Ads Header

Pages

Kamis, 22 Juli 2010

Jabir Ibnu Hayyan

Di zaman millennium saat ini, berbagai ilmu pengetahuan telah banyak membantu manusia dalam pendidikan, pekerjaan, bahkan kehidupan sehari-hari mereka. Penemuan berbagai ilmu tersebut, tidak bisa dilepaskan dari peran para ilmuwan yang telah berjasa membuka cakrawala dunia melalui ilmu tersebut. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwasannya para ilmuwan Islam-lah yang selalu menjadi pionir bagi kemajuan ilmu pengetahuan itu.

Matematika yang semakin sistematis melalui Al Khawarizmi, dengan teori Algoritma dan Aljabar temuannya. Fisika yang semakin maju lewat Al Biruni dan Ibnu Sahl, dengan teori gaya gravitasi dan hukum pembiasan cahaya milik mereka berdua. Kedokteran yang berkembang sangat pesat melalui Ibnu Sina. Ibnu Haitsam yang menjadi inspirasi pembuatan kamera melalui prinsip cahaya temuannya. Hingga Al Jazari yang telah mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang di kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.
Selain disiplin ilmu yang telah disebutkan, masih banyak ilmu lain yang belum diketahui penemunya oleh kita, seperti ilmu kimia. Ilmu kimia, modern ini banyak dikenal dan dipakai manusia untuk berbagai keperluan. Namun hanya sedikit yang tahu siapa sejatinya orang pertama yang menemukan ilmu eksakta tersebut.

Jabir Ibnu Hayyan, adalah ilmuwan Muslim pertama yang menemukan dan mengenalkan disiplin ilmu kimia tersebut. Ilmu kimia yang telah ditemukan oleh Jabir, turut membuktikan bahwa ulama Islam di masa lalu tidak hanya pandai dalam ilmu-ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu-ilmu umum sekaligus. Sejarawan Barat, Philip K. Hitti, dalam “History of The Arabs” berkata: "Sesudah ilmu kedokteran, astronomi, dan matematika, bangsa Arab memberikan sumbangannya yang terbesar di bidang kimia." Penyataan Hitti itu merupakan salah satu pengakuan Barat terhadap pencapaian yang telah ditorehkan umat Islam di era keemasan.

Jabir Ibnu Hayyan, merupakan seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi. Seorang tokoh besar yang dikenal sebagai “The father of modern chemistry.” Jabir Ibnu Hayyan pada masanya telah mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia. Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar untuk berkembangnya ilmu kimia dan tehnik kimia modern saat ini.

Tak salah bila dunia mendapuknya sebagai “bapak kimia modern.” Ahli kimia Muslim terkemuka di era kekhalifahan yang dikenal di dunia Barat dengan panggilan Geber itu memang sangat fenomenal. Betapa tidak, 10 abad sebelum ahli kimia Barat bernama John Dalton (1766-1844) mencetuskan teori molekul kimia, Jabir Ibnu Hayyan telah menemukannya pada abad ke-8 M.
Hebatnya lagi, penemuan dan eksperimennya yang telah berumur 13 abad itu ternyata hingga kini masih tetap dijadikan rujukan. Dedikasinya dalam pengembangan ilmu kimia sungguh tak ternilai harganya. Tak heran, jika ilmuwan yang juga ahli farmasi itu dinobatkan sebagai “renaissance man” (manusia yang mencerahkan). Tanpa kontribusinya, ilmu kimia tak akan berkembang pesat seperti saat ini. Ilmu pengetahuan modern sungguh telah berutang budi kepada Jabir yang dikenal sebagai seorang sufi itu.

Kelahiran dan Pengembaraan Ilmunya
Namanya asli beliau adalah أبو عبد الله جابر بن حيان بن عبد الله الأزدي : Abu Abdullah Jabir Ibnu Hayyan Ibnu Abdullah Al Azdi, lahir pada tahun 101 H yang bertepatan dengan 721 M. Para sejarawan banyak berbeda pendapat tempat di mana beliau dilahirkan. Ada yang berpendapat beliau dilahirkan di sebuah pulau di atas laut Eufrat di Suriah Timur. Ada juga yang berpendapat beliau terlahir di kota Harran yang termasuk daerah Mesopotamia di Suriah.

Perbedaan kedua pendapat ini disebabkan kemiripan nama beliau dengan ilmuwan astronomi Arab yang bernama Jabir Ibnu Aflah Al Andalus yang terlahir di Seville, Spanyol yang hidup pada abad 12 M. Pendapat lain mengatakan bahwasannya Jabir lahir di kota Thus yang termasuk daerah Khurosan di Iran.

Saat terlahir, wilayah Iran berada dalam kekuasaan Dinasti Umayyah. Sang ayah bernama Hayyan Al Azdi, seorang ahli farmasi berasal dari suku Arab Azd. Pada era kekuasaan Daulah Umayyah, sang ayah hijrah dari Yaman ke Kufah, salah satu kota pusat gerakan Syi’ah di Irak. Sang ayah merupakan pendukung Abbasiyah yang turut serta menggulingkan Dinasti Umayyah.

