Ads Header

Pages

Selasa, 24 Agustus 2010

Teknologi Pembersih Laut Asli Indonesia

Tim peneliti Indonesia berhasil mengembangkan teknologi bioremedial yang bisa berguna untuk mengatasi pencemaran di laut. Teknologi tersebut berupa kultur bakteri yang akan menyerap bahan pencemar.

Teknologi terbaru ini diperkenalkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad pada acara temu nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (18/6/2010).

"Saya kaget Indonesia bisa buat ini. Teknologi ini adalah hasil karya anak bangsa dan pertama di dunia. Kalau berhasil, saya akan sebar bakteri ini pertama kali di daerah Timor karena di sana sedang tercemar lautnya," ujar Fadel.

Selain diterapkan di laut, teknologi bioremedial juga dapat diterapkan di daerah genangan lumpur Lapindo. Bakteri-bakteri yang dibudidayakan bisa memisahkan lumpur dan air sehingga dapat menjernihkan dan menteralkan genengan lumpur tersebut.

"Mikroorganisme ini saat makan minyak menghasilkan semacam liur, nah liur ini yang bisa digunakan untuk menyerap lumpur seperti lumpur di Lapindo," ujar Edison Effendi, salah seorang peneliti bioteknologi dan teknik lingkungan. Setelah lumpur terserap, daerah bekas genangan lumpur dapat ditebar benih ikan.

Teknologi ini sudah dikembangkan sejak tahun 1998 oleh tim dari ITB yang bekerja sama dengan Balai Penelitian Kementrian Kelautan dan Perikanan. Bioremedial terdiri dari 100 macam bakteri dan mikroorganisme yang berbentuk seperti serbuk gergaji yang disebar untuk menyerap limbah minyak yang ada di permukaan laut. Dengan sendirinya laut yang tercemar akan bersih. Setelah menyerap ampas minyak, mikroorganisme ini bisa digunakan sebagai makanan ikan laut dan udang. Proses dari ditaburkan hingga menyerap minyak dengan sempurna memakan waktu kurang lebih 1 minggu.

sumber: http://sains.kompas.com/
Read more

Cerobong Asap di Dasar Laut Sangihe

Tim Indonesia Ekspedisi Sangihe Talaud atau Index/Satal 2010 kerja sama Indonesia-Amerika Serikat berhasil mengidentifikasi sebagian temuannya. Di antaranya, di kedalaman sekitar 2.000 meter ditemukan cerobong gunung api bawah laut yang bersuhu 300-400 derajat celsius.

Ekspedisi itu dimulai awal Juli 2010 dan direncanakan berlangsung sampai 10 Agustus 2010.

Kegiatan tersebut melibatkan 32 ilmuwan Indonesia dan 12 ilmuwan Amerika Serikat yang menganalisis hasil-hasil eksplorasi bawah laut dengan kapal riset Okeanos Explorer melalui Pusat Komando Penelitian di kantor Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan di Ancol, Jakarta Utara, serta di Seattle, Amerika Serikat.

"Di perairan Sangihe Talaud ada aktivitas vulkanik, tetapi belum diketahui hingga kini seberapa aktif," kata Ketua Tim Periset Indonesia dalam Index/Satal 2010 Sugiarta Wirasantosa, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (11/7/2010).

Kandungan larutan bersuhu tinggi dari perut bumi itu mengandung mineral, logam, dan gas, yang dipengaruhi suhu air laut dalam yang mencapai 2-4 derajat celsius. Hal ini menimbulkan aliran larutan dari perut bumi itu memperoleh pendinginan mendadak.

Ekosistem tersendiri

Menurut Sugiarta, pendinginan mendadak itu menimbulkan endapan yang akhirnya membentuk lapisan cerobong. Air laut di sekitarnya pun menjadi tidak terlampau dingin atau tidak terlampau panas sehingga menjadi ekosistem tersendiri dan bisa menjadi habitat bagi biota-biota laut tertentu.

"Dari pengambilan gambar dengan kamera video bawah laut dalam, diperoleh gambar biota berbagai jenis, mulai dari cacing-cacingan, udang, kepiting, dan ikan yang semua berwarna sangat mencolok," katanya.

Belum mampu

Secara terpisah, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Soeharsono mengatakan, pertemuan lempeng kerak bumi menimbulkan gunung api bawah laut. Ini terjadi tidak hanya di bagian utara Pulau Sulawesi, tetapi juga di lokasi lain di Indonesia.

"Selama ini kita belum mampu mengeksplorasi pengetahuan tentang laut dalam. Wilayah-wilayah perairan di utara Papua, selatan Sulawesi, atau di Laut Banda, Maluku, misalnya, tak akan jauh beda dengan Sangihe Talaud yang kini sedang dieksplorasi dengan kapal riset Okeanos Explorer milik Amerika Serikat tersebut," kata Soeharsono.

Aktivitas gunung api bawah laut, menurut Soeharsono, juga ada di perairan dangkal. Ia menyebutkan, di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, malah terdapat aktivitas gunung api bawah laut dengan kedalaman 100-200 meter. Namun, eksplorasi ilmu pengetahuan tentang itu masih sangat sedikit.

Soeharsono mengatakan, sekitar tahun 2003 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah bekerja sama dengan Australia untuk mengidentifikasi gunung api bawah laut di Sangihe Talaud. Pada waktu itu ditemukan kandungan larutan yang keluar dari perut bumi, kemudian membentuk cerobong-cerobong itu. Di antaranya ternyata mengandung emas. (NAW)

sumber: http://sains.kompas.com/
Read more

Komposisi Air Tawar Bumi Hanya 2,5 Persen

Komposisi air tawar yang ada di bumi hanya sebesar 2,5 persen saja. Air tawar dengan kompisisi sebesar itulah yang dikonsumsi oleh masyarakat bumi untuk minum.

"Dari 100 persen air yang ada di muka bumi ini, hanya sekitar 2,5 persen air tawar yang kita gunakan untuk minum. Jadi, air itu terbatas," ucap Hendarmawan, Ahli Geologi Indonesia, dalam workshop Masalah Pengelolaan Sumber Daya Air Tanah, Kamis (19/8/2010) di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (19/8/2010).

Dipaparkan oleh Dekan Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjajaran itu, air memang bersifat renewable atau dapat diperbaharui lagi, berbeda dengan minyak bumi ataupun kekayaan alam lainnya yang tidak terbarukan. Namun begitu, butuh waktu yang lama bagi air untuk berproses lagi.

"Air itu renewable, betul. Tapi hitungannya itu berapa generasi, lama sekali. Kecepatan air itu sepuluh pangkat minus dua cm per detik, jadi butuh waktu sangat lama untuk renewable," lanjutnya menerangkan.

sumber: http://sains.kompas.com/
Read more

Sepeda Selam ala James Bond

Pernah menonton film James Bond The Spy Who Loved Me dari tahun 1977? Pada film itu, James Bond memakai gadget berupa kapal selam mini bertenaga pedal alias hanya dikayuh dengan kaki.

