Ads Header

Pages

Sabtu, 30 April 2011

Gaddafi Siap Negoisasi dengan NATO Namun Tetap Tolak Mundur

Pemimpin Libya Muammar Gaddafi Sabtu ini (30/4) mengatakan bahwa ia siap untuk gencatan senjata dan melakukan negosiasi agar NATO menghentikan serangan pesawat ke negaranya, tetapi ia menolak untuk menyerahkan kekuasaan sebagaimana permintaan pemberontak dan kekuatan Barat.
"Libya siap sampai sekarang untuk memasuki gencatan senjata," kata Gaddafi, yang berbicara dari belakang meja dan dibantu oleh catatan kertas yang tampaknya seperti catatan tulisan tangan.

"Kami adalah yang pertama untuk menyambut gencatan senjata dan kami adalah yang pertama untuk menerima gencatan senjata, tapi tentara salib NATO harus menghentikan serangan mereka," katanya. "Gerbang menuju perdamaian selalu terbuka."

Gaddafi juga membantah telah melakukan serangan massal terhadap penduduk sipil dan menantang NATO untuk menemukan mayat 1.000 orang yang telah tewas dalam konflik di Libya.

"Kami tidak menyerang mereka atau menyeberangi laut ... mengapa mereka menyerang kami?" tanya Gaddafi, mengacu pada negara-negara Eropa terlibat dalam serangan udara.

"Mari kita bernegosiasi dengan Anda, negara-negara yang menyerang kami. Mari kita melakukan negosiasi."

Namun saat ia berbicara, pesawat-pesawat tempur NATO menghantam tiga sasaran di dekat bangunan gedung televisi negara di Tripoli, yang menurut media pemerintah serangan itu merupakan upaya untuk membunuh Gaddafi yang telah memerintah Libya selama 41 tahun.

0 komentar:

Posting Komentar