Ads Header

Pages

Rabu, 24 Februari 2010

‘Wise’ Diluncurkan Untuk Membuat Peta Seluruh Angkasa

Pada pagi hari jam 09:90 hari minggu, 14 desember 2009, programmer NASA mengumumkan peluncuran pesawat ulang-alik Wise di Vandenberg, California. WISE adalah kependekan dari Wide-field Infrared Survey Explorer.

Pesawat ini bekerja dengan system remote control sebagaimana sistem pada robot. Dia membawa teleskop bersensor infrared yang panjang gelombangnya mampu memanjang antara 3,3 – 23 mikrometer. Gelombang-gelombang ini tidak bisa dilihat dari permukaan bumi, karena tersedot oleh lapisan atmosfer bumi. Teleskop ini ditunggu untuk melakukan pen-scanan dan pemotoan ruang angkasa secara sempurna. Dengan peralatan yang baru (sensor infrared), diharapkan Wise bisa berhasil menemukan jutaan galaksi yang berkilauan, ribuan planet-planet kecil, dan brown dwarfs (cokelat kurcaci) yang belum diketahui sebelumnya.

Proyek yang biaya keseluruhannya mencapai sekitar USD $320 juta ini dipimpin oleh ilmuwan ruang angkasa Ned Wright, utusan Universitas California di Los Angeles. Proyek penting ini telah didengungkan sejak tahun 1983 ketika roket IRAS/ satelit astronomi buatan bersensor infrared (Infrared Astronomical Satellite) yang pertama melakukan pen-scanan seluruh langit dengan infrared. Dan sampai saat ini pun masih menjadi bahan referensi dan rujukan bagi para peneliti dan orang-orang yang berkepentingan di dalamnya.

Peluncuran Wise diharapkan bisa mendata daftar dari ratusan juta materi-materi angkasa dengan infra merahnya. Karena di langit ada ratusan materi-materi yang mengejutkan, bintang-bintang kecil, dan komet-komet yang tidak diketahui sebelumnya yang melewati orbit bumi. Diharapkan juga, Wise dengan panjang gelombang infrarednya mampu menghitung secara detail ribuan bintang-bintang gagal atau rusak (failed stars), yang disebut juga dengan brown dwarfs (cokelat kurcaci), dan jutaan galaksi-galaksi yang bersinar dengan kilauan yang berbeda-beda dan sangat jauh.

Diharapkan juga, Wise memperihatkan jumlah materi-materi lonjong yang terpecah-pecah yang ditemukan di sekitar bintang-bintang muda dan elemen-elemen dari sisa-sisa bebatuan keras yang hancur dan nantinya akan membentuk menjadi planet-planet. Diharapkan juga Wise bisa menemukan kumpulan partikel debu-debu yang pada nantinya akan menjadi awal kelahiran bintang-bintang. Apalagi akan menjadi sangat mudah, karena Wise akan menyerap cahaya dan UV dari materi-materi ini, dan memantulkan radiasinya lewat infra merah.

Diharapkan juga, Wise mampu menemukan brown dwarfs yang diketahui seperti bola/ atau cincin seukuran planet Jupiter yang terbentuk dari gas, akan tetapi tidak kuat sepeti bintang. Wright juga mengungkapkan dengan yakin: “Wise akan mampu menemukan sekitar 100 brown dwarfs sejauh 20 tahun cahaya dari bumi.” Kemudian melanjutkan kata-katanya: “Dengan fotonya, akan ditemukan ratusan ribu planet-planet kecil di zona utama antara orbit-orbit Mars dan Jupiter. Wise juga akan memberikan kepada kita hitungan pertama kalinya secara sempurna, jumlah materi-materi bebatuan ini dan info-info baru tentang susunannya. Aku benar-benar sangat antusias sekali, karena kita akan melihat bagian-bagian dari alam yang belum pernah kita lihat sama sekali.”

Wise akan tetap berada di sekitar batasan terjauh dari orbit bumi. Kemudian dia akan maju perlahan-lahan dan merubah sudut deviasinya. Dia akan tetap berada di dalam orbitnya untuk menghimpun gambar fotografi setiap11 detik, dana akan men-scan seluruh langit selama 6 menit. Setelah itu, dia akan memulai men-scan bagian-bagian lain selama 3 menit. Wise juga dilengkapi dengan tangki es hydrogen yang akan menjadikannya tetap dingin ketika terkena derajat panas 15 kali lipat lebih besar di atas derajat mutlak. Dan mengurangi pancaran-pancaran infrared yang dimilikinya yang bisa berlawanan dengan elemen-elemen lemah bagi sinar infrared di ruang angkasa.

Wright mengatakan, walaupun Wise pengganti dari Iras, akan tetapi Iras tetap akan digunakan dan dia akan membandingkan keduanya. Wise 15 kali lebih sensitif dibandingkan dengan Iras, karena gelombang-gelombang infrared pada Iras hanya antara 12 – 23 mikrometer saja. Sedangkan Wise yang merupakan pesawat baru, akan mencatat elemen-elemen lemah terhadap infrared dan memberi tahu posisi dan letaknya dalam bentuk yang lebih detail.

Charles Beichman, seorang peneliti dari Nasa di Pasadena, California berkata: “Ketika kita merealisasikan suatu pengembangan dengan dugaan-dugaan, maka kita harus memproduksi sesuatu ratusan atau ribuan kali lebih besar. Dan ketika kita melakukan itu (menggambar peta langit secara sempurna),kita pasti akan menjadi acuan selama beberapa dekade yang akan datang.”

Wright juga menyeru untuk terus melihat ke depan dan yakin karena pintu kesuksesan akan terbuka. Dia juga berharap agar jangan diperlihatkan foto-foto awal dari Wise, kecuali setelah beberapa bulan setelah sejak peluncuran. Adapun peta-peta angkasa secara detailnya, akan disebarkan pada april 2011.
Read more

Selasa, 23 Februari 2010

Dunia Akan Mengimpor Energi Baru Dari Gurun-Gurun Pasir Negara-Negara Arab

Selama beberapa dekade ini, dunia melakukan pemanfaatan energi matahari sebagai ganti dari energi fosil (energi yang tertanam di dalam bumi). Permulaan ini telah tercapai saat ini, dimana manusia tidak fokus lagi terhadap produksi energi dari bahan bakar fosil. Karena bahan bakar energi fosil adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Pada saatnya nanti akan habis seiring berjalan waktu. Energi fosil juga dalam proses pelaksanaannya banyak menimbulkan kerusakan-kerusakan lingkungan, dan menjadi sumber kerusakan lingkungan alam melalui limbahnya. Selain itu, juga menyebabkan kenaikan drastis terhadap harga-harga bahan bakar.

Oleh karena itu, negara-negara industri menambah orientasinya terhadap pemanfaatan energi matahari dalam bentuk luas. Inilah yang diartikan penelitian-penelitian dan proyek-proyek yang bertujuan untuk menemukan teknis mekanisme terbaik dalam pemanfaatan energi matahari di negara-negara industri maupun non industri, dalam memproduksi listrik yang dipakai untuk menjalankan mobil-mobil, telepon-telepon, transportasi-transportasi, penerangan masyarakat, dan lain sebagainya.