Kini, sesuatu yang fiksi dari empat dasawarsa silam itu diwujudkan menjadi fakta oleh sekelompok insyinur dari Perancis.

Mereka menyebutnya the Scubster. Sepeda selam itu juga dilengkapi kemudi serta bisa ditutup rapat. Namun, berbeda dengan kapal selam betulan, pengemudi kendaraan bawah air ini hanya bisa bernapas dengan tabung oksigen seperti lazimnya penyelam.

Tergantung pengayuhnya, sepeda selam sepanjang 3,5 meter ini dapat mencapai kecepatan sampai 8 km per jam, dengan kedalaman 6 meter.

Salah seorang penemunya, Stephane Rousson, mengatakan kepada Reuters, sepeda selam itu akan dikomersialkan karena yakin akan menarik perhatian para pemilik yacht. Ia juga akan mengikutkannya dalam lomba kapal selam internasional 2011 di Amerika Serikat.

sumber: http://sains.kompas.com/
Read more

Hamas: Penangkapan di Tepi Barat Konpensasi Perundingan

Gerakan Hamas mengecam keras aksi penangkapan dan penculikan terhadap puluhan kader dan pendukungnya di Tepi Barat. Hamas menilai aksi penggerekan yang dilakukan milisi Mahmud Abbas ke sejumlah kantor dan rumah aleg parlemen Palestina dan penangkapan terhadap anak-anak dan keluarga mereka sebagai kejahatan terhadap symbol legitimasi Palestina.

Dalam pernyataan yang keluar dari biro media Hamas yang salinannya diterima oleh Infopalestina bahwa aksi kejahatan terhadap warga dan rakyat di Tepi Barat merupakan konpensasi sebelum perundingan sia-sia digelar di Washington dan hasil busuk dari politik koordinasi keamaman dengan penjajah Israel yang diketuai oleh jenderal Amerika Kyet Dayton. Koordinasi yang hanya menguntungkan keamanan Israel dan memberikan kenyamanan kepada warga penjajah di pemukiman yahudi di Tepi Barat.

Hamas meminta kepada pemerintah Salam Fayyadl dan Mahmud Abbas agar menghentikan tindakan kejahatan dan illegal ini. “Mereka bertanggungjawab penuh terhadap keselamatan dan nyawa para tahanan yang ditangkap. Karenanya, milisi Abbas harus membebaskan tapol segera dari penjara milisi Abbas.” Tegas Hamas. (bn-bsyr)

sumber: http://www.infopalestina.com/
Read more

Milisi Abbas Tangkap Puluhan Tokoh dan Akivis Hamas

Milisi Hamas terus meningkatkan operasinya terhadap Gerakan Perlawanan Islam Hamas, para tokoh dan pendukungnya di Tepi Barat. Sebanyak 37 dari mereka kembali ditangkap dari Jenin, Nablus, Ramallah, Qalqilya, Hebron dan Tubas. Demikian menurut pernyataan resmi gerakan Hamas di Tepi Barat, Selasa (24/8).

Sebagai kelanjutan serangan terhadap masjid-masjid dan pusat penghafal al Qur’an, muilisi Abbas menculik semua anggota panitia penghafal al Qur’an di distrik Nablus. Di Qalqilya milisi Abbas melakukan operasi penggeledahan dan penangkapan secara meluas di daerah Jayus. Hal yang sama juga dilakukan dinas intelijen Abbas di kota Qalqilya. Mereka juga memecat sejumlah pegawai karena latar belakang politik.

Di Hebron, milisi Abbas juga melancarkan operasi penangkapan terhadap sejumlah pemimpin dan aktivis gerakan Hamas, termasuk para imam masjid, khatib dan muadzin.

Di Jenin milisi Abbas juga melakukan terhadap sejumlah tokoh dan pemimpin gerakan Hamas. Mereka adalah para mantan tahanan yang telah bebas dari penjara Zionis Israel dan pernah ditahanan sebelumnya oleh milisi Abbas.

Di Ramallah milisi Abbas menculik anggota dewan desa Barqa yang juga seorang mantan tahanan yang telah bebas dari penjara Israel. Korban diculik hanya sepekan setelah bebas dari penjara Zionis. Di Tubas milisi Abbas melakukan penggeledahan rumah para pendukung dan aktivis gerakan Hamas dan menucik sejumlah dari mereka. (asw)

sumber: http://www.infopalestina.com/
Read more

Abbas di Balik Pengusiran Orang-orang Palestina dari Emirat

Sumber-sumber Palestina tingkat tinggi di Emirat mengungkapkan bahwa Mahmud Abbas berada di balik pengusiran orang-orang Palestina dari Uni Emirat Arab.

Sumber ini menegaskan bahwa kondis orang-orang Palestina semakin tertekad setelah kunjungan Abbas terakhir ke Uni Emirat Arab. Dalam kunjungannya ini Abbas bertemu dengan dubesnya di Dubai.

Sumber ini menambahkan bahwa kampanye pengusiran orang-orang Palestina terfokus khususnya mereka yang berasal dari Jalur Gaza. Disebutkan bahwa dubes otoritas Ramallah di Uni Emirat Arab tidak memberikan perhatian terhadap kondisi orang-orang Palestina di sana.

Sumber ini menjelaskan bahwa salah seorang pegawai diusir dari pekerjaannya dan meminta duber untuk membantunya namun menolak. Duber mengatakan, “Saya memiliki instruksi dan saya tidak ingin melanggarnya. Carilah orang lain untuk membantumu.” (asw)

sumber: http://www.infopalestina.com/
Read more

Mesir Setujui Rencana Pengiriman Konvoi Bantuan dari Yordania

Ketua panitia pengiriman kapal bantuan kemanusiaan “Lifline”, Ir. Wail Elsaqa menyatakan bahwa konvoi “lifeline 5 akan bertolak pada 18 September mendatang dari Eropa menuju pelabuhan al Ladziqiya dalam perjalanan menuju Jalur Gaza lewat pelabuhan el Arish, Mesir.
Elsaqa memperkirakan konvoi akan bergerak dari pelabuhan al Ladziqiya menuju el Arish pada 4 Oktober. Hal tersebut dia sampaikan dalam sebuah acara buka puasa bersama yang dihadiri sejumlah aktivis kemanusiaan.

Sementara itu Ketua Asosiasi Dokter Yordania, Dr. Ahmad Armuthi menyatakan bahwa asosiasi prpfesi telah mendapatkan persetujuan Mesir untuk rencana pengiriman konvoi bantuan ke Jalur Gaza setelah sebelumnya mendapatkan persetujuan secara lisan melalui pemerintah Yordania.