Ketika melakukan pemberontakan, Hayyan tertangkap di Khurasan dan dihukum mati. Sepeninggal sang ayah, Jabir dan keluarganya kembali ke Yaman. Jabir kecil pun mulai mempelajari Alquran, matematika, serta ilmu lainnya dari seorang ilmuwan bernama Harbi Al-Himyari.

Setelah kekhalifahan Dinasti Umayyah berakhir dan beralih kekuasaan di pundak Dinasti Abbasiyah, Jabir memutuskan untuk kembali ke Kufah. Di kota Syi’ah itulah, Jabir belajar dan mulai merintis karirnya. Ketertarikannya pada bidang kimia, dipengaruhi oleh profesi sang ayah sebagai peracik obat. Jabir pun memutuskan untuk terjun di bidang kimia.

Jabir yang tumbuh besar di pusat peradaban Islam klasik itu menimba ilmu dari seorang imam termasyhur bernama Imam Ja’far Shadiq. Selain itu, ia juga sempat belajar dari Khalid Ibnu Yazid. Jabir memulai karirnya di bidang kedokteran setelah berguru pada Barmaki Vizier pada masa kekhalifahan Abbasiyah berada dibawah kepemimpinan Khalifah Harun Al Rasyid.

Berbagai Karya dan Kontribusi Ilmiah Darinya
Jabir pernah bekerja di laboratorium dekat Bawwabah di Damaskus. Pada masa-masa inilah, ia banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru seputar permasalahan kimia. Berbekal pengalaman dan pengetahuannya itu, sempat beberapa kali ia mengadakan penelitian soal kimia. Namun, penyelidikan secara serius baru ia lakukan setelah umurnya menginjak dewasa.

Dalam penelitiannya itu, Jabir mendasari eksperimennya secara kuantitatif dengan alat yang dibuatnya sendiri, menggunakan bahan berasal dari logam, tumbuhan, dan hewani. Jabir mempunyai kebiasaan yang cukup konstruktif mengakhiri uraiannya pada setiap eksperimen. Dia berkata: “Saya pertama kali mengetahuinya dengan melalui tangan dan otak saya dan saya menelitinya hingga sebenar mungkin dan saya mencari kesalahan yang mungkin masih terpendam.“ Kalimat itulah yang kerap dituliskan Jabir saat mengakhiri uraian suatu eksperimen yang telah dilakukannya.

Pada perkembangan berikutnya, Jabir Ibnu Hayyan membuat alat pemotong, peleburan dan pengkristalan. Ia menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan oksidasi-reduksi.

Ia membedakan antara penyulingan langsung yang memakai bejana basah dan tak langsung yang memakai bejana kering. Dialah yang pertama mengklaim bahwa air hanya dapat dimurnikan melalui proses penyulingan. Proses penyulingan yang digunakannya pun memakai alat yang bernama "الأمبيق", yang kemudian di Barat dikenal dengan nama “alembic.”

Alembic merupakan alat penyulingan yang terdiri dari dua tabung yang terhubung. Will Durant, seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M berkata: “Ini merupakan alat penyulingan pertama.” Ensiklopedia Hutchinson pun, menyebut alembic sebagai alat penyulingan pertama yang digunakan untuk memurnikan seluruh zat kimia. (http://allkimia.wordpress.com/)

Jabir Ibnu Hayyan juga mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia ke dalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Dia jugalah orang pertama yang mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca.

Jabir Ibnu Hayyan juga yang pertama kali mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol.

Khusus menyangkut fungsi dua ilmu dasar kimia, yakni kalsinasi dan reduksi, Jabir menjelaskan, bahwa untuk mengembangkan kedua dasar ilmu itu, pertama yang harus dilakukan adalah mendata kembali dengan metoda-metoda yang lebih sempurna, yakni metoda penguapan, sublimasi, destilasi, penglarutan, dan penghabluran (pengkristalan).

Jika kita mengetahui kelompok metal dan non-metal dalam penggolongan kelompok senyawa, maka lihatlah apa yang pertama kali dilakukan oleh Jabir. Dia mengajukan tiga kelompok senyawa berikut:

1. Air (spirits): yakni yang mempengaruhi penguapan pada proses pemanasan, seperti pada bahan camphor, arsenik dan amonium klorida.
2. Metal: seperti pada emas, perak, timah, tembaga, dan besi.
3. Bahan campuran: yang dapat dikonversi menjadi semacam bubuk.

Ide-ide eksperimen Jabir itu sekarang lebih dikenal/ dipakai sebagai dasar untuk mengklasifikasikan unsur-unsur kimia, utamanya pada bahan metal, nonmetal dan penguraian zat kimia.

Kontribusi ilmiah lain dari Jabir dalam kimia adalah, ia memperkenalkan metode eksperimental untuk kimia. Dia juga penemu "القلوي" yang kemudian lebih dikenal ketika diterjemahkan ke dalam bahasa latin menjadi alkali.

Dia juga yang menemukan asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, tehnik distilasi dan tehnik kristalisasi. Dia juga yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.

