesium. Untuk mengatasinya, minumlah air putih lebih banyak dari biasanya. Susu kalsium juga sangat disarankan.

Read more

Sejarah Susunan Keyboard

Pernahkah kalian berfikir mengapa susunan keyboard yang sehari-hari yang umumnya kita gunakan dibuat dengan susunan yang seperti itu. Dan apakah menurut kamu apakah susunan yang seperti itu merupakan yang paling efisien yang pernah dibuat sehingga kita akan lebih mudah dan cepat untuk kita mengetik.

Begini, susunan keyboard yang dipakai umum sekarang ini (QWERTY) sebenarnya adalah salah satu susunan yang paling tidak efisien yang ditujukan agar kita-kita dapat mengetik dengan lebih lambat. Mengapa demikian? Ini dia sejarah susunan keyboard..

Hal ini berkaitan dengan sejarah mesin ketik yang ditemukan lebih dulu oleh Christopher Latham Sholes (1868). Saat menciptakan mesin ketik prototype sebelumnya, malah sangat memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih cepat.



Terlalu cepatnya kemungkinan dalam mengetik tersebut, sampai- sampai sering timbul masalah pada saat itu. Seringkali saat tombol ditekan, batang-batang huruf (slug) yang menghentak pita itu mengalami kegagalan mekanik, yang lebih sering diakibatkan karena batang-batang itu saling mengait (jamming).

Karena bingung memikirkan solusinya pada saat itu, Christopher Latham Sholes justru mengacak-acak urutan itu demikian rupa sampai ditemukan kombinasi yang dianggap paling sulit untuk digunakan dalam mengetik. Tujuannya jelas, untuk menghindari kesalahan-kesalahan mekanik yang sering terjadi sebelumnya.

Akhirnya susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan pada tahun 1973 diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization). Sebenarnya ada beberapa standar susunan keyboard yang dipakai sekarang ini. Sebut saja ASK (American Simplified Keyboard), umum disebut DVORAK yang ditemukan oleh Dr. August Dvorak sekitar tahun 1940.

Secara penelitian saat itu, susunan DVORAK memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih efisien. Tetapi mungkin karena terlambat, akhirnya DVORAK harus tunduk karena dominasi QWERTY yang sudah terjadi pada organisasi-organisasi dunia saat itu dan mereka tidak mau menanggung resiko rush apabila mengganti ke susunan keyboard DVORAK.

Satu-satunya pengakuan adalah datang dari ANSI (American National Standard Institute) yang menyetujui susunan keyboard Dvorak sebagai versi “alternatif� di sekitar Tahun 1970. Susunan keyboard lainnya yang masih perkembangan dari susunan QWERTY adalah QWERTZ yang dipakai di negara seperti Hungaria, Jerman, Swiss, dll. AZERTY oleh negara Prancis dan Belgia, QZERTY, dll.

Sumber : kir-31.blogspot.com
Read more

Indonesia, Negara Pertama yang Memanfaatkan Gas Buang Karbon Dioksida



KOPENHAGEN, KOMPAS.com — PT Resources Jaya Teknik Indonesia (RMI)menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang melakukan langkah nyata
dalam pemanfaatan teknologi terapan pemanfaatan gas buang karbon dioksida di Forum Bright Green, Kopenhagen, Denmark, yang digelar 12-13
Desember 2009.

Forum Bright Green adalah pameran teknologi ramah lingkungan yang
diikuti ratusan industri dan universitas penyedia teknologi ramah
lingkungan. Menteri Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Denmark Helge Sander,
Putri Kerajaan Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree, Pangeran Norwegia
Haakoen Magnus, dan Pangeran Kerajaan Denmark Frederik Andre Hendrik
Christian hadir dalam perhelatan tersebut.

Penandatanganan MoU dilakukan Presdir PT Resources Jaya Teknik Indonesia
Rohmad Hadiwijoyo dan Chief Sales Officer Union Engineering Michael
Mortensen serta disaksikan Jari Frijc-Madsen, perwakilan Deplu Denmark,
dan Duta Besar Indonesia untuk Denmark, Abdul Rahman Saleh.

Dalam MoU yang ditandatangani pada 12 Desember tersebut, kedua pihak
sepakat akan membangun sistem teknologi Dry Ice Expanded Tobacco,
pengembang tembakau menggunakan es kering (DIET) di Cilegon, Jawa Barat,
senilai 12 juta dollar AS.

Cara kerja teknologi Dry Ice Expanded Tobacco adalah dengan
menyemprotkan selubung karbon dioksida pada daun tembakau kemudian
diberikan tekanan dan suhu yang tinggi sehingga memaksa volume sel daun
tembakau mengembang hingga dua kali lipat.

Menurut Managing Director AircoDiet, anak perusahaan Union yang
mengembangkan teknologi DIET, Asbjorn Schwert, dengan aplikasi teknologi
ini, volume tembakau yang dihasilkan menjadi dua kali lipat sehingga
menekan jumlah tembakau yang digunakan dalam produksi rokok. "Gas
karbondioksida yang digunakan juga hanya 50 persen dalam satu kali
proses. Sisanya bisa kembali digunakan untuk produksi selanjutnya,"
sebutnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Menurut Michael Mortensen, gas karbon dioksida dalam sistem DIET
berkapasitas 300 kg/jam yang dibangun di Cilegon itu akan memanfaatkan
karbon dioksida hasil olahan gas buang PT Krakatau Stell yang dikerjakan
PT Krakatau Karbonindo. PT Krakatau Karbonindo merupakan anak usaha
bersama RMI dan Krakatau Stell yang awal tahun ini membangun pemurnian
karbon dioksida senilai 31,8 juta dollar AS berkapasitas 72.000 ton
karbon dioksida per tahun di Cilegon. "Dengan kesepakatan ini, RMI
menjadi perusahaan pertama non-produsen rokok yang memanfaatkan
teknologi DIET. Indonesia menjadi negara pertama yang melakukan langkah
nyata di Kopenhagen," ujar dia.

RMI sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dengan pihak American
Sumatra Tobacco Company di Medan. Dalam draf MoU yang ditandatangani
itu, RMI akan menerapkan teknologi DIET pada stok tembakau Sumatera
Tobacco, yang merupakan pengekspor rokok terbesar di Indonesia.
Read more