Saat ini sedang dikaji pengiriman konvoi bantuan “Anshar 1” yang sebelumnya dicegah masuk wilayah Mesir melalui jalan pelabuhan Nuweiba setelah menghabiskan waktu setelah satu pekan di kota Aqabah.

Dalam bukan puasa tersebut juga dikumpulkan dana sebesar 130 ribu dinas untuk dikirim ke Jalur Gaza. Sebelumnya komite “Insinyur untuk al Quds” telah mengumpulkan dana sebesar 130 ribu dinar untuk renovasi bangunan di kota al Quds. Komite rekonstruksi Jalur Gaza berhasil mengumpulkan dana sebesar 275 ribu dinar untuk pembangunan rumah sakit anak di Jalur Gaza. (asw)

sumber: http://www.infopalestina.com/
Read more

Rabu, 18 Agustus 2010

Bulan Puasa Puncak Kemarau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memperkirakan puncak musim kemarau untuk wilayah DI Yogyakarta terjadi pada bulan puasa ini. Meski demikian, suhu udara maksimal hanya mencapai 33 derajat celsius, yang tergolong normal.

"Hujan akan sangat kecil terjadi dengan cuaca cukup berawan hingga awal September," kata staf Data dan Informasi BMKG Yogyakarta, Sigit Hadi Prakoso, Rabu (11/8/2010). Jika pun ada, hujan hanya akan turun di bawah 50 milimeter per 10 hari.

Suhu maksimal pada siang hari yang mencapai 33 derajat celsius, menurut Sigit, tak perlu dikhawatirkan. Suhu ekstrem kemungkinan baru terjadi pada Oktober, yang bisa mencapai di atas 35 derajat celsius.

Karena memasuki puncak kemarau, pengaruh gangguan cuaca La Nina yang sempat mengacaukan cuaca DIY beberapa waktu lalu tidak akan terlalu berpengaruh pada Agustus hingga awal September.

Namun, dampak La Nina akan berpengaruh pada pendeknya musim kemarau tahun ini menjadi hanya empat bulan. "Kami perkirakan, pada akhir September atau awal Oktober nanti DIY sudah memasuki musim hujan," ujar Sigit.

Dihubungi terpisah, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional DIY Bambang Wibowo menyatakan, semua anggotanya menderita pada musim tanam tahun ini karena cuaca tak menentu. "Cuaca kadang hujan kadang panas ini aneh karena belum pernah dirasakan sebelumnya," katanya.

Jenis pertanian yang paling terganggu ialah padi dan sayur-sayuran. Karena tingkat kelembaban tinggi, tanaman padi dan sayur diserang berbagai hama perusak, terutama wereng dan ulat. "Banyak petani yang tanamannya gagal total," ujarnya.

Bambang berharap pemerintah segera turun tangan untuk membantu para petani, khususnya dalam pengadaan pestisida untuk membasmi hama. Mayoritas petani dari 900 kelompok anggota KTNA tak memiliki modal cukup untuk membeli pembasmi hama tersebut.

sumber: http://sains.kompas.com/
Read more

Getah Pisang Mampu Menyembuhkan Luka

Sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, membuktikan bahwa getah pisang bisa mempercepat proses penyembuhan luka.

Dengan konsentrasi getah batang pisang 80 persen, luka lebih cepat tertutup 30-60 persen. Penelitian ini memenangi medali emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa 2010 Kementerian Pendidikan Nasional pada Juli lalu, kategori Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian.

Salah satu mahasiswa peneliti, Rahma Ningsih (21), mengatakan, penelitian ini awalnya terinspirasi kebiasaan masyarakat di pedesaan Kandangan, Sayegan, Kabupaten Sleman yang merawat luka dengan mengoleskan getah batang pisang. ”Dari sini kami tertarik meneliti, apa benar getah pisang mempercepat kesembuhan luka. Kalau benar, bagaimana efeknya,” katanya di Yogyakarta, Kamis (12/8/2010).

Menyesuaikan dengan jurusan, penelitian difokuskan pada penyembuhan luka setelah pencabutan gigi. Penyembuhan luka pascapencabutan gigi perlu dipercepat karena berpotensi infeksi jika terlalu lama.

Dalam penelitian ini, getah pisang raja (Musa sapientum) diolah menjadi salep dengan konsentrasi 80 persen dan diujicobakan pada marmut. Dengan salep, luka pencabutan gigi terbukti lebih cepat sembuh, dari 15 hari menjadi 5 sampai 10 hari. Khasiat diperkirakan akan sama pada luka di bagian tubuh lainnya karena proses penyembuhan luka pada dasarnya sama.

Semua pisang

Anggota lain, Yosaphat Bayu Rosanto (21), mengatakan, pisang yang digunakan bisa dari jenis apa pun karena kandungannya relatif sama. Getah pisang diketahui mengandung tiga unsur yang berguna mempercepat penyembuhan luka, yaitu saponin, flavonoid, dan asam askorbat.

Saponin berfungsi meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru pada luka sehingga suplai oksigen dan nutrisi lebih banyak. Asam askorbat memperkuat dan mempercepat pertumbuhan jaringan ikat (kolagen) baru. Adapun flavonoid memperpendek waktu peradangan (inflamasi) yang dapat menghambat penyembuhan.

Menurut Yosaphat, selain membuktikan khasiat getah pisang dari sisi sains, penelitian ini juga menemukan dosis dan efeknya. Diharapkan, penelitian ini dapat dikembangkan menjadi produksi obat jumlah besar.

Apabila digunakan dalam bentuk segar, ujar Yosaphat, penyembuhan lebih lama karena konsentrasi air amat tinggi. ”Lebih manjur bila sudah diolah,” ujarnya. Sebelumnya, Fakultas Kedokteran Gigi UGM telah meneliti khasiat daun adas dan pegagan untuk mempercepat penyembuhan luka gusi. Dia menyebutkan, ada banyak bahan alam bisa dimanfaatkan sebagai obat. Namun, pemanfaatannya masih amat sederhana. (IRE)

sumber: http://sains.kompas.com/
Read more

Selasa, 17 Agustus 2010

Kalender Bulan Vs Matahari

Oleh M Zaid Wahyudi
Dari tahun ke tahun, awal bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri selalu maju rata-rata 11 hari dari tahun sebelumnya. Tahun 2009, awal Ramadhan jatuh tanggal 22 Agustus dan Ramadhan tahun ini dimulai 11 Agustus. Tahun depan, 1 Ramadhan diperkirakan bertepatan dengan tanggal 1 Agustus.

Sistem penanggalan pada kalender Hijriah didasarkan pada perubahan fase Bulan, dari bulan penampakan hilal atau bulan sabit tipis ke hilal berikutnya. Satu periode hilal sama dengan satu periode sinodis Bulan, lamanya 29,5306 hari.