Akan tetapi permasalahan yang dihadapi negara-negara industri secara umum adalah kekurangan mereka terhadap cahaya matahari, karena hari-hari yang terdapat pancaran matahari di daerah mereka sedikit. Bahkan ada negara-negara yang tidak dianugerahkan oleh cahaya matahari, kecuali hanya beberapa hari dalam setahun. Inilah yang membatasi mereka dalam proyek-proyek pemanfaatan energi matahari di negara-negara itu, atau menjadikan kurang efektif atau tidak ekonomis. Sedangkan pada saat yang sama, ada beberapa daerah-daerah di belahan dunia lain yang hari-harinya dianugerahi banyak pancaran cahaya matahari dalam setahun. Terutama di negara-negara Arab dan gurun-gurun pasir Afrika Utara.

Maka solusi satu-satunya adalah dengan cara mengimpor cahaya matahari dari daerah-daerah gurun pasir itu ke negara-negara yang kekurangan cahaya matahari. Namun hal ini benar-benar kelihatan aneh dan asing ketika mendengar ‘impor cahaya matahari’. Maksud teknisnya adalah, pengubahan cahaya matahari dari padang-gurun pasir di kawasan negara Arab dan utara Afrika, menjadi energi listrik dan diekspor kepada negara-negara Eropa, Amerika, Inggris, dan negara-negara lain yang ingin mengimpornya.

Penjelasan lebih lanjutnya yaitu, pemanfaatan dan pengubahan energi matahari di gurun-gurun pasir negara Arab dan Afrika menjadi listrik, kemudian listrik itu diekspor ke negara-negara internasional. Uni Eropa mengumumkan melalui sumber-sumbernya yang dipercaya bahwasanya dia merencanakan pengeluaran uang lebih dari 10 miliar dolar untuk membangun serangkaian pembangkit listrik tenaga matahari di daerah Afrika Utara dan timur tengah, dan kemudian mengimpornya. Sedangkan Jerman telah memulai pelaksanaan proyek terbesar, yaitu memproduksi energi dari cahaya matahari di gurun-gurun pasir Afrika Utara dan menyuplai pasar-pasar Eropa dengan proyek itu. Pelaksanaan proyek ini diharapkan berjalan beberapa tahun lagi dengan biaya 400 miliar euro, dan diberi nama ‘Dezrtek.’

Bagaimana pemindahan energi dari gurun pasir ini terealisasikan ke Eropa?
Tentunya kita tidak bisa membayangkan pemindahan energi listrik dari gurun-gurun pasir negara Arab ke negara seperti Inggris, melalui kabel-kabel dan berjuta-juta tiang listrik. Memang sampai saat ini, metode seperti inilah yang kita ketahui dalam pemindahan listrik. Para ilmuwan modern era ini tidak mau memikirkan cara seperti karena merasa itu suatu kemustahilan. Namun, pemikiran mereka mengarah kepada bagaimana caranya transmisi energi dengan cara ‘nirkabel’ (wireless). Maksudnya, setelah memproduksi listrik melalui energi matahari di berbagai gurun pasir, mereka akan memindahkannya tanpa menggunakan kabel.

Pada akhirnya, transmisi nirkabel untuk energi listrik telah direalisasikan sebagai inovasi, dan akan dikembangkan dengan serius. Inovasi ini telah direalisasikan pada tahun 2001, oleh insinyur mesin asal Perancis. Ketika itu, dia berhasil melakukan percobaan transmisi arus listrik nirkabel dalam bentuk gelombang-gelombang pendek yang mampu menyalakan lampu listrik di kejauhan, dari sumber energi sejauh 40 m.
Lebih detail lagi, pada awalnya transmisi arus listrik ini berjalan dengan cara seperti biasa, yaitu cahaya-cahaya matahari diubah di dalam pembangkit-pembangkit listrik yang berlokasi di padang-gurun pasir, menjadi energi listrik. Kemudian, pembangkit-pembangkit tersebut mengubah energi listrik menjadi gelombang-gelombang elektromagnetik akurat (seperti pemanggang roti/ microwave) dengan menggunakan Magnetron atau Klystron (alat yang digunakan pada sistem radar sekarang ini), sehingga bisa menjadi mudah penyesuaiannya. Lalu gelombang-gelombang elektromagnetik tadi menyebar ke adapter-adapter pengubah khusus yang berada di negara yang mengimpor. Setelah itu, ada antena-antena khusus yang menerima gelombang-gelombang elektromagnetik tadi untuk kemudian diubah lagi menjadi arus listrik bertegangan tinggi. Oleh karena itu, arus listrik bertegangan 220 volt atau 110 volt.

Melewati Luar Angkasa
Tidak diragukan lagi, teknologi ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan kemajuan ilmiah di dunia. Jikalau nantinya proyek ini sukses, dan tidak menimbulkan efek samping kepada orang yang terkena radiasi elektromagnetiknya, maka langkah selanjutnya akan menuju ‘luar angkasa’. Caranya dengan membangun pembangkit-pembangkit yang dikembangkan untuk memproduksi energi listrik yang terkumpul sangat besar di luar angkasa melalui satelit-satelit buatan yang menghimpun energi matahari dan mengubahnya menjadi gelombang-gelombang elektromagnetik pendek, dan dikirimkan ke alat penerima di bumi yang akan bekerja mengubah gelombang-gelombang tersebut menjadi energi istrik. Satelit-satelit buatan itu akan dilengkapi dengan panel-panel matahari di orbit geostasioner bumi yang mampu memberikan arus listrik sebesar 140 miliah watt/cm2 (delapan kali lipat dari energi listrik ketika panel-panel mataharinya di permukaan bumi). Hal itu disebabkan karena panel-panel di luar angkasa itu tidak terpengaruh oleh mendung atau perubahan-perubahan cuaca, dan juga tidak terpengaruh akibat dari siang dan malam sebagaimana permukaan bumi.

Sun Kuwait Export
Sejak 70 tahunan abad lalu (1970an), presiden Kuwait telah mengalihkan pandangannya pada pengeksporan energi listrik dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika di dunia ini. Kuwait adalah negara terkemuka produsen sekaligus eksportir minyak mentah yang diperkirakan akan menduduki tempat yang menonjol, sebagai salah satu negara-negara pengekspor listrik dari energi matahari pada awal tahun 2050 nanti. Sejak beberapa tahun lalu, Kuwait – Jerman saling bekerja sama dalam proyek pembangkit listrik tenaga matahari ini. Para spesialis penelitian Jerman telah melakukan pemanfaatan 10% dari daratan negara Kuwait yang bertujuan memproduksi listrik melalui energi matahari. Produksi listrik ini akan meningkatkan pendapatan minyak mentah sekitar 500.000 barel/ hari.
Read more

Minggu, 21 Februari 2010

Teleskop Ruang Angkasa Spitzer Menemukan Cincin Saturnus Terbesar

Teleskop Spitzer telah menemukan cincin raksasa yang sangat besar ukurannya (yang tidak kelihatan oleh mata telanjang) di sekeliling planet Saturnus. Cincin itu tidak ada bandingannya dengan cincin terbesar di antara cincin-cincin yang sangat banyak jumlahnya yang menyelimuti planet raksasa ini. Peneliti NASA berkata: “Jari-jari cincin yang baru ditemukan itu mengimbangi 300 planet Saturnus jika dibariskan satu persatu. Ukurannya yang sangat besar, sanggup menyelimuti 1 miliar bola bumi.”