Terobosan Jabir lainnya dalam bidang kimia adalah preparasi asam sendawa, hidroklorik, dan asam tartar. Penekanan Jabir di bidang eksperimen sistematis ini dikenal tak ada duanya di dunia. Inilah sebabnya, mengapa Jabir diberi kehormatan sebagai “Bapak Ilmu Kimia Modern” oleh sejawatnya di seluruh dunia. Dalam tulisan Max Mayerhaff, bahkan disebutkan: “jika ingin mencari akar pengembangan ilmu kimia di daratan Eropa, maka carilah langsung ke karya-karya Jabir Ibnu Hayyan.”

Tidak sampai di sana kontribusinya, masih ada banyak lagi temuan-temuannya yang sangat berharga dalam ilmu pengetahuan. Dalam hal teori keseimbangan misalnya, beliau diakui para ilmuwan modern sebagai terobosan baru dalam prinsip dan praktek alkemi dari masa sebelumnya. Sangat spekulatif, di mana Jabir berusaha mengkaji keseimbangan kimiawi yang ada di dalam suatu interaksi zat-zat berdasarkan sistem numerologi (studi mengenai arti klenik dari sesuatu dan pengaruhnya atas hidup manusia) yang diterapkannya dalam kaitan dengan alfabet 28 huruf Arab untuk memperkirakan proporsi alamiah dari produk sebagai hasil dari reaktan yang bereaksi. Sistem ini nantinya memiliki arti esoterik, karena kemudian telah menjadi pendahulu penulisan jalannya reaksi kimia.

Jelas dengan ditemukannya proses pembuatan asam anorganik oleh Jabir telah memberikan arti penting dalam sejarah kimia. Di antaranya adalah hasil penyulingan tawas, amonia klorida, potasium nitrat dan asam sulferik. Berbagai jenis asam diproduksi pada kurun waktu eksperimen kimia yang merupakan bahan material berharga untuk beberapa proses industrial. Penguraian beberapa asam terdapat di dalam salah satu manuskripnya berjudul “Shandaqul Hikmah”

Namun demikian, Jabir tetap saja seorang yang tawadhu' dan berkepribadian mengagumkan. "Dalam mempelajari kimia dan ilmu fisika lainnya, Jabir memperkenalkan eksperimen objektif, suatu keinginan memperbaiki ketidakjelasan spekulasi Yunani. Akurat dalam pengamatan gejala, dan tekun mengumpulkan fakta. Berkat dirinya, bangsa Arab tidak mengalami kesulitan dalam menyusun hipotesa yang wajar," tulis Robert Briffault.

Menurut Briffault, kimia, proses pertama penguraian logam yang dilakukan oleh para metalurg dan ahli permata Mesir, mengkombinasikan logam dengan berbagai campuran dan mewarnainya, sehingga mirip dengan proses pembuatan emas. Proses demikian, yang tadinya sangat dirahasiakan, dan menjadi monopoli perguruan tinggi, dan oleh para pendeta disamarkan ke dalam formula mistik biasa, di tangan Jabir Ibnu Hayyan menjadi terbuka dan disebarluaskan melalui penyelidikan, dan diorganisasikan dengan bersemangat.

Buku-Buku Karangannya
Menurut Al Zarkali di dalam bukunya yang berjudul “Al A’lam,” beliau menyatakan bahwasannya Jabir mempunyai karangan antara 232 sampai dengan 500 buku. Akan tetapi kebanyakan dari buku tersebut telah hilang. Sebanyak 80 kitab yang ditulisnya itu mengkaji dan mengupas seluk-beluk ilmu kimia. Sebuah pencapaian mengagumkan yang terbilang amat prestisius.

Sampai abad pertengahan, buku-buku Jabir di bidang ilmu kimia termasuk kitabnya yang masyhur -yakni Kitab Al-Kimya dan Kitab Al Sab'een- telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Terjemahan Kitab Al Kimya bahkan telah diterbitkan oleh ilmuwan Inggris, Robert Chester pada 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy. Sementara buku kedua Kitab Al Sab'een yang membahas 7 pemasalahan sesuai dengan judulnya (berisi tentang kimia, deskripsi dari buku-buku Aristoteles dan Plato,filsafat, astrologi, matematika, kedokteran, dan musik), diterjemahkan oleh Gerard Cremona pada tahun 1187.

Berikutnya di tahun 1678, ilmuwan Inggris lainnya, Richard Russel, mengalih bahasakan karya Jabir yang berjudul “Al Hikmah Al Falsafiyah“ dengan judul “Summa Perfectionist.” Berbeda dengan pengarang sebelumnya, Richard-lah yang pertama kali menyebut Jabir dengan sebutan Geber, dan memuji Jabir sebagai seorang pangeran Arab dan filsuf. Buku ini kemudian menjadi sangat populer di Eropa selama beberapa abad lamanya. Dan telah pula memberi pengaruh pada evolusi ilmu kimia modern.