Berbeda dari kalender Masehi yang digunakan di seluruh dunia untuk kepentingan administrasi, kalender Bulan umumnya digunakan untuk keperluan ritual agama dan tradisi. Kedua kalender, satu tahun sama-sama terdiri dari 12 bulan. Satu tahun Hijriah memiliki 12 periode sinodis Bulan atau 354,366 hari. Dibulatkan jadi 354 hari atau 355 hari untuk tahun kabisat.

Kalender Masehi didasarkan atas peredaran Bumi mengelilingi Matahari dari satu titik tertentu yang disebut solstis atau equinox kembali ke titik itu. Lama perjalanan Bumi mengelilingi Matahari 365,2422 hari—disebut satu tahun tropis, dibulatkan menjadi 365 hari atau 366 hari untuk tahun kabisat.

Perbedaan jumlah hari dalam satu tahun Hijriah dan Masehi menyebabkan pelaksanaan ibadah Ramadhan, perayaan Idul Fitri, dan Idul Adha selalu maju 10-12 hari dari tahun sebelumnya. Selisih 10 hari lebih maju terjadi jika tahun kalender Hijriah adalah tahun kabisat dan tahun Masehi-nya adalah tahun biasa atau tahun basit (pendek). Sedangkan selisih maju 12 hari terjadi jika tahun Hijriah-nya tahun biasa dan tahun Masehi-nya termasuk tahun kabisat.

Sederhana

Menurut peneliti Observatorium Bosscha dan pengajar Sistem Kalender pada Program Pascasarjana Astronomi Institut Teknologi Bandung, Moedji Raharto, saat dihubungi dari Jakarta, Senin (9/8), sistem penanggalan Bulan banyak dipakai karena konsisten dan teratur. Fase Bulan terjadi berulang: bulan baru-bulan sabit muda-bulan separuh awal-bulan purnama-bulan separuh akhir-bulan sabit tua-bulan mati dan kembali ke bulan baru secara periodik. ”Perubahan wajah Bulan secara teratur di langit malam itu dicatat nenek moyang kita dan terciptalah penanggalan Bulan,” katanya.

Sistem penanggalan memakai Bulan sebagai acuan disebut penanggalan Bulan (lunar/qamariyah). Kalender Jepang juga menggunakan periodisitas penampakan Bulan.

Penanggalan yang menggunakan Matahari sebagai patokan, yaitu kalender Masehi atau kalender Kristiani atau penanggalan Matahari (Solar/Syamsiyah). Sedangkan kalender China dan Yahudi memadukan sistem penanggalan Matahari dan Bulan secara bersama-sama atau menggunakan sistem penanggalan Matahari-Bulan (Luni-Solar).

Kalender Bulan lebih sederhana dibandingkan kalender Matahari. Sebelum ditetapkan sebagai kalender Hijriah, masyarakat Arab dan umat Islam di masa Nabi Muhammad telah menggunakan sistem ini, tetapi belum dibakukan.

Baru pada masa Khalifah Umar bin Khattab, sistem penanggalan itu dibakukan. Titik awal yang dipakai adalah masa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah, bertepatan dengan tahun 622 Masehi. Karena itu, tahun kalender Islam disebut tahun Hijriah.

Kalender Masehi

Kalender Masehi dikembangkan dari sistem kalender Julian pada masa Julius Caesar—tahun 45 sebelum Masehi. Dalam kalender ini, satu tahun tepat 365,25 hari, dibulatkan menjadi 365 hari. Empat tahun sekali jumlah hari menjadi 366 hari—disebut tahun kabisat.

Maju satu hari

Namun, panjang satu tahun tropis sebenarnya adalah 365,2422 hari. Akibatnya, setiap 128 tahun kalender Julian maju satu hari dari seharusnya. Hal itu berakibat pada mundurnya waktu Paskah. Sesuai ketentuan, Paskah jatuh hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama sesudah Matahari ada di titik vernal equinox—titik musim semi—pada 21 Maret.

Untuk mengatasi itu, titik musim semi harus dikembalikan agar tepat pada 21 Maret. Maka, perlu dilakukan pengurangan hari pada kalender Masehi. Pada 1582 dilakukanlah koreksi. Dengan mengacu ke Konsili Nicaea yang menetapkan titik musim semi pada 21 Maret 325, maka untuk mengembalikan 21 Maret 1582 tepat pada titik musim semi, jumlah hari pada tahun itu harus dipangkas 10 hari. Akibatnya, sesudah tanggal 4 Oktober 1582 langsung melompat ke tanggal 15 Oktober 1582. Artinya, tanggal 5-14 Oktober 1582 tidak pernah ada.

Koreksi juga dilakukan terhadap panjang satu tahun tropis kalender Julian. Perbaikan itu diajukan ahli fisika asal Naples, Aloysius Lilius, dengan menggunakan panjang satu periode tahun tropis adalah 365,2425 hari.

Perbaikan juga dilakukan pada tahun kabisat, yaitu tahun yang habis dibagi empat dan tahun yang habis dibagi 400. Tetapi, tahun yang habis dibagi 100 tidak disebut tahun kabisat.

Sistem ini diadopsi Paus Gregorius XIII. Karena itulah sistem penanggalan itu disebut sebagai sistem kalender Gregorian—yang kini paling banyak digunakan untuk kepentingan administrasi publik di seluruh dunia hingga kini.

Bisa disatukan

Guru Besar Riset Bidang Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, yang juga anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama, Thomas Djamaluddin mengatakan, sebuah sistem kalender akan bisa diterima publik jika memenuhi tiga faktor, yaitu kriteria yang digunakan dalam penanggalan, wilayah keberlakuan kalender, serta ada otoritas yang menetapkan kalender tersebut.

Di Indonesia, faktor wilayah sudah disepakati dan pihak yang berwenang adalah Kementerian Agama. Namun, kriteria awal bulan masih berbeda antara pendapat Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan pemerintah.

Muhammadiyah memakai kriteria wujudul hilal, NU menggunakan kriteria tinggi hilal minimal dua derajat di atas ufuk, sedangkan Kementerian Agama menggunakan kriteria MABIMS, yaitu ketinggian hilal minimal 2 derajat, jarak Matahari dan Bulan minimal 3 derajat, dan umur hilal minimal 8 jam.

”Metode hisab dan rukyat sebenarnya bisa digabungkan,” tegasnya. Dia mengusulkan Kriteria hisab-rukyat Indonesia, yaitu hilal dapat teramati jika ketinggian minimum hilal 4 derajat dan jarak minimal Bulan dari Matahari adalah 6,4 derajat.