Cincin (sabuk) baru itu terletak pada batasan maksimum sistem tatanan planet Saturnus. Kemiringan orbitnya, sekitar 27 derajat pada garis lurus cincin utama Saturnus. Jarak dari titik awal kumpulan materi cincin tersebut, sampai kepada ujung planet yang terkenal dengan cincin-cincin yang banyak ini, mencapai perjalanan kira-kira sejauh 6 juta km. Sedangkan sisanya (sampai dengan batasan akhir cincin tersebut) mencapai perjalanan 12 juta km. Cincin ini juga mengelilingi salah satu satelit terjauh dari satelit-satelit planet Saturnus yang jumlahnya lebih dari 60 satelit. Satelit terjauh yang berada di dalam cincin yang baru ditemukan ini bernama Phoebe. Dan diyakini para ilmuwan, Phoebe adalah asal-usul dari materi cincin ini.

Cincin Saturnus baru ini mempunyai tanda lain, yaitu wujudnya yang tipis. Ketebalannya menyamai kira-kira 20 kali diameter planet Saturnus. Ana Verpeer, seorang profesor astronomi Universitas Virginia di Charlotefil berkata: “Dia benar-benar cincin yang sangat besar. Jika kamu bisa melihatnya, maka kamu benar-benar akan melihat peredarannya yang memanjang di antara 2 satelit di langit, pada 2 sisi yang saling berlawanan dari planet Saturnus”

Ana Verpeer telah tergabung dalam penulisan makalah ilmiah tentang penemuan barunya itu bersama Douglas Hamilton (profesor astronomi Universitas Maryland) dan Michael Skerotsky (profesor astronomi Universitas Virginia di Charlotefil, yang dipublikasikan pada Oktober lalu di majalah ‘nature’ bersama gambar yang dilampirkan dengan prakiraan gambar untuk cincin baru itu, dan posisinya dari planet Saturnus dan 2 satelit Abitos dan Phoebe.

Cincin baru itu sendiri pada hakikatnya adalah cincin lemah yang terdiri dari partikel-partikel es dan partikel-partikel debu angkasa yang saling berjauhan. Teleskop Spitzer (yang lensanya bekerja dengan infrared) telah berada pada kumpulan partikel-partikel debu yang dingin dan berkilauan itu. Dan saat ini sedang mengorbit di sekitar matahari sejauh 107 km dari bumi.

Para ilmuwan astronomi yakin penemuan baru ini akan membantu atas pemecahan misteri sains yang sudah lama sekali. Misteri tentang satelit Abitos yang mengorbit di sekitar planet Saturnus. Wujudnya menyerupai lambang ‘Yin-Yang’, karena salah satu sisi permukaanya yang bercahaya dan berkilauan, dan sisi permukaan lainnya sangat hitam gelap.

Yin-Yang adalah pemikiran filsafat Cina berdasarkan penafsiran fenomena alam dan kehidupan yang disandarkan pada pemahaman penyatuan materi yang berlawanan. Yin adalah kekuatan atau gerakan yang yang terpancar keluar. Sedangkan Yang adalah kekuatan atau gerakan yang saling menarik, seperti pusat daya tarik. Keduanya ialah 2 kekuatan yang saling berlawanan yang berinteraksi di setiap bagian dari alam, dan di antara pertengahan keduanya terdapat sisi keseimbangan. Sebagai penjelasan, Yin adalah kekuatan yang bersifat laki-laki ditandai oleh gerakan, panas, dan berkilauan seperti sesuatu yang keluar yang nampak di timur, seperti matahari. Sedangkan Yang adalah kekuatan yang bersifat perempuan dengan gerakan gemulai yang tertarik dingin menyerupai bayangan di alam atau sesuatu yang mengintai. Kemudian terjadi pencampuran antara 2 gerakan ini secara perlahan sehingga terdapat keselarasan, dan menjadi satu lambang kesatuan.

Ilmuwan astronomi yang pertama kali menemukan satelit Abitos adalah Giovanni Casinni, pada tahun 1671. Kemudian beberapa tahun setelahnya, ditemukanlah permukaannya yang gelap. Maka saat ini, daerah yang gelap pada permukaan satelit itu dinamakan ‘Cassini area’ sebagai pengabadian namanya.

Para ilmuwan yakin, zona gelap pada permukaan Abitos terjadi, karena efek dari cincin yang baru ditemukan ini. Cincin raksasa baru ini mengorbit pada jalurnya sendiri. Sedangkan satelit Phoebe, satelit Abitos, cincin-cincin lain, dan mayoritas satelit Saturnus yang berada di dalamnya mengorbit berlawanan arah dengannya. Dan para ilmuwan yakin partikel-partikel debu dan partikel materi kehitam-hitaman pada cincin bagian luar bergerak mengarah ke satelit Abitos dan menabraknya.

Profesor Hamilton berkata: “Sejak zaman dahulu, para ilmuwan ragu adanya hubungan antara Phoebe dan satelit luar saturnus, dengan materi kehitam-hitaman di atas satelit Abitos. Pada akhirnya cincin baru ini mengawali bukti yang tak terbantahkan atas adanya hubungan ini.”

Hamilton menjelaskan bagian yang hitam pada permukaan Abitos adalah efek dari partikel-partikel debu di dalam cincin yang menutupinya, dan berlawanan dengan cahaya yang memancar dari permukaan Abitos. Inilah penyebab zona hitam pada satelit Abitos bagi yang melihatnya.

Pertanyaan yang terlontar sekarang adalah: “Mengapa para ilmuwan butuh waktu yang sangat lama untuk menemukan sesuatu yang padahal itu sangatlah besar?” Maka Verpeer menjawab pertanyaan tersebut: “Cincin itu tersusun dari partikel-partikel es dan partikel-partikel debu angkasa yang saling berjauhan satu sama lain. Jika kamu berada di dalamnya, kamu tidak akan mengetahuinya.”

Semua susunan itu, pada akhirnya menyebabkan cahaya matahari tidak sampai kepada planet Saturnus, dan juga menyebabkan tidak terlihatnya cincin itu sejak awal. Dan juga cincin itu tidak memantulkan cahaya yang kelihatan, sebagaimana juga cincin-cincin planet yang telah diketahui. Akan tetapi, partikel-partikel debu kecil yang sangat dingin ini mengeluarkan sinar yang panas. Sinar itulah yang digunakan teleskop Spitzer untuk memperkirakan batasan cincin, dan mengetahui gumpulan-gumpulan materinya.

Ana Verpeer dan kawan-kawannya menggunakan kamera infrared bergelombang panjang di dalam alat pendeteksi Spitzer untuk menjelajahi hamparan langit yang jauh dari Saturnus dan berada di dalam orbit satelit Phoebe. Sekelompok ilmuwan menduga sepertinya Phoebe mengorbit di tengah cincin baru itu yang terdiri dari debu-debu dan mengakibatkan terjadinya tabrakan-tabrakan kecil dengan sebagian meteor, planet-planet kecil, dan komet-komet. Inilah prakiraan yang menyebabkan Phoebe berbentuk lonjong dikarenakan tabrakan-tabrakan tadi.