Suatu pernyataan dari buku ini mengenai reaksi kimia adalah: "Air raksa (merkuri) dan belerang (sulfur) bersatu membentuk satu produk tunggal, tetapi adalah salah menganggap bahwa produk ini sama sekali baru dan merkuri serta sulfur berubah keseluruhannya secara lengkap. Yang benar adalah bahwa, keduanya mempertahankan karakteristik alaminya, dan segala yang terjadi adalah sebagian dari kedua bahan itu berinteraksi dan bercampur, sedemikian rupa sehingga tidak mungkin membedakannya secara seksama. Jika dihendaki memisahkan bagianbagian terkecil dari dua kategori itu oleh instrumen khusus, maka akan tampak bahwa tiap elemen (unsur) mempertahankan karakteristik teoretisnya. Hasilnya adalah suatu kombinasi kimiawi antara unsur yang terdapat dalam keadaan keterkaitan permanen tanpa perubahan karakteristik dari masing-masing unsur."

Karya lainnya yang telah diterbitkan adalah; Kitab Al Rahmah, Kitab Al Tajmi, Al Zilaq, Al Sharqi, Book of The Kingdom, Book of Eastern Mercury, dan Book of Balance (ketiga buku terakhir diterjemahkan oleh Berthelot). "Di dalamnya kita menemukan pandangan yang sangat mendalam mengenai metode riset kimia," tulis George Sarton. Dengan prestasinya itu, dunia ilmu pengetahuan modern pantas berterima kasih padanya.

Inilah sebagian kecil judul asli buku karangannya: "أسرار الكيمياء" (Secrets of chemistry), "نهاية الاتقان" (The end of perfection), "أصول الكيمياء" (The Origins of Chemistry), "علم الهيئة" (Science body), "الرحمة" (Mercy), "المكتسب" (AIDS), "الخمائر الصغيرة" (Small yeast), "صندوق الحكمة" (Wisdom Fund), "كتاب الملك" (Book of the King), "الخواص" (Properties),"السموم ودفع مضارها" (Poisons and pay disadvantages). (http://ar.wikipedia.org/wiki/جابر_بن_حيان)

Akhir Hayat Sang Maestro Kimia
Jabir Ibnu Hayyan meninggal pada tahun 199 H atau bertepatan pada tahun 815 M di Kufah, Iraq. Umur beliau saat itu adalah 95 tahun. Para sejarawan menggambarkan dirinya adalah seseorang yang memiliki badan tinggi besar, berjenggot lebat, dan terkenal dengan keimanannya dan wara’nya (berhati-hati terhadap sesuatu yang haram).

Begitu banyak sebutan-sebutan untuk dirinya seperti: "الأستاذ الكبير" (Great Professor), "شيخ الكيميائيين المسلمين" (Syaikh Kimia Islam), "أبو الكيمياء" (Bapak Kimia), "القديس السامي التصوف" (Seorang Sufi yang Berbudi Luhur), "ملك الهند" (Raja India).

200 tahun atau 2 abad setelah wafatnya Syaikh Jabir, dilakukan penggalian tanah di daerah Kufah untuk pembuatan jalan. Hasil dari penggalian tersebut, ditemukan bekas laboratoriumnya tempat sang maestro berkarya. Di dalamnya didapati peralatan kimianya yang hingga kini masih mempesona, dan sebatang emas yang cukup berat.

Begitu besar jasa dan kontribusinya terhadap dunia pengetahuan, khususnya di bidang kimia. Tak heran, bila sosok dan pemikiran Jabir begitu berpengaruh bagi para ahli kimia Muslim lainnya seperti Al-Razi (9 M), Tughrai (12 M) dan Al-Iraqi (13 M). Tak cuma itu, buku-buku yang ditulisnya juga begitu besar pengaruhnya terhadap pengembangan ilmu kimia di Eropa.

Salah satu pernyataannya yang paling terkenal adalah: “The first essential in chemistry, is that you should perform practical work and conduct experiments, for he who performs not practical work nor makes experiments will never attain the least degree of mastery.”

“Yang terpenting dalam kimia adalah, anda harus melakukan kerja praktek (aplikasi) dan melakukan percobaan. Bagi dia yang tidak melaksanakan kerja praktek atau tidak melakukan percobaan, maka dia tidak akan mencapai tingkat penguasaan sekecilpun.” Begitulah kira-kira terjemahannya, hehe…
Read more

Jumat, 16 Juli 2010

Dalih Pariwisata, Otoritas Ramallah Izinkan Minuman Keras dan Club Malam

Ororitas Palestina yang dikuasai Fatah di Ramallah belakangan ini memberikan izin perdagangan minuman keras dan club malam yang diwarnai pergaulan bebas, dansa, music di kota-kota Tepi Barat terutama di Ramallah dan Betlehem. Langkah legalitas kemaksiatan ini tak ayal menyulut kemarahan warga Palestina.

Seorang pejabat di Otoritas Palestina menegaskan kepada media bahwa pembukaan bar, penjualan miniman keras, club malam dalam rangka menggerakkan bidang pariwisata dan menguatkan ekonomi local. Terutama, menurutnya, kota Betlehem dan Ramallah yang memiliki pluralitas agama dan budaya.