Kriteria itu didapat berdasar data hisab dan rukyat Indonesia dan internasional yang dipadukan dengan pengamatan astronomi—selama ini hilal sulit diamati jika di bawah 4 derajat dan jaraknya terlalu dekat dengan Matahari. Kriteria usulan itu sudah memasukkan kemungkinan cahaya hilal yang redup yang bisa kalah oleh hamburan sinar matahari di atmosfer bumi.

sumber:http://sains.kompas.com
Read more

LAPAN Bikin Satelit Mikro Bersama Jepang

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) terlibat dalam pembuatan dua satelit, Micro-STAR dan EO-STAR, yang didanai Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).
Rancang bangun dan rekayasa dua satelit tersebut merupakan bagian dari kerja sama multilateral Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) yang bertujuan mengembangkan satelit di kawasan Asia Pasifik atau Satellite Technology for the Asia Pacific Region (STAR). Program ini melibatkan lembaga antariksa dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea, dan India.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara Lapan Toto Marnanto Kadri dalam Pertemuan Grup untuk Koordinasi Program STAR di Jakarta, Rabu (28/7/2010).

Satelit mikro berbobot 50 kg hingga 100 kg ini akan diluncurkan tahun 2013 diboncengkan pada satelit besar dengan roket India. Satelit Micro-STAR akan membawa muatan antara lain alat GPS, sensor seismo, dan pengindraan jauh.

Sementara peluncuran satelit kembar Lapan A-2 dan Lapan A-3, hasil rancang bangun dan rekayasa ahli Lapan, dijadwalkan diluncurkan dengan roket India tahun depan. Program lanjutan dalam kerja sama STAR adalah pembuatan satelit berkategori kecil atau berbobot 300 kg-500 kg.

sumber: http://sains.kompas.com/
Read more

India Buat Produsen Laptop Ketar Ketir

India baru-baru ini meluncurkan komputer tablet yang harganya hanya US$35 atau hanya Rp315 ribu. Laptop murah itu ditujukan untuk segmen pelajar di negerinya.
Dengan fasilitas layar sentuh yang dimilikinya, komputer tablet seharga US$35 tersebut rencananya akan mulai diproduksi pada 2011. Bentuknya seperti iPad. Namun harganya hanya seperempatbelasnya.

“Capaian India tersebut membuat seluruh produsen komputer tablet akan berlomba menekan ongkos produksinya dan berinovasi dalam harga,” ungkap Sarah Rotman, analisis IT dari Forrester Research.

“Itu dapat dicapai India karena bahan yang mereka pilih. Itu masuk akal. Namun apakah bahan tersebut cukup baik untuk siswa?” tambah Sarah

Sama seperti komputer tablet lainnya, laptop murah buatan India dapat digunakan untuk membuat dokumen, berselanjar di internet, bahkan melakukan konferensi video.

Namun yang membedakannya, komputer tablet produksi India tersebut dapat dipasangi fitur unggulannya sehingga dapat menggunakan cahaya matahari sebagai sumber dayanya meski harus menambah biaya.

“Ini adalah jawaban kami terhadap komputer US$100 yang sebelumnya diluncurkan MIT (Massachusetts Institute of Technology) Amerika Serikat,” ungkap Menteri Sumber Daya Manusia India Kapil Sibal.

Rencananya, pemerintah India akan memberikan subsidi lagi kepada murid sekolahnya yang membeli komputer tablet tersebut. Nantinya, dengan subsisi pemerintah murid-murid sekolah di India dapat mendapatkan komputer tablet seharga US$20.

Nantinya, komputer tablet tersebut akan semakin membuat India dikenal akan inovasinya dalam mengembangkan produk dengan harga yang sangat terjangkau, setelah sebelumnya meluncurkan mobil termurah di dunia, melalui Tata Nano-nya.

Selain Tata Nano, India juga telah memiliki sebuah perangkat pemurni udara (water purifier) yang dijual seharga US$16 dan paket operasi jantung dengan harga US$2 ribu. (Mar/AP/OL-9)

Penulis : Mario Aristo
Read more

Senin, 09 Agustus 2010

Pohon


Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.
“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.

“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.
**

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”

sumber: (muhammadnuh@eramuslim.com)
Read more

Mengkafirkan Sesama Muslim

Sebelumnya, saya telah terangkan tentang penyelewengan di jalan dakwah yang bisa mendatangkan akibat-akibat berbahaya untuk dakwah dan pendukung-pendukungnya. Kita tambahkan lagi di sini bahwa penyelewengan fikrah adalah lebih berbahaya dari penyeleweng harakah. Hal ini karena di dalam fikrah yang sahih dan benar akan melahirkan harakah yang sahih dan dari situ dapat dibetulkan segala penyelewengan dan kesalahan harakah.

Jadi fikrah yang sehat melahirkan harakah yang sehat. Tetapi kalau fikrah telah menyeleweng, segala tindakan-tindakan harakah yang timbul tidak akan membawa kebaikan sedikit pun, malah membahayakan dan sia-sia.

Oleh itu, kita dapati di dalam tahap permulaan dakwah Islam, Rasulullah s.a.w. telah menyempurnakan peneguhan dan pemantapan akidah dan konsep yang sehat sejahtera lagi terang dan nyata tentang Islam dan risalahnya. Turunnya wahyu satu ayat demi satu ayat dan surah memantapkan dan mengukuhkan dasarnya, menerangkan, memperbetulkan dan menyampaikannya, dan Rasulullah s.a.w. sendiri menerangkan, menjelaskan dan bertindak dengan amalan yang benar dan sempurna dan menghapuskan segala penyelewengan amal.

Di atas jalan itu juga, Imam As-Syahid Hassan Al-Banna berusaha dengan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk menyatukan umat Islam di atas akidah yang sahih dan sempurna dan kefahaman yang mendalam. Beliau teliti dan sahih tentang Islam melalui al-Quran dan sunnah Rasulullah s.a.w. Beliau tidak lengah mengawasi penyelewengan fikrah yang bisa menimbulkan satu perpecahan dari berbagai perpecahan yang telah begitu banyak itu. Beliau membawa mereka kembali kepada sirah salafussoleh dengan kefahaman dan amalan mereka yang sejahtera untuk Islam di bawah naungan wahyu dan persahabatan dengan Rasulullah s.a.w.

Beliau menjadikan kefahaman itu sebagai rukun pertama dari rukun bai'ah, kerana sesungguhnya semua rukun bai' ah diasaskan di atasnya dan sangat kuat hubungannya dengan rukun-rukun tersebut.

Beliau telah menentukan baginya (kefahaman) dua puluh usul sebagai pagar yang mengelilingi dan memeliharanya dari segala penyelewengan, keterlaluan, kecuaian atau meringan-ringankan. Beliau jugalah yang menggariskan bahwa dakwah kita adalah salafiah, menurut jalan salafus saleh, para sahabat Nabi s.a.w dan pengikut-pengikutnya.

Satu lagi penyelewengan yang terpenting dalam fikrah yang wajar kita berikan perhatian ialah penyelewengan di dalam masalah kafir-mengkafir. Kita tidak suka menyentuh dan memanjangkan perbincangan dan berbantah-bantah dalil. Ini semua telah dijelas di dalam buku "Nahnu Duat La Qudhat" (Kita Pendakwah, Bukan Hakim) yang telah ditulis oleh Hassan Al-Hudhaibi rahmahullah.