Pada kenyataannya, memanglah sulit, bahkan hampir mustahil melihat cincin baru ini dengan teleskop sensor cahaya biasa. Partikel-partikel penyusunnya melampaui sebagian besar material di sepanjang jalan sampai planet Saturnus itu sendiri, dan di sepanjang jalan sampai ruang antara Saturnus dan planet lain. Oleh karena itu, jumlah yang relatif kecil pada partikel-partikel penyusun cincin itu tidak banyak memantulkan cahaya. Apalagi di luar planet Saturnus yang lebih sedikit terkena cahaya matahari.

Akan tetapi, lensa teleskop Spitzer super sensitif sedang berada di antara kumpulan debu dingin dan berkilauan (tidak lebih dari 80 derajat Kelvin/ kurang dari 316 derajat Fahrenheit). Partikel-partikel dinginnya berkilauan oleh infrared atau cahaya-cahaya panas. Sebagai gambaran, panasilah satu gelas es krim dengan infrared. Verpeer berkata: “Mudah bagi Spitzer pada posisi seperti itu (di tengah-tengah kilauan debu cincin yang dingin) untuk menemukan cincin itu.”

Peneliti NASA Pasadena di wilayah California, mengelola misi teleskop angkasa Spitzer, sementara Spitzer Science Center di California Institute of Technology menangani misi ilmiah teleskop untuk NASA.
Read more

Jantung Besi Adalah Jantung Yang Lemah

Perkembangan penyakit haemochromatosis, akan mengakibatkan kerusakan pada gen dan mengakibatkan bertambahnya penyerapan besi lewat saluran usus. Jarang sekali penyakit ini terjadi, disebabkan pengaruh kelebihan unsur besi di dalam makanan kita, atau pengaruh transfusi darah terus menerus. Besi yang berlebih, nantinya akan terbawa oleh darah dan akan menumpuk pada organ-organ tubuh yang berbeda-beda. Walaupun biasanya penyakit ini adalah penyakit keturunan, akan tetapi gejala-gejala yang timbul biasanya baru mulai kelihatan di pertengahan umur (dekat dengan umur 40 tahun), karena pengaruh penumpukan-penumpukan besi di dalam organ tubuh seiring bertambahnya umur.

Organ-organ tubuh yang terkena efek dari penyakit ini adalah jantung, hati, dan pankreas. Oleh karena itu, penyakit ini lebih dikenal dalam bahasa kedokterannya (Jantung besi, jantung yang lemah). Jika organ hati telah terkena efek penyakit ini, terkadang bisa sampai cacat atau kerusakan hati secara sempurna. Inilah penyebab utama kematian. Sedangkan jika jantung yang telah terkena efeknya, maka akan melemahkan otot pada jantung itu. Ini juga termasuk yang menyebabkan kematian. Dan jikalau pankreas yang telah terkena efeknya, maka orang yang menderita penyakit itu akan mendapat gejala-gejala yang mirip seperti gejala-gejala penyakit gula. Besi juga akan menumpuk di dalam kulit, dan menyebabkan perubahan pada warna kulit tersebut menjadi coklat. Selain itu, besi yang menumpuk ini juga bisa menyebabkan nyeri sendi atau kerusakan sebagian organ kelenjar.

Setelah dokter mendiagnosa penyakit, dan terbukti kadar darah tersebut kelebihan besi, biasanya dia akan meminta serangkaian tes untuk memperkirakan keselamatan hati dan organ-organ tubuh yang lain. Kemudian dia juga akan meminta serangkaian tes lain untuk melihat adanya keterlibatan gen yang menjadi penyebab penyakit ini. Terkadang dokter meminta sampel hasil diagnosa hati tersebut sebagai konfirmasi, mengingat gejala-gejala yang tampak biasanya belakangan, karena sebagian organ hati telah terkena kerusakan sebelum diagnosa penyakit. Untuk para wanita, diagnosa bisa dilakukan belakangan, karena mereka selalu membuang besi berlebih dari dalam tubuhnya melalui haid secara berkala.

Penyakit ini bisa disembuhkan melalui cara pencucian darah. Cara ini akan memurnikan sejumlah darah sekitar 500 ml selama seminggu, dengan satu-satunya jalan, melalui orang yang merelakan darah alaminya untuk disumbangkan, sampai darah yang banyak tercampur besi tadi kembali normal dan alami. Setelah itu, pencucian terus dilakukan berkala 3 sampai dengan 4 kali dalam setahun, untuk mencegah penumpukan besi yang kedua kalinya. Dokter memberikan toleransi bagi yang tidak bisa melaksanakan cuci darah secara berkala, bisa juga beralih pada obat-obatan sebagai sarana untuk memudahkan pemurnian darah dari besi berlebih. Namun, itu juga bergantung terhadap kesehatan jantung, dan anemia yang mengiringi penyakit itu.

Bukanlah sebuah tindakan bijaksana, seorang yang terkena penyakit ini memantangi besi di dalam makanannya. Akan tetapi dia harus mengurangi konsumsi segala yang melebihi kadar batasannya. Sebagaimana yang telah dianjurkan dokter, dalam sehari kita harus mengkonsumsi minimal sekitar 18 mg besi. Bagi orang yang terkena penyakit ini, mereka masih bisa mengobatinya dengan beralih kepada kehidupan yang benar-benar serba alami, selama besi itu belum mengakibatkan kerusakan pada tubuh seperti kerusakan hati. Adapun jikalau penyakit itu telah menjangkiti organ-organ utama tubuh seperti jantung, hati, dan pankreas, maka tidak ada alternatif lain selain segera memeriksakan ke dokter spesialis untuk mencegah perkembangan penyakit ini.
Read more

Sabtu, 20 Februari 2010

Apa Yang DImaksud Dengan Ejector Seat?

Ejector seat (kursi luncur) adalah perantara bagi pilot untuk meninggalkan pesawatnya ketika dalam keadaan-keadaan darurat atau ketika tidak diragukan lagi pesawat akan jatuh dan hancur, seperti terkena tembakan, atau terbakar, atau bahkan meledak. Ketika pilot merasa seperti itu, dia akan menarik pengungkit tangan (seperti tongkat dan biasanya di antara kedua lututnya) untuk memisahkan kursinya keluar pesawat. Kemudian penutup kabin utama pesawat yang berwarna transparan di atas kepalanya akan terpisah, dan meluncurlah kursi ke tempat yang tinggi dan aman di luar pesawat, setelah itu parasut akan terbuka secara otomatis untuk mendaratkan pilot ke tanah dengan selamat.