Di sisi lain, wakil rakyat dari Hamas di Tepi Barat Syekh Hamid Al-Baitawi mengecam pembukaan dan izin penjualan minuman keras. “Saya mengecam keras bisnis maksiat dan melanggara ajaran agama kita Islam, nilai moral kita, dan kepentingan nasional Palestina. Sebab bangsa Palestina ini terkenal dan sebagai contoh dalam jihad dan kesabaran melawan penjajah Israel serta telah mempersembahkan para syuhada, bangsa yang bangga dengan komitmen kepada agamanya, moral dan nilai-nilai budaya agamisnya. Dengan langkah legalitas kemaksiatan dan kemungkaran itu, Otoritas Palestina di Ramallah ingin meyeret rakyat Palestina dalam kehinaan dan kerusakan moral untuk membunuh ruh perlawanan dan perjuangan jihad.” Tegasnya.

Al-Baitawi menegaskan, legalitas kemungkaran itu haram menurut syariat Islam. Kemaksiatan dan kemungkaran serta dosa itu akan menghancurkan bangsa. Ia menyitir ayat Al-Qur’an, “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, Padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, Yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.” (Al-An’am: 6)

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (An-Nur: 19)

Al-Baitawi meminta kepada pejabat Fatah agar menarik langkah ini dan meminta kepada warga Palestina untuk memboikot tempat dan sarang maksiat itu.

Sementara itu, pakar psikologi Mahmud Abu Jabir dari Ramallah menilai bahwa langkah otoritas Palestina ini merupakan implementasi nilai-nilai barat yang dianut Salam Fayyadl. Nilai yang dimaksud adalah globalisasi, kapitalisme dan mengkultuskan keuntungan dengan mengorbankan nilai moral. Ia menilai bahwa langkah ini dilakukan karena upaya menghilangkan perjuangan perlawanan dan sikap represif terhadap juru dakwa dan tokoh reformis di Tepi Barat termasuk di masjid-masjid dan majlis taklim. (bn-bsyr)

sumber: http://www.infopalestina.com/
Read more

Khatib Al-Aqsha: Perundingan dengan Israel Membuat Kita Terhina dan Aib

Dalam khutbah Jumatnya kemarin (16/7) khatib Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak, Syekh Yusuf Abu Asninah mengecam sikap otoritas Palestina di Ramallah yang mengendap-endap menggelar perundingan degan Israel.
Ia menyatakan bahwa perundingan dengan Israel tidak menghasilkan apa-apa. “Apa yang bisa kita petik dari perundingan Israel, kecuali hanya kehinaan, aib, blokade keluarga kita di Jalur Gaza, pengusiran warga kita dari Jerusalem, mereka dilarang tinggal di sana, rumah mereka digusur, ditangkapi serta pembangunan pemukiman yahudi di tanah milik warga Palestina.” Tukasnya lantang.

“Bertakwalah dan takutlah kalian kepada Allah wahai para perunding, takutkan kepada-Nya terkait dengan umat kalian. Pilihlah jalan lain. Sebab umat di sini tetap berjaga dalam jihad dengan sabar. Padahal Al-Quds sudah hilang sementara kalian mutar-mutar di pertemuan perundingan tiada gunanya.”

Khatib Al-Aqsha ini menyerukan tuntutannya agar semua tahanan Palestina di penjara Israel yang mengalami siksaan setiap hari segera dibebaskan dari pada sibuk berunding dengan penjajah. (bn-bsyr)

sumber: http://www.infopalestina.com/
Read more

Amerika Berikan Bantuan Militer Terbesar Dalam Satu Dekade Pada Zionis Israel

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Andro Chapiro menegaskan bahwa pihak pemerintah Obama akan memberikan bantuan militer keamanan kepada Israel. Yang menyedihkan, bantuan kali ini akan menjadi terbesar sepanjang sejarah hubungan Israel – Amerika.

Chapiro menegaskan, bantuan Amerika selama 10 tahun terakhir bernilai sebesar 30 milyar dolar. Ini belum termasuk bantuan kerjasama pembuatan system keamanan Kubah Baja Anti Roket jarak dekat senilai 2,5 juta dolar untuk melindungi permukiman Israel.

Dalam sambutannya di Lembaga Studi Pro Kshinger di Washington, Chapiro menegaskan bahwa peningkatan kekuatan Israel dalam menghadang roket perlawanan tidak akan membantu terwujdnya solusi dua Negara. Sebaliknya, solusi dua Negara, menurutnya, tidak akan menghentikan ancaman roket. “Namun kami mendukung Israel dengan system keamanan Kubah Baja untuk memberikan kepercayaan diri Israel dalam mengambil keputusan di masa depan dalam rangka perdamaian utuh,” tegasnya.

Ia menegaskan, bantuan keamanan Amerika kepada Israel lebih dari karena factor kedekatan dan simpati atau kecintaan. Menurutnya, bantuan keamanan itu karena Israel juga memperkuat keamanan nasional Amerika.

Pernyataan ini disampaikan pada saat delegasi Amerika George Mitchael ke Timur Tengah untuk mendorong Fatah agar menggelar perundingan langsung dengan Israel. (bn-bsyr)
Read more

Turki Akan Tingkatkan Bantuan Sosialnya ke Gaza

Ketua organisasi kemanusiaan Turki, Poland Yeldrim menegaskan, pihaknya tengah menyiapkan komvoi bantuan terbaru untuk Gaza, baik melalui jalur darat maupun armada jalur laut. Semuanya akan bergerak menuju Gaza. Persiapan ini akan rampung dalam tiga bulan ke depan, ungkapnya.