Kita akan hanya menyentuh beberapa penjelasan dan keterangan dan mencoba menjelaskan bagaimana salah dan bahayanya penyelewengan seperti itu dan siapa yang menjadi mangsanya. Kita tidak akan menuduh niat-niat mereka, bahkan kita mengakui kebaikan niat mereka yang membawa fikrah yang menyeleweng itu.

7.1 Adakah Menghukum Orang Lain Itu Wajib bagi Setiap Muslim?

Telah diketahui bahwa syariat Islam telah memberi taklif, menuntut supaya kita menyeru manusia kepada Allah, menyuruh berbuat kebaikan dan melarang dari berbuat kemungkaran. Tiap-tiap seorang dari kita akan disoal di hadapan Allah: "Sudahkah kamu menyeru keluargamu, tetanggamu, kenalanmu dan semua orang yang berhubungan dengan kamu kepada Allah; untuk melaksanakan kitab Allah dan sunnah Rasulullah s.a.w. atau belum?" Kamu tidak akan disoal: "Sudahkah kamu menghukum ke atas si pulan atau belum? Kenapa kamu tidak menghukumnya?"

Karena itu tidak termasuk di dalam taklif syari'ah. Yang menjadi tugas kamu dan diberi pahala jika kamu melaksanakannya adalah tugas dakwah, menyeru manusia kepada Allah dan kamu akan diazab jika kamu mencuaikannya. Kamu tidak akan disiksa jika kamu tidak menghukum, sebaliknya jika kamu melakukannya, kamu akan terjatuh kepada azab yang sangat keras apabila kamu tersalah memberi hukuman.


Daulah Islam yang mendirikan dan mendaulatkan syari'at Allah. Dialah yang bertanggungjawab menentukan hal ihwal individu-individu di dalam akidahnya apakah dia kafir atau muslim. Setiap orang mempunyai cara muamalahnya. Bermuamalah dengan muslim tidak sama dengan bermuamalah dengan zimmi dan bermuamalah dengan zimmi tidak sama dengan murtad dan begitulah seterusnya.

Menentukan hukum kepada mereka bukanlah urusan individu, tetapi kadangkala di satu ketika seorang individu itu perlu mengetahui keadaan seseorang apabila dia ingin membuat suatu hubungan dengannya. Contohnya dalam urusan pernikahan, perniagaan atau urusan-urusan lain. Boleh jadi orang itu komunis (mulhid), athies ataupun murtad.

Jadi, dalam hal ini jika kamu merasa ragu-ragu tentang dirinya, cukuplah dengan menghentikan saja niat kamu, janganlah pula menjatuhkan hukuman ke atasnya.

7.2 Mengkafirkan Seorang Muslim Adalah Perkara Yang Sangat Berbahaya

Kita semua maklum tentang kehormatan seorang muslim: "Tiap-tiap Muslim terhadap Muslim haram darahnya, hartanya dan kehormatannya". Sesungguhnya darah kamu, harta kamu dan kehormatan kamu haram atas kamu seperti haramnya hari kamu ini, di bulan kamu ini".

Oleh kerana itu kita dapati syari'at Islam melindungi kehormatan ini dengan perundangan yang bijaksana. Syari'at ini melindungi darahnya dengan perlaksanaan had Qisas, melindungi kehormatannya dengan had Qazaf dan had zina (orang yang menuduh berzina di hukum cambuk delapan puluh kali) dan melindungi hartanya dengan hukuman potong tangan yang mencurinya dan demikianlah seterusnya.

Oleh itu, menghukum orang dengan kufur atau mengkafirinya, padahal dia seorang muslim samalah artinya melecehkan kehormatan yang paling mulia. Menuduh seorang muslim sebagai seorang kafir lebih dahsyat dari membunuhnya. Oleh karena itu, balasannya sama dengan jenis kerjanya. Umpamanya jika menuduh seorang muslim sebagai seorang kafir tanpa bukti, maka menuduh itu menjadi kafir.

Imam Bukhari r.a. bahwa Abu Dzar mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Tidak boleh seorang lelaki menuduh lelaki yang lain sebagai fasik atau kufur karena tuduhan itu akan kembali semula kepadanya jika yang dituduh itu tidak sedemikian".

Darinya lagi, bahwa beliau mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa memanggil seorang lelaki dengan panggilan kafir atau mengatanya musuh Allah, sedangkan orang itu tidak sedemikian, maka tuduhan itu akan kembali kepadanya".-Muttafaq 'Alaih

Dari Ibnu Umar r.a. beliau berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w. "Apabila seseorang lelaki berkata kepada saudaranya: "hai kafir", maka kekufurannya itu jatuh kepada salah seorang daripada keduanya. Jika apa yang dikatakan itu benar, kafirlah orang dipanggil tapi kalau tidak, kekafiran itu kembali semula kepadanya."

Dari sini dapatlah kita melihat bahwa menghukum seseorang muslim itu sebagai orang kafir adalah satu tindakan yang membawa kepada kebinasaan tanpa pahala yang bisa diharap darinya dan ini bukan dari tugas-tugas syar'iah.

7.3 Manakah Yang Lebih Perlu Diawasi?

Beranikah kita mengatakan kepada seorang yang sakit, tidak mampu ataupun tidak berdaya lagi bergerak tetapi masih hidup, bahwa dia telah mati lalu dikebumikan sebelum kematiannya. Jika tidak ada perbedaan pendapat dan mempunyai keyakinan yang cukup tentang kematiannya barulah kita berani mengatakan bahwa dia telah mati.

Walaupun orang sakit yang tidak sadarkan diri beberapa hari tetap masih hidup, dia tidak boleh diperlakukan sebagai orang mati sebelum dia benar-benar mati. Perlakuan demikian dianggap sebagai dosa besar dan dipandang sebagai pembunuh walau bagaimana kuat pun penyakitnya.

Kalau kita harus berwaspada dan berhati-hati terhadap masalah tersebut terhadap fisik manusia, tentulah kita lebih perlu berwaspada dan berhati-hati menjatuhkan hukuman terhadap urusan akidah. Jadi bertindak melucutkan Islam dari seorang muslim dengan melemparkan tuduhan kafir kepadanya adalah lebih besar dosanya dan lebih besar bahayanya daripada menyatakan bahwa orang sakit telah mati padahal ia masih hidup. Jadi, mengapakah kita dengan mudah dan berani mengkafirkan berjuta-juta muslim.

Kita tidak menyangkal bahwa memang ada dari kalangan muslim yang hidup bersama kita, jika diperiksa dengan teliti dan halus, kita akan dapati dia telah murtad dan telah keluar dari Islam secara langsung. Tetapi, kita hendaklah memandangnya secara zahir dan zatnya saja. Jadi kita memandangnya sebagai muslim kecuali yang telah tampak kekufurannya dan murtadnya secara Qat'i dan pasti menurut ketentuan syar'i.