Mengikuti prinsip perkataan “Kerusakan pesawat lebih baik dibandingkan kerusakan pesawat beserta krunya (pilot dan para navigatornya),” maka pilot harus cepat mengambil langkah penyelamatan ketika pesawatnya meledak atau terbakar dan dia merasa (dengan pasti) akan jatuh, juga ketika merasa rudal kendali telah mengincar dan menguncinya sehingga pesawatnya akan meledak, dan juga ketika dia terkena luka-luka tertentu. Oleh karena itu, diciptakanlah ejector seat ini. Di dalam keadaan-keadaan seperti itu atau keadaan yang serupa dengannya, maka pilot (dan navigatornya) harus segera menarik tongkat pengungkit di dekat kedua kakinya. Ejector seat itu mempunyai mesin jet yang bekerja, sehingga pilot akan meluncur jauh untuk menghindari ledakan, dan parasutnya akan membuka secara otomatis untuk menurunkan pilotnya dengan selamat.

Teknologi ini berperan penting bagi keselamatan para pilot sekitar 90%. Mari sama-sama kita lihat sejarah penggunaannya, dan bagaimana penyempurnaan pembuatannya:
Pada tanggal 1 maret 1912, Albert Perry (Amerika) melompat pertama kali dengan parasutnya dari pesawatnya yang hancur. Kemudian pada tanggal 19 agustus 1913, Adolf Bigo (Prancis) mengikuti setelahnya pada saat umurnya masih 24 tahun. Dia melayang-layang dengan pesawatnya pada ketinggian 300 meter, dan meluncurkan dirinya sendiri ke udara, kemudian parasutnya membuka dan mendaratkannya secara perlahan. Akan tetapi pada percobaan ketika itu, dia lupa mematikan mesin pesawatnya sebelum meniggalkan pesawat. Pesawat itu pun terus melayang di sekitarnya dan berputar-putar beberapa kali, sehingga membakar parasutnya sampai kemudian pesawat itu jatuh dan meledak. Namun walaupun parasutnya terbakar, dia tetap mendarat dengan selamat.


Namun, yang pertama kali melakukan percobaan ejector seat adalah negara Jerman pada 30 tahunan abad lalu (1930-an). Mereka memakai model pengungkit yang dipakai oleh pilot untuk melepaskan kaca kabin dari pesawat dan melemparkan pilot dengan tekanan yang kuat, dan kemudian parasut pada kursi itu akan membuka. Tetapi setelah muncul penemuan mesin jet berkecepatan di bawah suara, proyek ejector seat ini tidak diteruskan lagi. Karena jikalau pilot meluncur, dia akan menabrak ekor pesawat atau bagian-bagian lain dari pesawat disebabkan kecepatannya yang mencapai 800-960 km/s. Oleh karena itu, para pendesain membuat inovasi ejector seat yang di dalamnya terdapat muatan terbakar untuk meluncur jauh lebih cepat dari pesawat sebelum parasutnya terbuka. Pada pertengahan perang dunia kedua, sebagian negara yang saling berperang masih menggunakan kursi luncur berteknologi tekanan udara. Namun sebagian negara lain sudah menggunakan teknologi pembakaran gumpalan (semacam rudal) di dalam kursi untuk meluncurkan pilot bersama kursinya keluar pesawat.


Setelah ditemukannya pesawat berkecepatan melebihi suara, mereka membutuhkan ejector seat yang lebih bagus untuk mengimbanginya. Karena peluncuran pilot keluar pesawat yang meluncur melebihi kecepatan suara ini adalah perkara yang sangat berbahaya. Karena daya luncur pada keadaan seperti ini, bisa melebihi 20 kali lipat gravitasi bumi, atau sama seperti pilot mengangkat bebannya sendiri 20 kali lipat, yang bisa menyebabkan luka-luka berat atau bahkan kematian. Oleh karena itu, dibuatlah kursi penutup (untuk menjaga pilot dari tekanan udara yang tiba-tiba) dan meluncur di dalamnya pilot bersama kursinya. Teknologi ini berkembang pesat dengan adanya kabin tertutup (ruang utama pilot) yang kursinya meluncur dan bisa mengeluarkan 2 sayap kecil, dan dilengkapi dengan mesin yang bisa meluncur jauh dari pesawat. Setelah itu, kecepatan kursi itu akan menurun secara otomatis sampai pada 500 km/s dan parasut juga akan terbuka secara otomatis. Ejector seat ini juga mampu menghindari pendaratan di medan perang atau daerah manapun yang tidak diinginkan oleh pilotnya mendarat di sana (seperti hutan atau gunung) ke tempat-tempat yang aman. Ejector seat ini juga dilengkapi dengan segala sesuatu yang memanjakan pilotnya sebagai bentuk penjagaan hidupnya seperti kantong air minum, makanan, senjata, kompas, wireless, dan mantel anti tenggelam. Setelah itu, ejector seat mulai mengalami perubahan terus menerus sampai yang kita lihat saat ini agar pilot merasa lebih aman dan nyaman.

Secara umum, ejector seat ini merupakan salah satu komponen yang paling sulit dari pesawat. Karena sebagian mesinnya terdiri dari ribuan bagian yang bekerja dengan sangat cepat dan beruntun untuk menyelamatkan hidup pilot. Ejector seat ini biasanya dipasang di kabin utama dengan tongkat pengungkit di sela-sela bagian pemutar di tepian kursi. Tongkat pengungkit ini bertujan untuk meluncurkan keluar pesawat pada saat-saat tertentu. Kursi ini juga dilengkapi dengan semacam roket untuk meluncurkan kursi ke atas ketika tongkat pengungkit itu ditarik, juga dilengkapi alat pengontrol, dan parasut. Ejector seat ini termasuk dari bagian sistem keluar dari pesawat, yang juga mencakup mekanisme membuka permukaan atas kabin sebelum peluncuran ejector seat. Sebagian pesawat lain disediakan penutup di sela-sela permukaan atas kabin yang terlepas, sebelum akhirnya meluncur.

Ejector seat bekerja dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan pengungkit pada 2 sisi kursinya, ada juga yang di tengah, dan ada juga yang terlebih dahulu menurunkan penutup pada wajah pilot untuk melindunginya dan meluncur. Pada keadaan-keadaan tertentu, kadang ada kondisi darurat yang memaksa untuk meluncurkan pilot dengan sendirinya. Sementara pesawatnya belum take-off. Pada keadaan seperti ini, tidak ada jaminan parasut akan terbuka, karena dia tidak terbuka sebelum mencapai ketinggian yang cukup. Jarak antara penarikan tongkat luncur sampai waktu meluncurnya pilot, tidak lebih dari 4 detik. Namun jarak waktu tersebut bekerja sesuai jenis kursinya dan keinginan pilotnya. Ketika pengungkitnya telah ditarik, maka selongsong peluru di dalam mesin peluncur akan meledak dan mementalkan kursi ke udara. Kemudian sistemnya bekerja dan mengikat kaki pilot untuk menjaga kedua kakinya dari tersangkut dengan benda-benda di dalam pesawat atau benda apapun yang menyakitinya. Roket di bawah ejector seat itu mampu memberikan kekuatan yang cukup untuk melemparkan pilot ke udara yang aman. Dan kekuatan ini tidak bisa dilampaui oleh batas kekuatan manusia biasa.

Penutup kabin utama akan terlepas untuk memberikan jalan bagi pilot dalam melarikan diri, sesaat sebelum sistem peluncuran ejector seat bekerja. Ada juga sebagian pesawat lain yang menyediakan mesin rudal, dan bekerja setelah kursi dan pilotnya keluar dari kabin, untuk meluncurkan pilot sejauh 30,5 – 61 m (sesuai keinginan pilot) agar menghindari benturan dengan ekor pesawat atau bagian-bagian lain dari badannya.