Yeldrim mengisyaratkan, sepenjang pertemuanya dengan sejumlah pemuda, baik dari Indonesia, Perancis, Palestina dan negara-negara Islam ataupun Barat menyatakan kesiapanya untuk melakukan kerja sama dengan badan social Turki, namun karena kuatnya system informasi yang dimiliki Zionis menyebabkan rencana ini melaju agak lambat.

Selama dua hari ini, Istanbul menggelar sejumlah pertemuan, diantaranya pertemuan para advokat dunia untuk membahas setrategi memperkarakan kejahatan Zionis terhadap para relawan, disamping membuat opini umum tentangnya.

Dalam pertemuan itu, disepakati mereka akan mengajukan tuntutan terhadap Zionis atas tindakanya terhadap kapal Freedom Flotilla yang sedang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza yang telah diblokade sejak empat tahun lalu. Mereka juga akan menuntut para pemimpin Zionis bertanggung jawab atas kebijakanya yang mengakibatkan kejahatan tersebut terjadi. Kejahatan mereka terhadap freedom flotilla merupakan lambing kejahatan mereka sebenarnya terhadap rakyat Palestina. Mereka meminta semua negara yang terkait Freedom Flotilla menangkap para pemimpin Zionis yang terlibat penyerangan Flotilla.

Para advokat yang terlibat dalam pertemuan ini terdiri dari sejumlah pengacara dunia, seperti Turki, Indonesia, Britania dan beberapa negara lain di dunia. (asy)

sumber: http://www.infopalestina.com
Read more

Kamis, 08 Juli 2010

"Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan."

Dalam rangka kegiatan pendidikan, Majelis Mu'jizat Sains Al Quran dan As Sunnah di Kairo mengadakan seminar seputar ilmu pengetahuan dan Al Quran. Kepala Majelis tersebut, Prof. DR. Manshur Hasbu Nabi (Profesor Fisika di kuliyah banat, Universitas 'Ain Syams) telah berpidato banyak mengenai hal tersebut.

Pada awal pidatonya, DR. Hasbu Nabi menekankan bahwasannya Al Quran selalu membuka cakrawala baru bagi ilmu pengetahuan dan para ilmuwan dalam konsep berfikir dan observatorium. Ilmu yang benar, pastinya akan mengarah kepada iman. Mustahil terdapat kontradiksi antara fakta ilmiah dengan Al Quran. Kecuali hal tersebut terjadi karena kesalahan ilmuwan itu sendiri dalam teorinya, atau terdapat kerancuan dari penafsir dalam menafsirkan ayat Al Quran.

Beliau menambahkan bahwasannya Al Quran telah memaparkan berbagai perkara ilmiah yang sangat banyak sekali, di antaranya adalah tentang penciptaan alam, waktu, dan tempat. Al Quran telah menunjukkan bahwasannya Allah SWT menciptakan alam semesta dalam waktu 6 hari. Namun perlu digaris bawahi bahwasannya hitungan 'hari di sisi Allah' adalah jarak waktu yang sangat berbeda jauh sekali dengan 'hari sebagaimana kita hidup di bumi ini.' Karena masa dan waktu tersebut relatif, tidak mutlak/ absolut. Inilah yang telah sesuai dengan data ilmu pengetahuan modern saat ini dan teori relatifitas.

Masa dan waktu di semesta alam yang hidup ini mempunyai kepentingan yang sangat besar. Oleh karena itu kita semua tertarik untuk mengukur masa tersebut berdasarkan umurnya, sebagaimana perhatian kita terhadap batu-batu karang dan materi-materi radioaktif seperti radium dan uranium yang diluruhkan dan diubah menjadi nuklir. Setiap unsur radioaktif yang diluruhkan bisa dimodifikasi menjadi materi tertentu.

Para ilmuwan telah menggunakan sebagian materi radioaktif seperti Uranium, Carbon-14 untuk menentukan umur bumi dan kehidupan di atasnya, sebagaimana juga mereka menggunakan fenomena pemanjangan dan perluasan alam semesta yang terus menerus untuk menentukan umur semesta ini. DR. Hasbu Nabi pun menggunakan media yang sama untuk mengetahui umur semesta sebagai pembuktian keberadaan Allah SWT. Karena alam semesta mempunyai permulaan waktu yang telah ditentukan, maka dari itu haruslah ada yang telah menciptakannya –yaitu Allah SWT-. Karena tidak mungkin dia bermula dan ada dengan sendirinya. Al Quran pun telah mengarahkan kepada manusia secara jelas untuk meneliti tentang pertumbuhan alam semesta dan permulaan penciptaan, sebagaimana firman-Nya:
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ
“Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya……” (Al 'Ankabut: 20)

Kita bisa mengambil beberapa konklusi penting dari ayat ini, di antaranya: Perjalanan di muka bumi akan menunjukkan kepada kita permulaan penciptaan. Ungkapan Al Quran dengan kata “berjalan di muka bumi” di dalam ayat tadi, bukan hanya berarti isyarat untuk meneliti lapisan-lapisan bumi secara geologis sehingga dapat diketahui perkembangannya, serta perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan di dalamnya. Namun lebih dari itu, untuk mengetahui juga awal penciptaan dari segala jenis, termasuk alam semesta.