Tidak boleh juga kita tawaqquf lalu kita tidak memandang seorang sebagai muslim atau sebagai kafir. Ini tidak logik dan tidak berpijak di alam nyata. Demikian juga kita tidak boleh membiarkan orang yang sakit supaya dia terus sakit. Sebaliknya, kita mestilah mengobatinya jauh sekali untuk mengurusnya sebagai orang yang mati lalu mengebumikannya. Sebab asalnya dia seorang yang hidup sehingga jelas kematiannya. Demikian juga seluruh saudara selslam kita. Mereka dianggap muslim sehingga jelas kekufurannya, baru dipandang sebagai orang kafir.

7.4 Batas Pemisah Antara Kufur dan Islam

Allah tidak menjadikan batas pemisah di antara kufur dan Islam sebagai satu marhalah yang mesti dilalui, karena ini akan menimbulkan salah dalam pertimbangan apabila seseorang melintasi marhalah itu, baik seluruhnya atau sebagiannya yang kemudiannya timbul perselisihan, baik menganggapnya sebagai seorang muslim atau orang kafir, lalu menimbulkan beberapa perkara yang sangat bahaya.

Oleh karena itu, dengan hikmah Allah Taala dan kasih sayangNya kepada kita, Dia menjadikan batas pemisah di antara kufur dan Islam sebagai satu garis yang halus, jelas dan tidak ada perselisihan di atasnya supaya kita tidak terjerumus di dalam konflik yang paling melelahkan yaitu, dengan mengucap dua kalimah syahadah saja orang itu adalah dikatakan sebagai seorang muslim.

Demikian juga Dia menjadikan urusan keluar atau murtad dari Islam tidak akan terjadi jika tidak disertai dengan dalil qat'ie dan pasti yang jelas kekufurannya. Dengan memberi peluang kepada si murtad itu untuk bertaubat sebelum menjatuhkan hukuman had ar-riddah kepadanya.

Islam tidak menyuruh kita mengadakan ujian kepada siapa pun yang hendak memasuki Islam. Lalu kita berselisih dalam menentukan ujian kepada siapa yang hendak memasuki Islam. Kemudian kita berselisih dalam menentukan peringkat kelslamannya dan menetapkan berjaya atau gagalnya dia dalam ujian tersebut. Tapi kita hanyalah menurut sabda Rasulullah: "Serulah mereka supaya memberikan persaksian bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu Rasulullah", maka jika mereka mengucapkan demikian maka sesungguhnya darah dan harta mereka telah terpelihara".

Kita semua telah mengetahui kisah seorang Muslim yang berperang di dalam barisan musyrikin dan mengucapkan dua kalimah syahadah, kemudian dia dibunuh oleh Usamah bin Zaid r.a. setelah dia mengucap dua kalimah syahadah karena Usamah menyangkanya sebagai satu taktik untuk mengelakkan dirinya dari dibunuh, tetapi Rasulullah s.a.w. sangat marah dan kesal terhadap tindakan Usamah lalu bersabda kepadanya: "Kenapa engkau tidak membelah dadanya?" (sebagai istilah untuk memastikan bahwa hati orang tersebut memang benar-benar dusta)

Ada pendapat yang mengatakan bahwa orang mengucap dua kalimah syahadah tidak boleh dipandang
sebagai seorang muslim kecuali dia beramal dan memenuhi tuntutan dua kalimah syahadah itu.

Itu adalah pendapat yang salah dan keliru. Orang yang mengucap dua kalimah syahadah telah menjadi Muslim, tetapi muslimnya apakah Muslim yang taat, Muslim yang durhaka, ataupun murtad. Itupun sekiranya dia mengingkari perkara yang pasti dimaklumi ataupun dia membuat sesuatu yang tidak dapat diberi pengertian kecuali kekufuran saja.

7.5 Memecahkan Objek Dakwah

Sesungguhnya Muslim yang kita pergauli dan dekati dan yang kita seru kepada Allah, kepada memahami Islam, supaya mereka melaksanakan ajaran Islam dan bekerja untuk Islam. Inilah yang menjadi sasaran dan objek dakwah yang kita bekerja di dalamnya.

Kita tarik daripadanya individu yang beriman yang terpengaruh dengan dakwah kemudian kita jadikan mereka pendukung-pendukung dakwah yang berjihad dan berkorban pada jalannya. Sekiranya mereka merasai bahwa kita menganggap mereka sebagai orang-orang kafir, mereka akan lari dari kita, tidak mau mendengar apa yang kita serukan kepada mereka, lalu menjadi musuh-musuh kita.

Dengan itu, kita sendirilah yang memecahkan objek dakwah kita dengan tangan-tangan kita dan kitalah yang tersingkir. Lantaran itu, kita berjalan di atas jalan mati. Kita telah mengasingkan diri kita dari mereka dan kita pada akhirnya tidak dapat merealisasikan satu pun kebaikan untuk Islam dan Muslimin.

Sesungguhnya musuh-musuh Allah telah menjajah negeri-negeri umat Islam di seluruh dunia dalam waktu yang lama. Mereka telah lama membuat berbagai rancangan untuk menjauhkan intisari Islam dan hakikatnya dari kehidupan umat Islam setelah mereka gagal memisahkan umat Islam dari agama mereka. Lantaran itu timbullah generasi-generasi yang jahil terhadap sebagian besar ajaran Islam. Islam tidak dapat dijelmakan dalam sebagian besar aspek kehidupan mereka.

Inilah yang mendorong dan mendesak kita agar melipat gandakan usaha dan kerja kita untuk menarik tangan-tangan mereka, menasihati mereka, memberi tunjuk ajar kepada mereka, membawa hidayah Islam kepada mereka dan membukakan mata mereka supaya mereka dapat melihat Islam sebagai satu cara hidup yang lengkap dan sempurna. Itu tidak cukup dengan fatwa mengkafirkan saja dan membangunkan tembok-tembok dan tabir-tabir di antara kita dengan mereka.

Musuh-musuh Allah senantiasa bercita-cita dan berusaha bersungguh-sungguh untuk memecah-belahkan barisan Muslim. Apakah lagi yang dikehendaki selain dari melihat umat Islam berpecah-belah. Dengan adanya kumpulan, partai, institusi dan organisasi yang mengkafirkan yang lain itulah yang memudahkan musuh-musuh Allah menghancurkan Islam dan sistemnya tanpa membawa faedah dan kebaikan kepada Islam.