Setelah keluar dari pesawat dengan cepat, terbukalah parasut kecil pelambat kecepatan dari atas kursi, dan perlahan-lahan mengurangi kecepatan rata-ratanya untuk pendaratan pilot. Beberapa saat setelah itu, sensor ketinggian pada kursi bekerja dan menjadikan parasut pelambat tadi menarik parasut utama dari tasnya sampai pilot melayang. Pada akhirnya, mesin tadi bekerja dan melepaskan kursi dari pilot yang mendarat ke tanah dengan selamat. Ada juga sebagian pesawat-pesawat perang yang menyediakan ejector seat lebih dari satu buah, untuk beberapa orang kru-kru yang lain.

Inilah gambaran sekilas dari ejector seat yang meluncur dari pesawat dengan kecepatan tinggi yang jauh melebihi gaya gravitasi, untuk menghindari benturan antara pilot dan dan pesawatnya. Kecepatan tiap ejector seat berbeda-beda tergantung modelnya. Besar gaya gravitasinya saat meluncur mencapai antara 18-22 g. Selanjutnya, teknologi ini sekarang digunakan pada pesawat-pesawat perang yang hanya tergabung dalam berbagai peperangan saja, dan dibatasi penggunaannya pada pesawat-pesawat lain.

Ejector seat ini tidak boleh digunakan bagi pilot maupun penumpang pesawat-pesawat komersial yang tidak ada parasut penyelamat di dalamnya. Karena sangat sulit menyuplai setiap penumpang dengan parasut untuk keselamatan diri mereka ketika terjadi kecelakaan, apalagi mensosialisasikan dan melatih mereka cara penggunaannya. Terlebih lagi, di mana ruangan-ruangan yang digunakan untuk memenuhi parasut-parasut itu? Belum lagi kekacauan yang akan terjadi di dalam pesawat yang hampir jatuh itu ketika semua penumpang ingin melompat dari satu pintu pesawat. Adapun, sang pilot harus tetap bertahan di pesawat, karena nasibnya bergantung pada nasib pesawat dan para penumpang. Dia harus terus berusaha sekuat tenaga menyelamatkan mereka. Oleh karena itu, pilot pesawat komersial tidak disuplai dengan parasut penyelamat ataupun ejector seat.

Saat ini, percobaan penggunaan ejector seat terus berkembang. Dan sasarannya saat ini adalah pesawat luncur.
Read more

Mengapa Burung Unta Menyembunyikan Kepalanya di Dalam Pasir?

Apakah burung unta benar-benar menyembunyikan kepalanya di dalam pasir?
Jawabannya adalah iya, benar. Akan tetapi dia mempunyai sebab-sebab yang berbeda-beda. Burung unta adalah burung yang panjang lehernya dan dia juga bisa berdiri tegak tidak seperti kebanyakan burung lainnya, akan tetapi dia mempunyai kekurangan pada penglihatannya. Dia menggantungkan hidupnya dalam pencarian buah-buahan dan tanaman-tanaman seperti labu. Dan juga tanaman-tanaman lain yang terhampar di bumi seperti melon, waluh,semangka. Ketika dia merasakan ada bahaya di sekitarnya yang tidak bisa diatasinya, maka kepalanya akan mendekat ke tanah.

Akan tetapi walau mempunyai penglihatan yang kurang, sungguh Allah telah menganugerahkan padanya secara fitrah pendengaran yang tajam. Pendengaran ini digunakan untuk mendengarkan baik-baik langkah-langkah dari hewan-hewan buas. Dia juga telah mengetahui secara fitrahnya bahwasanya transmisi suara di dalam padatan bergerak jauh lebih cepat daripada di udara. Oleh karena itu, seringkali dia tiba-tiba segera menimbun kepalanya di dalam pasir.

Dan juga, dia bisa memata-matai getaran-getaran dan frekuensi-frekuensi suara dari langkah-langkah binatang-binatang berbahaya yang tersebar di bumi dari jarak yang sangat jauh. Dia juga bisa membedakan arah darimana datangnya suara binatang itu, dan mendorongnya melarikan diri ke arah yang dia merasa tempat itu bisa menjamin keselamatannya dari cakaran binatang buas.

Sungguh manusia telah diajarkan oleh burung unta melalui berita-berita yang jarang ini. Para penduduk-penduduk desa di Mesir meletakkan telinga-telinga mereka di atas batang rel kereta untuk memperhatikan dan mendengarkan suara getaran gema pada roda kereta yang datang dari jarak jauh. Kemudian mereka bisa memperkirakan jaraknya beberapa saat setelah itu, dan mengetahui jauh dekatnya tergantung pada panjang dan keras atau pelannya suara roda kereta tersebut.

Kemudian para tentara bawah tanah yang tersembunyi di padang-padang pasir, rawa-rawa, dan semak belukar, mereka diajarkan untuk menguburkan botol-botol atau wadah-wadah air di bawah permukaan tanah, dan menyambungnya dengan selang-selang. Salah satu dari dua ujungnya digunakan untuk mulut-mulut mereka, dan ujung yang satu lagi didekatkan pada telinga mereka. Alat ini juga bisa digunakan untuk memperhatikan suara dan gerakan di atas permukaan tanah ketika ujung satunya didekatkan pada permukaan tanah, apakah itu manusia, hewan, kendaraan, atau tank. Dan tehnik yang sama juga digunakan oleh dokter ketika merasakan detak jantung pasiennya, walaupun dengan alat yang berbeda. Maha Suci Allah yang telah memberikan segala sesuatu kepada ciptaannya, dan memberikan mereka petunjuk.
Read more

Kamis, 18 Februari 2010

Sistem Pertahanan Laser Untuk Menembak Nyamuk dan Mencegah Penyebaran Malaria

Ketika Ronald Reagan mengumumkan di penghujung akhir dari perang dingin, dia berencana menggunakan laser yang kuat untuk menghancurkan rudal balistik antar benua yang diluncurkan Uni Soviet ke Amerika. Akan tetapi walaupun laser benar-benar ada, rencana itu hanya sampai pada angan-angan saja. Para peneliti saat ini, telah menawarkan aturan baru bagi laser yang lebih ramah. Mereka mengalihkan laser ini kepada serangga, bukan lagi untuk rudal berhulu ledak nuklir. Mereka yakin, laser sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai pembasmian nyamuk yang membawa penyakit malaria. Penyakit yang membunuh lebih dari 1 juta manusia setiap tahunnya. Kebanyakan korbannya adalah anak-anak, dan telah melemahkan lebih dari ratusan juta manusia.