Al Quran telah banyak menyebutkan di dalam ayatnya bahwasannya Allah SWT telah menciptakan alam ini dalam waktu 6 hari, di antaranya adalah:
ولقد خلقنا السماوات والأرض وما بينهما في ستة أيام وما مسنا من لغوب
"Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan." (Qaaf: 38)

Maksud hari di dalam ayat ini adalah: Fase hitungan hari bukan sebagaimana kita manusia, yaitu sehari = 24 jam, akan tetapi akumulasi dari berbagai ribuan tahun. Buktinya adalah ayat surat As Sajadah yang berbunyi "menurut hitunganmu." Ayatnya adalah:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ (4) يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (5) ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (6)
"Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (4) Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (5) Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, (6)" (As Sajadah: 4-6)

Para ahli tafsir telah berijma' bahwsannya 6 hari dalam penciptaan langit dan bumi telah dibagi menjadi 3 bagian yang rata, yaitu setiap bagian berjumlah 2 hari (bukan hari manusia).

Pertama: 2 hari pertama untuk menciptakan bumi dari langit asap. Allah telah berfirman di dalam Al Quran:
قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ
"Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam"." (Fushilat: 9)

Allah juga berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al Anbiya: 30)

Ini adalah dalil bahwasannya langit dan bumi pada awalnya adalah menyatu dalam satu kesatuan yang saling merapat, kemudian dipisahkan oleh Allah menjadi 2 bagian.

Kedua: 2 hari selanjutnya untuk meratakan langit menjadi 7 lapisan. Allah berfirman:
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
"Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Fushilat: 12)

Kemudian Allah menunjukkan kepada kita bahwasannya keadaaan langit adalah berupa materi asap, sebagaimana firman-Nya:
ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ
"Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati"." (Fushilat: 11)

Setelah ledakan dahsyat pada 2 hari pertama, dimulailah pembentukan langit menjadi 7 lapisan pada saat ini.

Ketiga: 2 hari terakhir untuk mengatur bumi secara geologi dan menyiapkan sebagai tempat tinggal manusia. Allah berfirman:
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ
“Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya." (Fushilat: 10)

Ayat ini juga menunjukkan bahwasannya terbentuknya gunung-gunung pada awalnya adalah berdasarkan meteorit-meteorit, komet, dan materi angkasa lainnya yang menabrak bumi dan mengendap di atas kulit bumi sehingga menjadikannya keras dan padat. Teori ini bisa kita lihat dari kalimat "مِنْ فَوْقِهَا" : dari atasnya. Kemudian kalimat "وَبَارَكَ فِيهَا" setelahnya maksudnya adalah Allah telah mengeluarkan dari bumi itu berbagai rizqi berupa sungai, pepohonan dan tumbuhan, dan lain-lain untuk makhluk yang di dalamnya sebagaimana terdapat di dalam ayat 31 pada surat An Naziat:
أخرج منها ماءها ومرعاها
“Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya."

Kemudian DR. Hasbun Nabi menguatkan argumennya tadi dengan pembuktian ilmiah para ilmuwan yang telah mencapai pengetahuan tersebut dengan menggunakan luruhan radioaktif dari uranium dan mengubahnya menjadi nuklir untuk menghitung umur bebatuan bumi (terciptanya kulit bumi yang keras di mulai sejak 4,5 milyar tahun lalu, yaitu sama dengan umur bebatuan bulan). Para ilmuwan modern telah menggunakan radiokarbon untuk menetukan umur tumbuhan, fosil hewan, dan sejarah kehidupan di bumi. Dengan ini, planet bumi telah memulai pembentukan dan pengerasan kulitnya sejak 4,5 milyar tahun lalu, sedangkan manusia adalah penghuni yang paling akhir datangnya di planet bumi ini setelah Allah SWT menciptakan segala yang ada di dalamnya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Insaan ayat 1:
هل أتى على الإنسان حين من الدهر لم يكن شيئا مذكورا
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?”

Teknik radiokarbon telah menjadi perkakas riset sangat ampuh dalam arkeologi, oseanografi, dan beberapa cabang ilmu lainnya. Agar teknik radiokarbon dapat memberitahu umur sebuah objek, objek tersebut harus mengandung carbon organic, yakni karbon yang pernah menjadi bagian dalam tubuh tumbuhan atau hewan. Metode radiocarbon dating memberitahu kita berapa lama yang lalu suatu tumbuhan atau hewan hidup, atau lebih tepat, berapa lama yang lalu tumbuhan atau hewan itu mati.

Uji radiokarbon dapat dilakukan terhadap bahan-bahan seperti kayu, tulang, arang dari perapian perkemahan atau gua purba, atau bahkan kain linen yang digunakan untuk membungkus mummi, karena kain linen itu terbuat dari serat tanaman flax. Karbon adalah salah satu unsur kimia yang dikandung oleh setiap makhluk hidup dalam bentuk macam-macam bahan biokimia, dalam protein, karbohidrat, lipid, hormone, enzim, dsb. Sesungguhnya, ilmu kimia yang mempelajari bahan kimia berbasis karbon disebut “kimia organik” karena dahulu orang yakin bahwa satu-satunya tempat bagi bahan kimia ini adalah makhluk hidup. Kini, orang tahu bahwa kita dapat membuat segala macam bahan kimia organik berbasis karbon dari minyak bumi tanpa harus mengambil dari tumbuhan atau hewan.

