Ads Header

Pages

Senin, 20 September 2010

Milisi Abbas Larang Cetak Poster Syahid Syalbaya

Aparat milisi Abbas larang semua poster syahid Syalbaya yang dibantai pasukan Israel kemarin lusa. Mereka mengancam semua percetakan yang membangkang. Mereka juga menyita semua bendera hijau dan panji tauhid yang dipampang ketika pemakaman jenazahnya.

Keluarga syahid pergi ke semua percetakan kota Tulkarm untuk mencetak poster syahid Syalbaya. Namun semua pemilik percetakan enggan mencetak dan menjelaskan mereka dibawah ancaman milisi.

Tidak cukup demikian, milisi juga menurunkan semua bendera dan spanduk serta panji tauhid yang tampak di pemakaman syahid Syalbaya. Dan memanggil semua orang yang dicurigai memasang bendera tsb.

Milisi juga menebarkan ancaman kepada mereka yang bertakziah ke rumah Syahid Syalbaya di kamp Nursyam. Mereka menyuruh menurunkan panji tauhid yang dipampang di kediaman syahid. Mereka mengirimkan surat lewat aparatnya di kamp yang menurunkan panji tersebut dari rumah berkabung.

Saksi menyebutkan semenjak pembantaian, milisi menebarkan mata-matanya di sekitar kediaman syahid dan rumah berkabung. Mereka mencatat semua orang yang masuk dan keluar dari sana. Hal inilah yang membuat kemarahan warga dan membuat mereka berang.(qm)

Sumber: www.cahayafitrah.tk
Read more

Demonstran Berlin: Seret Penjahat Perang Israel ke Pengadilan Jerman

Ratusan warga Jerman dan aktifis solidaritas Palestina berdemo di kota Berlin. Mereka menuntut agar penjahat perang Israel yang menyerbu Gaza tahun 2008 dan menyerang armada pembebasan Mei lalu diadili.

Ratusan orang berdemo Ahad (19/9) di hadapan kantor Uni Eropa menuntut pengadilan Jerman dan Eropa menerima dakwaan pengadian yang diajukan pimpinan solidaritas internasional untuk HAM, May Khansa bersama sejumlah pengacara Spanyol, Kamis (16/9) di hadapan Mahkamah Federal di Calcroh.

Mereka menuntut pengadilan supaya menghukum para pemimpin penjajah Israel atas kejahatan perang dan pemusnahan massal serta penggunaan senjata yang dilarang internasional pada perang Gaza, juga kejahatan mereka terhadap armada pembebasan di perairan internasional, pembunuhan sembilan relawan kemanusiaan.

Para pendemo mengusung spanduk menuntut untuk mengadili para panglima pasukan penjajah Israel dan menerapkan undang-undang internasional bagi penjajah atas kejahatan mereka memusnahkan bangsa Palestina semasa perang Gaza. Mereka mengusung spanduk bertuliskan, “Agar perdamaian terwujud, adili pasukan penjajah.”

Dalam pamflet yang dibagikan kepada demonstran dan pers, penyelenggara demonstrasi yang terdiri dari LSM Palestina, Arab dan Islam di Jerman, menegaskan komitmen mereka membantu secara hukum untuk mengadili penjajah. Mereka menghargai upaya yang diselenggarakan lembaga kemanusiaan. Mereka menyeru untuk berkontribusi dalam pekerjaan ini supaya mendapatkan tempat lebih luas pada jurnal Arab dan Eropa.

Khumais Kart, ketua umum aksi Jerman untuk pembebasan blockade Gaza menegaskan urgensi upaya hukum melawan penjajah Israel. Sehingga penjahat tidak lolos dari hukuman dan berani melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina.

Ia berpendapat, pemilihan Jerman untuk mengadili penjajah atas kejahatan mereka karena pengadilan Jerman memungkinkan untuk menerapkan undang-undang internasional. Kami yakin bahwa pengadilan Jerman akan berpihak kepada bangsa Palestina terkait kejahatan penjajah Israel dalam perang Gaza.

Ia menyebutkan bahwa organisasi HAM telah melakukan beberapa tuntutan hukum menghadapi penjajah Israel di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag dan di Mahkamah Spanyol. Sampai membuat pemerintah Spanyol menyerukan perubahan undang-undang pengadilan supaya tidak diizinkan menuntut pemimpin Israel secara hukum. (qm)

Sumber: www.infopalestina.com
Read more

Satuan Khusus Zionis Serbu Penjara Raimon Ganggu Para Tawanan

Pusat kajian pembebasan tawanan dan HAM Palestina menyebutkan, tindakan kejam dan tak berprikemanusiaan dialami tawanan Palestina di penjara Raiomin, selatan Palestina 48, Ahad (19/9).

Mereka menghancurkan semua barang-barang milik tawanan dan mengintimidasi mereka, hingga terjadi bentokan sengit antara tawanan dan satuan khusus Zionis,” Nakhson dan Matsada”.

Sementara itu, menurut direktur lembaga kajian ini, Fuad Khafasy menyebutkan, menurut data-data yang ada padanya menegaskan terjadinya bentrokan antara tawanan dan satuan Zionis tersebut. Suara takbir bergemuruh dari dalam penjara. Bahkan benterokan meluas hingga barak yang bersebelahan. Khafash menyebutkan, tindakan aparat Zionis tersebut, bukan kali ini saja. Sebelumnya mereka menyerbu penjara Hadarem, hingga semua tawanan yang ada di sana dipindahkan ke bagian lainya. Mereka juga menjebol dinding penjara dan menimbulkan ketakutan terhadap tawanan. Selain itu, mereka mengisolasi sebagian pemimpin tawanan Palestina. Sementara pengelola penjara sengaja mengasingkan tawanan agar perhatiannya teralihkan dari sejumlah masalah, seperti perundingan langsung dan perpecahan internal Palestina. Mereka juga tidak peduli dengan masalah tawanan.

Dengan peristiwa ini, Khafash mengkhawatirkan terjadinya pergolakan hebat sebagai akibat dari akumuluasi masalah yang mereka hadapi di dalam penjara. Ia meminta tanggal 25 September nanti dijadikan hari kemarahan terhadap kebijakan-kebijakan Zionis di dalam penjara. Para tawananpun akan melakukan aksi mogok masal pada hari tersebut. (asy)



Sumber: http://www.infopalestina.com
Read more