Para peneliti dari perusahaan Intellectual Ventures (perusahaan inovasi yang di bangun oleh para mantan direktur pelaksana Microsoft di Bolivia dan Washington) telah mengembangkan inovasi yang mereka namakan ‘Mosquitos fence of radiance’ (pagar cahaya nyamuk). Pagar tersebut terdiri dari rangkaian tiang-tiang yang setiap dari tiang itu dilengkapi oleh kamera kecil dan lampu listrik (nantinya akan disempurnakan pada edisi selanjutnya dengan desain berpasangan untuk memancarkan cahaya pada keduanya). Kamera-kamera di tiap tiang itu tersambung dengan computer utama ketika menemukan ada gerakan. Komputer itu telah terprogram untuk menganalisa segala gerakan serangga yang sesuai dengan tingkah laku nyamuk. Dan ketika gerakan tersebut sesuai, kamera itu segera mengarah kepada serangga tersebut dan membunuhnya dengan sinar laser.

Jordin Care, ilmuwan astronomi alam, dan mantan peneliti Program Pertahanan Melawan Rudal, sekaligus yang memimpin percobaan ini berkata: “Alat ini bisa menemukan jenis-jenis nyamuk yang berbeda-beda. Karena sayapnya menghantam frekuensi yang berbeda. Kemudian dia mengisyaratkan dalam perkataannya kepada nyamuk-nyamuk Anopheles Gambiae, yaitu jenis yang paling banyak pengaruhnya dalam penyebaran bakteri malaria yang sangat kecil. Bakteri itulah yang akan mengakibatkan penyakit malaria ketika nyamuk tersebut telah mencampurnya dengan darah ketika menyengat manusia.

Dr. Care merencanakan proyek pagar pembasmi nyamuk ini akan selesai dibuat di sekitar rumah sakit atau kampung yang terkena penyebaran malaria. DR. Care juga telah memperlihatkan tiang-tiang yang berjauhan satu sama lain dengan jarak sejauh 100 meter dalam bentuk gambar yang sangat baik untuk percobaan pertamanya ini. Dan dia meyakinkan, laser tersebut hanya akan menghancurkan nyamuk saja. Bersamaan dengan itu dia juga menegaskan, ada satu pekerjaan tambahan yang harus dilaksanakan, yaitu menjamin laser tetap aman bagi manusia dan hewan. Kemudian dia berkata bagi yang ingin dengan alat percobaannya itu, bisa membelinya dengan pemesanan melalui situs lelang elektronik yang terkenal ‘eBay’. Dia juga memperkirakan harganya setara dengan pemberian anti nyamuk kasur yang besar satu penduduk desa.

Ada lagi sebagian contoh-contoh lain yang lebih sederhana yang dikembangkan oleh Szabolcs Marka, ilmuwan astronomi alam dan teman-temannya di Universitas Columbia yang berada di New York. Dr. Marka telah menciptakan tabir/ penghalang dari sinar tak terlihat yang tidak bisa dilewati nyamuk. Dia menggunakan ‘Diode Laser’ (laser yang berpasangan) dan lensa-lensa yang sederhana dan sumber energi yang melahirkan penghalang dari sinar-sinar infra merah untuk melapisi pintu atau jendela, karena nyamuk-nyamuk sangat sensitif terhadap panas (kenyataannya, kesensitifan nyamuk kepada infrared membantunya merasakan makanan/ manusia). Maka ketika dia merasa ada penghalang infra merah, perasaannya akan kalah oleh penghalang itu dan menjadikannya terbang jauh. Percobaan-percobaan ini telah membuktikan bahwasanya penghalang ini bisa membunuh nyamuk yang terbang masuk ke dalamnya.

Kalaupun nyamuk-nyamuk bisa melewati penghalang tadi atau melewati jalan yang lain, maka ada penghalang sinar kedua di sekitar kasur, dan bisa juga disebarkan sinar-sinar tambahan di tempat lain. Marka Berkata bisa ditaruh 2 atau 3 penghalang sinar di sebuah rumah. Satu untuk pintu, satu lagi di sekitar penghuni rumah yang sedang tidur, dan yang ketiga untuk mengelilingi daerah yang biasa dijadikan persembunyian nyamuk (sebagai contoh bagian bawah atap rumah yang terbuat dari jerami dan gubuk-gubuk). Dia juga berkata, masih ada kemungkinan sebesar 6% nyamuk-nyamuk itu lolos dari sinar penghalang tersebut walaupun di dalam rumah dipasang 4 penghalang. Dan ada satu nyamuk yang menyebarkan malaria di setiap 100.000 nyamuk. Dia juga menyebutkan penelitiannya ini dibiayai oleh yayasan Gates yang biaya alatnya ini mencapai lebih dari USD $100.
Read more

Mengapa Nyamuk Mendekati Kita, Bukan Yang Lain?

Termasuk dari berbagai asumsi yang salah adalah, bahwasanya nyamuk lebih sering mendekati perempuan dibandingkan laki-laki. Asumsi lama ini didasari sikap nyamuk yang kabur dan menjauh dari keringat berlebih yang disebabkan karena laki-laki lebih jarang mandi, dan kurangnya perhatian terhadap bau badan mereka dibandingkan dengan perempuan. Dan juga, perempuan mempunyai kulit yang lebih halus dan lembut daripada kulit laki-laki yang merupakan insentif bagi nyamuk.

Dikatakan juga ada hormon-hormon pada perempuan yang berbeda dan tidak dimiliki selain mereka dan membentuk suatu zat sehingga nyamuk mendekatinya. Semua asumsi yang diambil sebagian orang tadi, pada akhirnya telah terbantahkan.
Ternyata, sebagian besar nyamuk mendekati bau CO2 yang memancar dari kita. Karena setiap manusia menghembuskan gas CO2 setiap harinya berjuta-juta kali. Inilah penafsiran sebagian orang tentang kenapa nyamuk lebih sering mendekati kita daripada yang lain.

Dr. Randolph Morgan kepala bagian serangga kebun binatang Cincinnati berasumsi, ada sebagian makanan yang kita makan secara teratur seperti roti, dan telah mengubah sebagian bau badan yang memancar melewati pori-pori kita dan menjadikan penghalang bagi nyamuk mendekati kita. Pendapat tadi didukung oleh para peneliti yang condong kepada pendapat ada komposisi-komposisi parfum, sabun, dan penghilang bau yang sering kita gunakan, sehingga nyamuk mendekati kita. James Logan dan Jenie Mordio, peneliti dari Universitas Aberdeen mengkaji tentang hal ini dengan beberapa sukarelawan.

Salah satu percobaan yang menyebabkan kesimpulan tadi adalah, nyamuk-nyamuk ditempatkan di dalam tabung eksperimen yang mempunyai ujung ganda, kemudian nyamuk itu memilih salah satu di antara 2 ujung tabung tersebut. Yang satu mengandung bau salah seorang sukarelawan, dan satunya lagi tidak mempunyai bau. Dan percobaan ini yang menjadikan nyamuk itu mendekati bau sukarelawan tadi.
Pada akhirnya, para ilmuwan masih tetap meneliti dan mengkaji tentang bau-bau yang menyebabkan nyamuk mendekatinya. Dan kita pun masih tetap menjadi sasaran empuk dari nyamuk-nyamuk itu.
Read more

Senin, 15 Februari 2010

Mawar-Mawar Biru Menyerbu Pasaran...!