Tetapi, karbon dalam makhluk hidup berbeda dalam satu hal penting dari karbon dalam bahan-bahan bukan makhluk hidup seperti batu bara, minyak bumi, dan mineral. Karbon “hidup” mengandung sejumlah kecil atm karbon jenis tertentu yang disebut karbon-14, sedangkan karbon ”mati” hanya mengandung atom-atom karbon-12 dan karbon-13. Ketiga macam atom-atom karbon berbeda itu disebut isotop-isotop karbon; mereka semua mempunyai perilaku sama secara kimiawi, tetapi mempunyai berat yang berbeda-beda, atau lebih tepat, mempunyai massa berbeda-beda.

Yang unik seputar karbon-14, disamping massanya, adalah karena mereka radioaktif. Yakni, mereka tidak stabil dan cenderung melapuk, terpecah sambil menembakkan partikel-partikel subatom: disebut partikel-partikel beta. Dengan demikian semua makhluk hidup sebetulnya bersifat radioaktif, meskipun sedikit, yaitu karena memiliki karbon-14. Kita semua radioaktif. Orang dengan berat 68 kg mengandung sekitar sejuta miliar atom karbon-14 yang menembakkan 200.000 partikel beta setiap menit!!

Ilmu pengetahuan telah menegaskan bahwasannya manusia muncul sejak beberapa puluh ribu tahun tanpa penentuan secara pasti. Sedangkan bisa kita ketahui pembentukan bumi secara geologi dimulai sejak pengokohan gunung dari meteorit di atas kulitnya yang keras. Kemudian dilanjutkan secara berturut-turut pemancaran air dan emisi udara dari perut bumi, serta tumbuhan dan hewan sampai akhirnya munculah manusia. Masa itu telah terkubur 4,5 miliar tahun lalu, dan Al Quran telah mengisyaratkan semuanya itu di dalam surat Fushilat dengan 'setara sepertiga dari umur alam semesta' -yaitu masa ketiga dari pembagian di atas tadi, di mana berlangsungnya pengaturan bumi secara geologi sejak awal pengerasan kerak/ kulit bumi sampai kemunculan manusia.

Kita telah mengambil kesimpulan masa tersebut adalah 4,5 miliar tahun (2 hari dari pembagian 6 hari di dalam surat As Sajdah di atas), maka kita bisa menghitung umur alam semesta berdasarkan Al Quran. Caranya tinggal periode tadi kita kalikan 3, dengan alasan bahwa enam hari penciptaan dibagi menjadi tiga bagian yang sama. Setiap bagian adalah setara dengan dua hari penciptaan 'konsep waktu relatif.' 4,5 miliar x 3 = 13,5 miliar. Dari sinilah kemudian menjadi usia alam semesta menjadi 13,5 miliar tahun atau 13.500 Ma/ 13,5 Ga.

DR. Hasbu Nabi telah mengisyaratkan bahwasannya ilmu pengetahuan sampai saat ini belum bisa mencapai pembagian fase-fase penciptaan alam dalam tahun. Berbagai penelitian hanya seputar menentukan umur alam semesta sejak terjadinya Bigbang. Para ilmuwan juga memperkirakan umur alam semesta dengan metode yang berbeda menurut berbagai perspektif.

Ada yang menentukan umur alam semesta dengan fenomena perluasan alam semesta dan pergeseran merah (Redshift) mulai dari 10 - 18 miliar tahun. Redshift adalah sebuah objek jauh bisa dipakai untuk mengukur jarak sebuah bintang, tetapi tidak serta-merta dapat dipakai untuk mengukur usianya. Namun ada juga yang menentukan usia alam semesta dengan metode nuklir yang masing-masing berbeda sebagaimana Volar dan Howell menyimpulkan bahwa usia alam semesta sekitar 13 atau 15 miliar tahun.

Di dalam rumus Hubble, kita bisa menghitung usia semesta dengan rumus: V = H D dengan V = kecepatan menjauh, D = jarak galaksi dan H disebut tetapan Hubble. Dengan rumus Hubble itu dapat diperoleh bahwa semua galaksi itu dulu menyatu di suatu titik. Kapan ? Waktunya adalah t = D / V atau t = 1 / H. Pada waktu itulah terjadi big bang atau ledakan besar yang membentuk alam semesta ini.

Harga 't' inilah yang kita sebut sebagai umur alam semesta. Dengan mengukur tetapan Hubble H, maka umur alam semesta dapat ditentukan, yaitu sekitar 13-15 miliar tahun. Taksiran terbaik adalah 13,7 miliar tahun. Ini juga cocok dengan umur bintang-bintang tua di globular cluster (gugus bintang bola) yang ditentukan dari teori evolusi bintang, yaitu 12-13 miliar tahun. Wallahu A’lam.
Read more