7.6 JalanNya Yang Sahih

Apabila kita bersungguh-sungguh hendak merealisasikan satu kebaikan untuk Islam dan hendak menegakkan daulah Islam di muka bumi, kita mestilah berjalan mengikuti jalan yang telah dilalui oleh Rasulullah s.a.w. di zaman silam yaitu dari segi imannya, amal, cinta dan ukhuwah tanpa sedikit pencairan dan perubahan, tanpa cuai dan keterlaluan sebagaimana firman Allah: "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak mengubah (janjinya)"'. Supaya Allah s.w.t. memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya dan menyiksa orang munafik jika dikehendakiNya atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-AhZab: 23&24)

Firman Allah Taala:

"Katakanlah: Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah s.w.t. dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah s.w.t. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".(Yusuf: 108)

Semoga Allah s.w.t. menjadikan kita pengikut-pengikut Rasulullah s.a.w. yang berjalan di atas jalan yang dicontohkannya tanpa merubah dan menggantikannya.


sumber: www.eramuslim.com
Read more

Minggu, 08 Agustus 2010

Komisi Pemantau Nasional Palestina Tolak Segala Bentuk Perundingan

Komisi Tinggi Pemantau Konferensi Nasional Palestina menyatakan menolak segala bentuk perundingan dengan penjajah Zionis Israel, baik langsung atau tidak langsung. Komisi juga menolak tindakan otoritas Abbas dalam menekan kekuatan-kekuatan perlawanan Palestina di Tepi Barat.
Dalam sebuah pertemuan komisi yang dihadiri para pemimpin faksi-faksi perlawanan Palestina di ibukota Surian Damaskus, termasuk Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Misy’al, para perserta mengingatkan hasil yang berbahaya dari perundingan tersebut. Mereka menyatakan niatnya untuk mengambil langkah-langkah untuk menggagalkan perundingan tersebut.

Faksi-faksi perlawanan Palestina menilai “kelompok otoritas Ramallah tidak berhak melakukan perundingan ini karena tidak mewakili kehendak rakyat Palestina.” Faksi-faksi perlawanan menegskan untuk terus melakukan perlawanan segai pilihan utama untuk melindungi isu Palestina. Juga menegaskan pentingnya menghadapi upaya untuk memaksakan realita terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat melalui perundingan.

Faksi-faksi perlawanan mendorong dilanjutkannya kerja untuk mengakhiri perpecahan, menjaga persatuan bangsa Palestina dan membebaskan blokade Gaza, dan mengaktifkan langkah-langkah yang memperkuat perjuangan nasional. Faksi-faksi perlawanan juga menyerukan langkah-langkah melawan aksi yahudisasi, pembangunan pemukiman dan aksi-aksi permusuhan lainnya terhadap warga al Quds dan Tepi Barat.

Komisi Pemantau mengingatkan bahaya koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis “yang dinilainya sebagai salah satu buah dari perundingan yang dilakukan otoritas Ramallah.” Komisi menolak tekanan yang dilakukan terhadap perlawanan dengan tujuan agar tunduk di bawah dalih rekonsiliasi. (asw)
Read more

Sabtu, 07 Agustus 2010

Sikap Amerika dan Mesir Menghambat Rekonsiliasi

Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Sami Khatir mengatakan ada pihak-pihak Arab yang mendukung sikap Amerika dalam menghambat upaya rekonsiliasi Palestina. Dia menambahkan, “Bagian semua pihak dan Mr. Amr Musa, sekjen Liga Arab, tahu jelas bahwa sikap Amerika dan Mesir lah yang menghambat rekonsiliasi.”

Hal tersebut disampaikan Khatir dalam konferensi pers Komisi Tinggi Pemantau Konferensi Nasional Palestina di Damaskus, Sabtu (7/8). Khatir mengatakan bahwa rekonsiliasi sekarang ini dihalangi utamanya oleh Amerika. Namun ada pihak-pihak Arab yang mendukung sikap ini, terangnya.

Dia menambahkan, “Detik-detik terakhir saat kunjugan Sekjen Liga Arab Amr Musa, bagian semua pihak dan sekjen sendiri, diketahui secara jelas bahwa usaha dan upaya kesepahaman Palestina sebagai mukadimah proposal Mesir untuk menyukseskan rekonsiliasi dihambat oleh sikap Amerika ditambah dengan sikap Mesir.”

Di sisi lain, Khatir mengatakan bahwa Israel selalu berkepentingan untuk meletupkan perang. Dalam periode ini terlihat bagaimana Zionis Israel mengarahkan tuduhan langsung kepada Hamas dalam serangan roket. Ini membuktikan bahwa Israel ingin perlawanan selalu menjadi alasan untuk melancarkan agresi ke Jalur Gaza.

Dia mengatakan, “Prioritas sekarang ini bukan perang ke Palestina namun ke tempat lain seperti Iran dan yang mendukungnya. Untuk itu kita harus menyadari rencana Amerika dan Zionis. Agar kita tidak memberi payung bagi Zionis atau alasan untuk melakukan kebodohannya. Hamas saat ini tidak memiliki kepentingan untuk melancarkan roket agar tidak memberikan alasan buat Zionis untuk melakukan agresinya.” (asw)


sumber: http://www.infopalestina.com/
Read more

Otoritas Fatah Kaitkan Nasibnya dengan Penjajah

Pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Hamas Dr. Ismail Ridwan menegaskan bahwa tindakan otoritas Fatah yang melancarkan operasi represif terhadap para pemimpin dan pendukung gerakan di kota-kota Tepi Barat membuktikan bahwa peran ganda yang dilakukannya dengan penjajah Zionis Israel bertujuan untuk memukul perlawanan.

Dalam pernyataan khusus kepada koresponden Infopalestina, Sabtu (7/8) malam, Ridwan mengatakan, “Hamas mengecam operasi represif yang dilakukan otoritas Fatah.” Dia menambahkan, “Pengejaran terhadap para pemimpin Hamas merupakan puncak keterpurukan moral dan nasonal yang dialami otoritas Fatah, karena mereka telah memberi layanan gratis kepada penjajah Zionis.”

Dia melanjutkan,”Penangkapan dan penahanan para pemimpin dan pendukung gerakan Hamas di Tepi Barat yang terjadi bersamaan dengan dtangnya bulan Ramadhan menegasan bahwa otoritas Fatah telah mengaitkan nasibnya dengan penjajah. Mereka mengabaikan semua upaya yang dilakukan untuk merealisasikan rekonsiliasi Palestina-Palestina.”

Petinggi Hamas ini mengatakan, “Fatah telah mendahulukan agenda perundingan luar negerinya berupa penangkapan dan penahanan para pejuang perlawanan sebagai syarat dimulainya perundingan dengan penjajah daripada agenda internal Palestina dan merealisasikan rekonsiliasi.”

Lebih dari 15 pemimpin dan kader Hamas di Ramallah,, Selfit dan Nablus, di antara mereka ada dua orang doktor yang menjadi dosen di Universitas Nasional al Najah, telah ditangkap milisi Abbas awal minggu lalu. (asw)


sumber: http://www.infopalestina.com/
Read more