Para Ilmuwan-ilmuwan holtikultura mulai mengalihkan pandangannya kepada mawar biru karena mahkota bunganya yang indah di dalam dunia pembiakan tanaman. Dan sekarang, pasar-pasar Jepang sedang bersiap untuk menyambut apa yang disebut para ilmuwan ‘bunga mawar biru rekayasa genetika pertama.’
Perusahaan Jepang telah mengumumkan dirinya sebagai perusahaan pertama yang menawarkan dan menjual bunga langka ini di pasar-pasar dengan harga kisaran antara 2000 – 3000 yen (sekitar USD $22 – USD $33) untuk tiap tumbuhannya, sekitar 10 kali lebih mahal dari harga normal.


Sebagaimana diketahui, tidak ada pigmen warna biru alami di dalam bunga-bunga mawar ketika direproduksi dari bunga mawar biru yang sebenarnya dengan cara metode pembiakan tradisional.
Pada kenyataannya, fakta tentang mawar-mawar biru bukanlah sesuatu yang baru. Mawar biru Faux diciptakan secara tradisional dengan pewenteran (pewarnaan) pada mawar-mawar putih. Ada juga mawar-mawar imitasi yang diproduksi dengan jalan pencampuran keturunan secara tradisional. Tetapi para peneliti berkata bahwa warnanya lebih mirip pada warna magenta.
Pada tahun 1847 Samuel Parsons, peneliti bunga asal Amerika berkata di dalam bukunya yang berjudul ‘Mawar’: “Perkembangan ilmu teknologi dan sains benar-benar telah berhasil memenuhi harapan para tukang kebun dalam menciptakan dan meneliti perkebunan mawar-mawar biru hingga akhir penelitian mereka.”
Bernard Mehrnj, seorang peneliti bunga berkata bahwasanya mawar biru telah diproduksi olehnya pada sembilan puluhan tahun lalu di Jerman. Dia telah menamakannya ‘Veilchenblau’, tetapi mawar tersebut lebih mirip ungu keabu-abuan, dan juga tidak berbunga kecuali hanya sekali.
Pada tahun 2004, perusahaan Suntory mengumumkan dirinya telah berhasil dalam pengembangan mawar biru yang sebenarnya. Mereka telah dibantu oleh Perusahaan Bioteknologi Australia ‘Florigene’, dengan cara pencampuran gen utama dari struktur warna biru ‘Delphinidin’ di dalam bunga-bunga Petonia ke dalam bunga-bunga mawar. Mereka berdua telah menamakan istilah bunganya ‘Floriography’ karena dia mewakili ketidakpastian dan perealisasian untuk percobaan yang mustahil.
Dan sejak saat itu, warna-warna mawar digunakan untuk menunjukkan perasaan yang berbeda-beda bagi manusia. Seperti mawar merah, dia berkaitan dengan kerinduan, cinta yang romantis dan bergelora. Warna merah pada mawar yang tersingkap di dalamnya menunjukkan sedikitnya keramahan dan kehangatan atas cinta. Keikhlasan dan kemurnian terlambangkan oleh mawar putih. Kemudian pada mawar kuning melambangkan kejujuran.
Para Ilmuwan yakin permintaan atas mawar-mawar biru akan sangat besar di masyarakat. Karena makna yang terkandung di dalamnya tidak akan hilang dalam hubungan manusia, dan juga mereka selalu mencari sesuatu yang langka dan berbeda. Apalagi bunga mawar selalu diletakkan dalam legenda-legenda, mitos-mitos, puisi-puisi, juga gambar-gambar.
Dahulu kala, orang-orang Romawi kuno sangat suka terhadap bunga-bunga mawar. Kaisar Nero telah membangun ruang makan berbentuk bulat yang sangat besar, dan banyak sekali bunga-bunga mawar bergelantungan di langit-langitnya. Bahkan Permaisuri Josephine, istri dari Napoleon Bonafarte memerintahkan para pengumpul bunga-bunga untuk mengimkan mawar kepadanya dari segala penjuru dunia yang terkenal pada waktu itu, sampai terjadinya perang Napoleon. Sedangkan di jepang, mawar diutamakan sebagai hadiah-hadiah sebagai makna spiritual yang mendalam.
Pemasaran bunga-bunga mawar biru baru ini akan sempurna jika digunakan sebagai hadiah besar untuk momen-momen khusus seperti pernikahan, resepsi pernikahan dan festival-festival lain menurut perusahaan yang memproduksinya.
Saat ini, perusahaan tersebut tidak merencanakan pemasaran mawar-mawar biru di luar jepang. Tetapi hal tersebut bukanlah perkara buruk, karena ada sebagian negara yang tidak suka pada bunga-bunga berwarna biru seperti Italia. Karena di sana, warna biru berkaitan dengan prasangka buruk dan malapetaka.
Read more

Sabtu, 13 Februari 2010

TERUNGKAPNYA RAHASIA KEMATIAN MOZART

Untuk sekian lama para ilmuwan meramalkan jenis penyakit yang merenggut kehidupan pemusik Austria, Rodrigo Soarez Alvez Mozart yang hanya berumur tidak lebih dari 35 tahun. Ada sebagian yang mengatakan dia terkena penyakit sefilis, ada juga yang mengatakan dia terkena demam rematik yang pada akhirnya merenggut hidupnya, bahkan ada yang mengatakan dia terkena parasit. Tetapi ada sebagian perkataan yang tak bisa dipertanggung jawabkan bahwasanya dia meninggal keracunan di tangan pesaing terbesarnya Antonio Salieri.


Saat ini, ada penafsiran baru tentang penyakit yang merenggut nyawa Mozart di akhir hidupnya adalah meningitis. Pendapat ini didasarkan oleh pimpinan tim peneliti Universitas Amsterdam, Belanda. Peradangan meningitis (radang hulu tenggorokan) pernah menyebar di kota Wienwina, yang pada saat itu pemusik besar ini hidup, sekitar tahun 1791 dan banyak menelan korban sampai terbunuh. Gejala-gejala penyakit meningitis ini saling berkesinambungan dengan gejala-gejala penyakit-penyakit lain yang diderita Mozart sebelum kematiannya. Inilah fakta yang benar atas penyakit yang telah membunuhnya di akhir hidupnya.

Dari awal, para peneliti telah berbeda pendapat hubungan antara penyakit meningitis dan demam rematik. Di satu sisi, mereka cepat memandang jauh bahwa tidak adanya kesinambungan secara sempurna antara gejala-gejala demam rematik dengan penyebaran penyakit meningitis di kota yang telah disebutkan tadi di sisi lain.

Menurut pendapat modern saat ini, Mozart telah menderita penyakit meningitis dan demam rematik yang diikuti dengan pembekakan yang sangat besar pada daerah tenggorokan, dan semakin parah oleh kekejangan otot dan kudis. Dan pada akhirnya semua gejala ini berkesinambungan dengan penyakit meningitis dan menyebabkan peradangan yang besar pada keseluruhan sehingga menjadikannya wafat. Sophie Haibel, istri dari saudara Mozart mengatakan bahwasanya peradangan yang terjadi di tenggorokan Mozart adalah sangat kronis sampai-sampai dia tidak bisa menggerakkan kepalanya ketika berbaring di kasur. Akan tetapi, walaupun ditimpa penyakit komplikasi seperti itu, tidak hilang kesadarannya sama sekali serta tidak hilang intelektualitas dan kecerdasannya sama sekali. 
Read more